
"Ya mas juga tidak bisa menentukan waktunya kapan? tapi mas janji kalau waktunya tiba mas akan kembali berkunjung ke sini dan mengajak Doni main seperti waktu itu," kata Sandi.
"Janji ya mas, Doni tunggu," kata Sandi
"Iya," kata Sandi mengelus kepala adik iparnya.
Sandi dan Tiara pun pamit pulang kepada bu Lilis dan pak Arifin. Mereka mencium kedua punggung tangan bu Lilis dan pak Arifin lalu pulang.
Sebelum pulang, Sandi mengambil sejumlah uang dan berjumlah sekitar dua ratus ribu rupiah dan kemudian ia memberikan uang itu kepada Doni.
"Ini mas ada uang untuk kamu. Dipakai untuk yang berguna ya dik," kata Sandi.
Doni pun merasa sangat senang mendapatkan uang pecahan dua lembar seratus ribu rupiah dari kakak iparnya. Ia pun mengucapkan terima kasih.
Sandi dan Tiara pun menaiki mobil. Doni sudah tidak nampak sedih lagi.
"Ternyata obat dari kesedihan Doni uang ya mas," kata Tiara.
Sandi melihat balik ke Tiara.
"Ia Tir, kamu benar. Doni tidak lagi menunjukkan wajah sedihnya saat kita pergi," kata Sandi.
Mereka sudah sampai dirumah. Sandi dan Tiara disambut oleh asisten rumah tangga yang biasa bertanya ingin dibuatkan apa?.
__ADS_1
Sandi memesan es kopi dan Tiara memesan es teh. Asisten rumah tangga pun menyiapkan apa yang dipesan oleh majikannya itu.
"Sepertinya papah dan mamah belum pulang ya mas?," kata Tiara.
"Iya sayang, mereka memang belum pulang. Kalau mereka sudah pulang pasti mamah sudah sibu didapur," kata Sandi.
"Hehehe, iya mas," kata Tiara.
Ditengah-tengah obrolan mereka, Sandi mendapat panggilan dari Lisa.
Dirinya pun kaget mendapat panggilan dari Lisa saat ia sedang bersama Tiara. Untung saja ia mengaktifkan mode hening pada ponselnya. Jadi Tiara tidak tahu kalau dia sedang mendapat panggilan telepon dari Lisa.
"Sayang, aku ke kamar mandi dulu ya," kata Sandi.
"Iya mas," kata Tiara.
"Halo sayang, kamu lagi dimana?," tanya Lisa.
"Aku sudah kembali ke rumah. Kenapa kamu tiba-tiba menghubungi aku?," tanya Sandi dengan nada datar.
"Kamu kenapa bicaranya dengan nada seperti itu? apa kamu masih marah?," tanya Lisa.
"Tidak. Aku sedang bersama Tiara saat kamu menghubungiku," kata Sandi.
__ADS_1
"Baguslah kalau kamu tidak marah," kata Lisa.
"Iya," kata Sandi.
"Sayang, aku ingin bertemu dengan kamu. Kapan kita bisa bertemu? aku ingin sekali bertemu dengan kamu," tanya Lisa.
"Haduh, jangan dalam waktu yang dekat ini ya, aku akan sangat sibuk untuk beberapa hari ke depan karena pekerjaanku sudah menumpuk ketika aku pergi ke Bali kemarin," kata Sandi
"Jadi kapan bisanya?," tanya Lisa.
"Aku akan kabari kamu sayang," kata Sandi.
"Iya, tapi jangan lama-lama ya kasih kabarnya," kata Lisa.
"Iya pasti. Kalau begitu aku tutup ya teleponnya," kata Sandi menutup telepon.
"Kenapa cepat sekali sih kamu menutup teleponnya? dia tidak pernah seperti ini. Setiap kali aku minta bertemu dia pasti akan usahakan untuk bisa menemuiku apapun alasannya?," gumam Lisa.
"Ini pasti karena dia sudah mulai merasa nyaman dengan istrinya itu," gumam Lisa.
Sandi kembali ke Tiara.
"Mas sakit perut atau kenapa? lama sekali dikamar mandi," kata Tiara.
__ADS_1
"Tidak kok sayang, hanya saja aku sedang minum air mineral dan aku kembali kebelet buang air kecil," kata Sandi.
"Oh iya mas, Tiara mengerti," kata Tiara.