
Selamat membaca...
***
Pagi ini Zeny sudah boleh keluar dari rumah sakit. Kemudian ia dan Kirei pergi melihat rumah yang akan ditempati oleh Zeny. Mereka sekarang sedang berjalan ke tempat itu.
"Kak, kau udah dapat kerjaan? "
"Sudah dik, kemarin aku sudah mencari lowongan pekerjaan. Setelah melihat rumah aku akan pergi interview. "
"Okey kakak! Semoga kau lulus yah. "
"Makasih sayang. "
Beberapa menit kemudian
"Non, udah sampai non. " Ucap pak supir.
"Oh iya pak, makasih! Kami turun dulu ya, bapak tunggu sebentar disini. " Perintah Kirei.
"Baik non. "
"Ayuk kak, kita turun! "
Zeny pun langsung mengikuti Kirei. Setelah itu mereka menaiki lift dan sampai dilantai 8.
"Kak, ini tempat tinggal kakak ya! Ini kartunya, Kirei pulang dulu ya kak, soalnya mami cariin. Gapapa kan kak? "Tanya kirei.
"Gapapa dek, kamu hati-hati ya! " Ucap Zeny sambil membawa masuk kopernya kedalam kamar.
Setelah selesai bersih bersih, kini jam menunjukkan pukul 14.00 Sudah waktunya bagi Zeny untuk bersiap siap pergi interview. Setelah mandi dan mengenakan baju sopan, ia langsung berangkat menggunakan bus. Tetapi karena bus sudah penuh oleh penumpang, ia terpaksa berjalan kaki. Walaupun jarak Rumah dan kantornya dekat, ia masih belum terbiasa untuk menjalani kehidupan orang biasa.
"Huh, sedikit lagi sudah hampir sampai! " Gumam Zeny.
Saat ditengah perjalanan, Zeny merasa lelah hingga saat dia menyeberangi jalan tidak memperhatikan jalan Yang sedang banyak kendaraam berlalu lalang. Karena lututnya sakit, akhirnya dia terpaksa berhenti sebentar ditengah jalan. Ia tidak peduli dengan orang orang sekitar Yang mengatakan dia ingin bunuh diri. Tetapi tiba-tiba ia merasa pusing dan langsung ambruk.
Brakk..
Orang orang Yang sedang lewat pun langsung berusaha mennyelamatkan Zeny. Terlebih lagi untuk para lelaki hidung belang Yang sangat ingin menyentuh Zeny. Mereka berebut untuk menggendong Zeny hingga akhirnya Zeny terlempar dari kerumunan laki laki Yang sedang memperebutkannya.
"Ah, maaf tuan sepertinya ada kecelakaan didepan. " Ucap sang supir.
"Huh, Kalau tidak pandai menyetir tidak usah sok sokan memiliki mobil. " Ucap Aris sekretaris sekaligus sahabat Revan.
"Jam berapa meetingnya?" Tanya Revan.
"Jam 3! Dan jika kita tidak sampai 20 menit lagi, kita akan terlambat Van! " Ucap Aris dengan ketus
"Paksa lewat. " Perintah Revan.
"Bagaimana? " Tanya Aris karena bingung.
__ADS_1
"Kau turun. "
"Hah?! Apa apaan kau ini! Masa aku pria tampan disuruh menjadi tukang parkir! " Ketus Aris.
"Kau pergi atau kupatahkan kakimu! " Ancam Revan.
"Dasar psikopat! " Ucap Aris dengan kesal. Ia terpaksa turun dan menyelesaikan permasalahan didepan mereka.
"Hei hei! Apa Yang terjadi dengan gadis cantik ini? " Tanya Aris ketika melihat Zeny tergeletak ditengah jalan.
"Hei, kalau kau berbaik hati bantulah dia! Jangan hanya memandanginya seperti orang bodoh! " Teriak Salah satu gadis yang ada disitu.
"Cih, gadis kasar. "
"Apa katamu!? " Ucap gadis itu.
"T-tidak ada apa apa! Aku pergi dulu! " Ucap Aris sembari membawa Zeny kedalam mobil.
Setelah sampai mobil, Aris pun meletakkan gadis itu disamping Revan, kemudian ia duduk didepan disamping pak supir.
"Jalan pak. " Ucap Aris.
"Hei! Siapa wanita jelek ini?! Mengapa kau membawanya kesini ha?! " Bentak Revan.
"Huh, jelek katamu? Apakah matamu buta? Dia adalah bidadari paling indah, sampai sampai tadi dia diperebutkan dijalanan. " Ucap Aris sambil mengagumi kecantikan Zeny.
"Aku tidak peduli! Lebih baik kau singkirkan wanita ini. " Ucap Revan dengan tatapan tajam.
"Tidak! Apakah kau ga punya hati? Dia pingsan gitu masa di tinggalin dipinggir jalan. " Tolak Aris.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya sampailah mereka kedepan kantor perusahaan tetangga.
"Van, kau gendong dia. " Perintah Aris.
"Ha kenapa aku? Apakah kau sudah lupa kalau aku anti wanita? " Tanya Revan dengan wajah memelas.
"Terserah kau saja. " Ucap Aris sambil berlalu kekedalam meninggalkan Revan Yang bingung.
"Ah sial! Wanita kali ini Sangat merepotkan! " Gumam Revan sembari mengangkat Zeny dan menggendong ia sampai keruang sementaranya. Ia meletakkam Zeny ke ranjangnya lalu pergi untuk meeting.
