
Tiara mulai menyendokkan nasi ke piring mertua dan suaminya. Sandi tersenyum melihat inisiatif yang dilakukan istrinya tersebut.
Kalau dilihat-lihat Tiara memang sangat hormat sama papah dan mamah. Batin Sandi.
Sama halnya seperti keluarga Sandi, keluarga Farhan juga menikmati makan malam bersama.
"Kamu makannya lahap sekali ya nak, tidak seperti biasanya. Kalau biasanya cuma sepiring dan tidak tambah. Sekarang malah hampir dua piring porsinya," kata bu Rika yang melihat putra semata wayangnya makan dengan lahap.
"Hehehe, aku hanya makan siang dengan nasi bungkus dengan porsi yang sepuluh ribuan mah siang ini," kata Farhan.
"Kenapa bisa begitu Han? disekitar coffee shop kamu kan ada beberapa restauran terdekat," kata bu Rika.
"Iya sih mah, tapi tadi siang pelanggan coffee shop kita ramai sekali. Jadi Farhan tidak sempat untuk ke restauran, lebih sibuk bantuin karyawan," kata Farhan.
"Baguslah Han, jadi pendapatan coffee shop kamu meningkat," kata pak Fariz.
"Betul kata papah kamu, mamah jadi ikut senang dengarnya," kata bu Rika.
"Iya pah, mah. Tapi kan pah, mah, tadi siang artis dan model terkenal Lisa Aliandra mampir lho ke coffee shop kita," kata Farhan.
__ADS_1
"Seriusan? wah kren sekali," bu Rika.
"Dia minum kopi atau ada urusan lain Han?," tanya pak Fariz yang juga kaget coffee shopnya didatangi artis terkenal dinegaranya.
"Dia cuma minum kopi sih pah. Dia juga tidak lama tadi, soalnya dia ada urusan mendadak. Biasalah, orang seperti dia kan super sibuk. Tapi aku tadi memiliki kesempatan untuk berfoto dengannya pah,mah," kata Farhan.
"Wah kren juga kamu nak," kata bu Rika.
"Iya mah, aku juga meng-upload foto kami berdua ke sosial media milikku sekaligus sebagai bahan promosi, hehehe," kata Farhan.
"Oh mungkin saja itu alasan kenapa coffee shop kamu siang ini bisa seramai itu," kata pak Faris.
"Sepertinya pendapat papah itu benar," kata Farhan.
Disisi lain, Sandi mengungkapkan rencana keberangkatan bulan madunya Lusa ini kepada kedua orang tuanya diruang santai.
"Pah, mah, Sandi mau bicara sesuatu," kata Sandi.
"Kamu mau bicara San?," tanya pak Airlangga.
__ADS_1
"Begini pah, papah kan waktu itu memberikan aku browsur paket bulan madu. Jadi, aku dan Tiara sudah memilih tempat dan waktu yang tepat untuk berbulan madu," kata Sandi.
"Benarkah? baguslah," kata pak Airlangga.
"Iya pah, aku dan Tiara memilih untuk berbulan madu di Bali lusa ini," kata Sandi.
"Wah, mamah senang dengarnya. Tapi kenapa papah tidak memberi tahu mamah tentang pemberian hadiah papah kepada anak dan menantu kita ini?," tanya bu Sari.
"Maaf mah, papah lupa. Waktu itu spontan saja papah memberikan browsur itu kepada Sandi," kata pak Airlangga.
"Tidak apa-apa pah kalau itu alasannya," kata bu Sari.
"Rencana mau berapa minggu disana?," tanya bu Sari.
"Tidak lama sih mah, mungkin sepuluh hari lebih," kata Sandi.
"Kenapa begitu San? apa kamu banyak pekerjaan dikantor?," tanya bu Sari.
"Tidak mah, masalahnya ada Tiara. Dia sebentar lagi mau PPL perkuliahan dan juga tugas-tugas yang diberi dosen semakin banyak," kata Sandi.
__ADS_1
"Oh begitu rupanya, mamah paham dan mamah juga memaklumi hal itu," kata bu Sari.
"Iya mah, Tiara juga sudah memohon sekali kepada Dosen dan pihak kampus agar memberikan izin untuk Tiara," kata Tiara.