Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 69


__ADS_3

Pada suatu Hari, Arief berencana untuk mengunjungi makam istrinya. Dia pergi dengan mengendarai mobil pribadinya sendiri.


Ditengah perjalanan ia berhalusinasi, ia melihat bayangan Anita padahal sebenarnya itu hanya halusinasi dirinya semata. Akibat halusinasi itu dia pun tidak dapat fokus saat membawa mobil.


Ia tidak memperhatikan bahwa didepannya ada mobil yang sedang melaju kencang. Kecelakaan pun tidak bisa dihindarkan lagi. Arief pun menabrak mobil tersebut. Ia pun kehilangan nyawanya seketika dalam kecelakaan tersebut.


Asta yang sedang berada dikantor untuk bekerja, segera mendapat telepon melalui sekretarisnya.


"Bu, ada kabar buruk," kata sekretaris Asta.


"Kabar buruk apa?," tanya Asta.


"Pak Arief mengalami kecelakaan," kata sekretaris Asta.


"Apa? kecelakaan?," kata Asta.


"Ia bu, saya mendapat telepon dari polisi setelah pihak kepolisian melihat kartu identitas pak Arief," kata sekretaris Asta.


"Sekarang kakak saya berada dimana?," kata Asta.

__ADS_1


"Dirumah sakit xxx bu," kata sekretaris Asta.


"Ya sudah, kamu ikut saya kesana ya," kata Asta.


"Baik bu," kata sekretaris Asta.


Sesampainya dirumah sakit, tangis Asta pun pecah saat melihat kakaknya yang berlumuran darah meninggalkan dirinya untuk selamanya.


Asta pun terpukul dan merasa bersalah atas kejadian itu. Sari selalu menyempatkan waktunya untuk menghibur Asta. Setelah kematian kedua orang tuanya, Lia sekarang menjadi tanggung jawab Asta sepenuhnya.


Faris dan Anita pun turut memberikan penghiburan kepada Asta. Mereka memberikan kata-kata semangat agar Asta tetap semangat menjalani hidup, terlebih dirinya adalah satu-satunya keluarga Lia sekarang.


Pada suatu malam, Arief dan Anita berkunjung ke rumah Asta, disana mereka berdua bertemu dengan Sari yang terlebih dahulu datang.


"Ris dan kamu Rik, ada yang mau saya sampaikan kepada kalian," kata Sari.


"Apa itu mbak?," tanya Rika.


"Sebelum Anita pergi meninggalkan kita semua, dia pernah menuliskan sepucuk surat kemudian ia menitipkan surat tersebut kepada saya. Dia meminta supaya saya memberikan surat itu kepada kalian berdua," kata Sari.

__ADS_1


"Apa isi surat itu mbak?," tanya Rika.


"Akan lebih baik kalian saja yang langsung membaca surat dari Anita ini agar kalian segera mengetahui isi suratnya," kata Sari.


"Baik mbak, kami akan membacanya," kata Rika.


Rika dan Faris membuka surat tersebut dan mulai membacanya dengan seksama.


Setelah membaca surat tersebut air mata Rika mengalir dengan deras. Isi surat itu dengan jelas Anita meminta agar mereka berdua memaafkan kesalahannya terlebih Faris.


Anita juga meminta agar mereka menikahkan putra mereka dengan putri Anita kelak ketika mereka sudah dewasa. Itu adalah permohonan terbesar Anita kepada mereka berdua.


Sari meminta Asta juga membaca surat tersebut. Setelah membaca surat itu, sebagai wali Aprilia, Asta sama sekali tidak keberatan dengan permintaan mendiang kakak iparnya.


"Kalian sekarang sudah membaca surat wasiat peninggalan Anita. Artinya tugasku sudah selesai. Sekarang semuanya berada ditangan kalian. Aku berharap kalian dapat memberikan yang terbaik untuk mendiang Anita," kata Sari.


"Baik mbak, kami akan mengusahakan yang terbaik," kata Faris.


"Aku pun juga akan mengusahakan hal tersebut mbak," kata Asta.

__ADS_1


Setelah pertemuan malam itu, mereka mulai jarang bertemu. Terlebih Asta yang sudah sukses membangun perusahaan keluarga dan mulai menemukan jodohnya.


"Begitulah Han ceritanya," kata bu Rika mengakhiri cerita masa lalu yang menjelaskan mengapa mereka ingin menjodohkan Farhan.


__ADS_2