Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 51


__ADS_3

"Baik mah, aku akan menunggu mamah disini, aku juga akan share lokasiku," kata Tiara.


"Iya nak," kata bu Sari.


Panggilan tersebut berakhir.


"Siapa yang menghubungi kamu barusan? pasti ibu mertua ya?," tanya Fira.


"Iya Fir, katanya mau datang kesini jemput aku," kata Tiara.


"Wah, perhatian sekali ibu mertua kamu itu," kata Fira.


"Ya sebenarnya mamah mertuaku mau mengajakku ke suatu tempat," kata Fira.


"Oh gitu," kata Fira.


"Iya," kata Tiara.


"Kita tunggu mamah mertua kamu di warung bakso depan kampus saja yuk!," kata Fira.


"Boleh juga, sudah lama nih tidak makan bakso," kata Tiara.


Tiara dan Fira beranjak dari kursi dan berjalan menuju warung bakso depan kampus.


"Mang, pesan bakso dua porsi," kata Fira.


"Baik mbak," kata tukang bakso.


Fira dan Tiara duduk dikursi yang telah disediakan. Tak lama, bakso pesanan mereka datang.


"Ini mbak baksonya," kata tukang bakso.


"Iya mang, terima kasih," kata Fira.


"Sama-sama mbak," kata tukang bakso.

__ADS_1


Mereka berdua mulai menyantap bakso yang telah dihidangkan dengan porsi yang mereka pesan.


"Rasa bakso disini tidak pernah berubah. Pokoknya rasanya enak sekali, sangat menggugah selera," kata Fira.


"Kamu benar sekali. Racikan bumbunya juga sedap sekali, tidak ada duanya deh bakso mang Udin," kata Tiara.


"Kamu mau minum apa?," tanya Fira.


"Aku mau minum es teh saja," kata Tiara.


"Baiklah, akan ku pesan," kata Fira.


Pesanan es teh pun segera datang. Tiara langsung meminum es teh itu dengan cepat.


"Kamu minumnya kok begitu sih, seperti orang yang berpuasa selama dua bulan saja," kata Fira.


"Aku kebablasan menuangkan cabe dan saus ini ke mangkok baksoku," kata Tiara.


"Pantas saja," kata Fira.


"Ibu mau diantar kemana?,'' tanya Anwar yang sedang menyetir mobil.


"Saya sudah share lokasinya melalui aplikasi what's app ke ponsel kamu," kata bu Sari.


"Baik bu, akan saya buka," kata Anwar.


"Bagaimana? apa kamu tahu rute tercepat kesana?," tanya bu Sari.


"Tidak tahu bu, kita lewat jalan umum yang sering dipakai orang-orang saja bu," kata Anwar.


"Baiklah, tidak apa-apa," kata bu Sari.


Anwar memilih lewat jalan umum yang sering dipakai orang.


"Berapa semuanya mang?," tanya Tiara usai mereka memakan bakso.

__ADS_1


"40,000 ribu rupiah mbak," kata tukang bakso.


"Lho, kenapa kamu yang bayarin Tir, kan aku yang mengajak kamu kesini tadi," kata Fira.


"Tidak apa-apa, sama saja," kata Tiara.


"Hm, mentang-mentang sudah punya suami kaya, sekarang udah boros ya," kata Fira yang menyindir sifat Tiara yang selama ini selalu menghemat.


"Hehehe," Tiara cengengesan.


Tiara mengeluarkan uang pecahan 50 ribu rupiah.


"Ini mbak kembalinya," kata tukang bakso.


"Terima kasih ya mang," kata Tiara..


setelah


..."Sama-sama mbak," kata tukang bakso....


Tiara kembaloi duduk dikursi dan berbincang-bincang dengan Fira.


Bunyi dering ponsel Tiara kembali berbunyi. Ia pun segera mengangkat panggilan tersebut.


"Iya halo mah," kata Tiara.


"Mamah sudah didepan gerbang kampus nak, kamu dimananya?," tanya bu Sari.


"Oh iya mah, aku akan segera kesitu," kata Tiara.


"Baiklah nak, mamah tunggu," kata bu Sari.


"Iya mah," kata Tiara.


"Kenapa Tir?," tanya Fira.

__ADS_1


"Mamah mertuaku sudah didepan gerbang sekarang," kata Tiara.


__ADS_2