Setelah beberapa menit kepergian Revan, kini Zeny memicingkan matanya. Ia lalu terkejut sampai duduk karena berada diruangan Yang tidak ia kenali. Kemudian ia melirik jam dan ternyata jam menunjukkan pukul 4 sore.
"Ah! Siapa Yang membawaku kesini! Apa jangan-jangan mama papa? " Tanya Zeny dalam hati.
"Aku harus segera keluar. " Gumamnya.
Zeny pun berlari kecil kearah pintu tetapi ternyata pintu itu dikunci oleh Revan.
"Sial! Siapa sih tu orang, gatau apa gue lagi buru-buru! " Umpat Zeny sembari memukul mukul pintu.
"Tidak ada pilihan lain. Lebih bagus gue nunggu disini. " Ucap Zeny.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian pintu terbuka, Zeny pun langsung berpura-pura tidur kembali tetapi sambil mengintip.
"Ah dasar pemalas! Apa dia pikir ini waktu tidur siang?! " Ucap Revan karena kesal dengan Zeny Yang tertidur sangat Lama.
Zeny yang mendengar itu berusaha menahan amarahnya. Ia tidak ingin ketahuan.Kemudian Revan langsung berbaring di samping Zeny dan mendekat ke tempat Zeny. Kemudian Revan mengelus pipi Zeny dengan lembut. Lalu setelah itu Revan mendekatkan bibirnya ke bibir seksi milik Zeny itu. Zeny Yang melihat kelakuan Revan tidak tinggal diam. Ia lalu mendorong Revan dan langsung turun dari ranjang.
Tetapi apa Yang ia lihat tidak sesuai dengan pemikirannya. Yang ia pikirkan adalah lelaki hidung belang Yang sudah tua, genit dan juga buncit. Tetapi makhluk Yang didepannya ini jauh dari Yang dipikirkannya. Lelaki itu mempunyai hidung mancung, bulu mata tebal dan panjang serta bibir Yang menggugah selera. Seketika Zeny terdiam melihat makhluk didepannya itu, ia Yang tadinya mau memaki-maki lelaki itu kini tidak bisa berbicara satu kata pun. Ia sangat mengagumi keindahan ciptaan Tuhan itu.
"Ya ampun! Kenapa bisa ada makhluk sesempurna ini Tuhan. " Ucap Zeny dalam hati.
"Sudah puas memandanginya? "
Seketika lamunan Zeny dibuyarkan oleh Revan.
"S-siapa kau?! " Tanya Zeny.
"Kau Yang siapa! Dasar wanita licik, kau sangat licik menyamar pura pura tidur untuk melihatku mengganti baju kan?! " Ucap Revan.
"Dasar pria tidak tahu malu! Siapa juga Yang mau melihatmu telanjang, kau Yang membawaku kesini! Karenamu semua rencanaku gagal! " Ungkap Zeny karena ia kesal dengan Revan.
"Huh dasar wanita tidak tau terima kasih! Aku yang menolongmu kesini! Kau pikir aku mau dekat dekat dengan cewek dekil sepertimu? " Tanya Revan.
Kata kata itu sontak membuat Zeny terkejut dan marah. Siapa juga Yang tidak marah jika dikatain Cewek dekil. Kini ia merasakan panas diwajahnya, dan tanpa berlama Lama lagi ia langsung melompat ke arah Revan. Kini tubuh Zeny berada diatas tubuh Revan Yang semua orang yakin bahwa Zeny sangat agresif.
Revan Yang terkejut pun langsung berusaha melepaskan diri tetapi tidak bisa, kini Zeny sudah duduk dihadapannya. Pemandangan itu membuat Revan menelan salivanya. Bagaimana tidak, posisi Zeny Yang sekarang ini sangat menggoda.
Kemudian Zeny pun menarik kerah Revan hingga ia terduduk. Posisi mereka berdua ini pasti membuat orang Salah paham dan berpikir bahwa mereka adalah pasangan Yang sedang bercinta.
"Aku tidak pernah mencoba mendekatimu, apalagi menggodamu! " Ucap Zeny dengan lantang dan mengeraskan genggamannya di kerah baju Revan.
"Hai aku data----" Kata kata Aris terhenti saat melihat pemandangan Yang mengejutkan.
"Hei! Apa Yang kalian lakukan? Revan, tadi kau menolakknya dan sekarang kau ingin melahapnya?! " Ucap Aris yang masih saja terkejut.
Kemudian dengan cepat Zeny turun dari pangkuan Revan dan merapikan dirinya. Revan pun melakukan hal yang sama. Kali ini keadaan sangat canggung, Revan dan Zeny belum saling mengenal tetapi sudah sedekat itu.
"Ini tidak seperti Yang kau pikirkan! " Ucap Revan membela diri.
Lalu Revan menatap kearah Zeny yang sekarang wajahnya merah merona. Aris menatap mereka berdua secara bergantian lalu tertawa sekencang kencangnya.
"Hahaha! Revan aku tidak menyangka kau yang begitu dingin sangat cepat dan buas diranjang! " Ungkap Aris Yang membuat wajah Revan dan juga Zeny bersemu. Karena merasa malu Zeny pun langsung berjalan keluar pintu.
"Aku pergi. " Ucap Zeny sambil berlalu dihadapan kedua pria itu.
"haish.. sangat mengesalkan! " Gumam Zeny dalam hatinya sembari keluar lift.
Saat sampai di pintu keluar Tiba tiba tangan Zeny ditarik oleh seseorang.
***
Hai semua..
__ADS_1
Gimana suka ga? Kalo suka jangan lupa kasih author likenya yah❤❤ dan jangan lupa komen biar rame...
Makasih muach! ❤