
"Kamu mau aku jemput atau tidak sayang?," tanya Sandi.
"Nanti aku kabari sayang," kata Lisa.
"Baiklah," kata Sandi.
"Ok," kata Lisa.
Setelah hampir setengah jam waktu yang ditempuh oleh bu Sari dan Tiara untuk mendatangi SPA yang dituju, akhirnya mereka sampai.
"Jauh juga ya SPA-nya mah," kata Tiara.
"Sebenarnya tidak begitu jauh dari rumah Tir tapi karena mamah jemput kamu dulu jadi muter-muter deh jalannya," kata bu Sari menjelaskan.
Mereka berdua turun dari mobil dan memasuki tempat SPA tersebut sedangkan Anwar memilih untuk meminum kopi dicafe yang berada dekat dengan tempat SPA.
Bu Sari memilih ruang SPA VIP untuknya dan Tiara. Pelayanan disana sangat memuaskan hasilnya. Mereka pun segera dilayani.
Farhan yang kini sejak tadi sudah berada dicoffee shop miliknya nampak lebih baikan dari sebelumnya. Ia mulai membantu para pekerja untuk melayani para pelanggan yang datang.
Jam dinding menunjukkan pukul 12:00 siang, Lisa menghubungi Sandi untuk memberitahu agar menyusul ke coffee shop yang mereka akan datangi siang ini.
"Halo sayang," kata Lisa.
"Ia sayang," kata Sandi.
"Jadikan ke coffee shopnya?," tanya Lisa.
"Jadi donk sayang," kata Sandi.
__ADS_1
"Ok aku tunggu disana ya," kata Lisa.
"Kamu tidak mau aku jemput?," tanya Sandi.
"Tidak usah deh sayang, soalnya waktu kamu juga lagi sempit hari ini. Aku akan kesana dengan supir saja," kata Lisa.
"Baiklah sayang, terima kasih untuk pengertian kamu," kata Sandi.
"Iya sayang," kata Lisa.
Sandi meninggalkan ruang kerjanya dengan langkah kaki yang sedikit terburu-buru.
Hampir 20 menit dalam perjalanan, Lisa kini sudah sampai dicoffee shop milik Farhan.
Supir membukakan pintu mobil untuk Lisa, Lisa berjalan memasuki coffee shop Farhan. Semua mata pelanggan tertuju kepadanya.
"Mas, pesan vietnam ice coffeenya 2 donk," kata Lisa yang memesan kepada Farhan.
Wah, kren juga nih cafeku dijalani artis terkenal. Batin Farhan yang sedang menyiapkan vietnam ice coffee pesanan Lisa.
Ia mengantarkan dua gelas vietnam ice coffee pesanan Lisa tersebut ke meja yang sebelumnya sudah direservasi oleh Lisa.
"Ini mbak vietnam ice coffee pesanannya," kata Farhan.
"Ok, thank you," kata Lisa.
"Mbak ini Lisa bukan artis sekaligus model yang terkenal itu?," tanya Farhan yang masih tidak percaya coffee shopnya didatangi artis terkenal.
"Iya, memangnya kenapa mas?," tanya Lisa.
__ADS_1
"Wah, saya tidak menyangka mbak Lisa mau datang ke coffee shop saya yang tidak seberapa ini," kata Farhan.
"Jangan berlebihan seperti itu," kata Lisa.
"Saya boleh minta foto bareng tidak mas," tanya Farhan.
"Boleh," kata Lisa.
"Baik mbak," kata Farhan.
Farhan mengambil ponsel pintar miliknya dari saku celana dan mengambil beberapa foto dengan Lisa. Mereka berpose dengan gaya yang lucu.
"Terima kasih banyak ya mbak sudah mau saya ajak fotonya," kata Farhan.
"Ok, sama-sama," kata Lisa.
"Kalau begitu saya tinggal ya mbak," kata Farhan.
"Silahkan," kata Lisa tersenyum.
Lisa menghubungi Sandi yang belum kunjung sampai.
"Kamu sudah dimana sayang?," tanya Lisa.
"Aku sudah dekat dengan lokasi coffee shopnya," kata Sandi.
"Ok sayang," kata Lisa.
Mobil Sandi kini sudah berada tepat didepan coffee shop milik Farhan, namun dirinya merasa kaget dan gugup saat melihat Farhan yang sedang membuang sampah dihalaman.
__ADS_1
"Itukan Farhan, sahabat Tiara yang tadi pagi aku temui digerbang kampus. Wah, bahaya nih kalau dia sempat tahu kalau aku kesini mau bertemu Lisa," gumam Sandi.