Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 78


__ADS_3

"Oh itu memang sengaja Rik, saya dan suami dan juga pihak orang tua Tiara ingin pernikahan ini diadakan secara tertutup," kata bu Sari.


"Kenapa begitu mbak?," tanya bu Rika.


"Sebenarnya mereka ini menikah karena perjodohan Rik," kata bu Sari.


Perjodohan? ternyata itu alasan Tiara menikah dengan suaminya yang sekarang. Batin Farhan.


"Perjodohan mbak?," tanya bu Rika.


"Iya Rik, kami sepakat dengan orang tua Tiara untuk menjodohkan mereka berdua didalam ikatan pernikahan yang sah," kata bu Sari.


"Oh begitu ya mbak, apa ada alasan khusus kenapa perjodohan ini dilakukan mbak?," tanya bu Rika.


"Alasannya sih, mas Airlangga dan pak Arifin, ayahnya Tiara itu sudah berteman baik sejak lama baik dalam sosial pertemanan maupun dalam lingkup pekerjaan," kata bu Sari.


"Oh itu ternyata alasannya," kata Rika.


"Iya Rik," kata bu Sari.


Mereka pun melanjutkan makan malam yang berkesan itu.

__ADS_1


Setelah makan malam, asisten rumah tangga sudah menyiapkan teh hangat dan kopi panas dan juga beberapa makanan kecil diruang tamu. Bu Sari kembali menuntun Rika dan keluarganya ke ruang tamu.


"Silahkan diminum kopi dan tehnya," kata bu Sari.


"Iya mbak," kata bu Rika dan pak Faris secara bersamaan.


"Ngomong-ngomong, kenapa Tiara dan Farhan terlihat canggung begitu?," tanya bu Sari yang mengarahkan perhatiannya kepada Tiara dan Farhan.


Farhan dan Tiara pun mendadak salah tingkah setelah mendengar ucapan dari bu Sari.


Bu Rika yang sudah tahu alasan mengapa mereka nampak canggung pun hanya tersenyum.


"Tiara kan sekarang sudah menikah mbak, mana bisa Farhan se-akrab dulu dengan Tiara," kata bu Rika.


"Oh iya mbak, maksud dari kedatangan kami selain bersilaturahmi, kami juga ada yang ingin ditanyakan kepada mbak Saru dan mas, Airlangga" kata bu Rika.


"Tentang apa itu Rik," tanya pak Airlangga.


"Jadi begini mas dan mbak, mbak masih ingat kan sama Aprilia Arief anaknya mendiang mbak Nita dulu?," tanya Rika.


"Masih Rik," kata bu Sari.

__ADS_1


"Mbak tau dimana dia sekarang tinggal?," tanya bu Rika.


"Tahu donk, dia kan tinggal sama tantenya, Asta. Anak itu juga besarnya dengan kami Rik. Semenjak Asta menikah dengan Andre, suaminya yang sekarang, dia memutuskan pindah dari kota yang dulu. Eh, kebetulan tempat tinggal mereka berdekatan dengan kami," kata bu Sari.


"Aprilia Arief yang dimaksud Tante Rika itu Lia kan mah?," tanya Sandi.


"Iya San, Lia keponakan tante Asta dan Om Andre," kata bu Sari.


"Syukurlah kalau mbak tau keberadaan Aprilia sekarang," kata bu Rika.


"Ia Rik, memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?," tanya bu Sari.


"Mbak pasti tahu permohonan mbak Anita yang ia tuliskan dalam surat wasiatnya sebelum ia meninggalkan dunia ini untuk selamanya dan mbak Anita mengamanahkan surat tersebut kepada mbak Sari," kata bu Rika.


"Tentu aku ingat, aku masih menyimpan surat itu sampai detik ini," kata bu Sari.


"Kami bermaksud untuk melaksanakan permohonan dari mendiang mbak Anita itu sekarang," kata bu Rika.


Sandi dan Tiara hanya diam mendengarkan.


"Begitu rupanya? saya juga sebenarnya sudah memikirkan hal ini sejak lama Rik, hanya saja Lia masih melanjutkan kuliah di Amerika. Jadi saya belum terlalu serius untuk memikirkan perjodohan Farhan dan Lia," kata bu Sari.

__ADS_1


"Oh, ternyata Lia kuliah disana?," kata bu Rika.


__ADS_2