
Sandi segera menghubungi Lisa.
"Halo sayang, kita ngopi dicoffee shop yang lain saja yuk!," kata Sandi mengajak Lisa berpindah lokasi.
"Hah? kenapa begitu sayang?," tanya Lisa.
"Dicoffee shop ini ada salah satu karyawan yang berteman baik dengan Tiara istriku," kata Sandi.
"Apa? bahaya donk sayang," kata Lisa.
"Kamu buruan pergi dari situ sayang. Aku sudah didepan nih nunggu dalam mobil," kata Sandi.
"Baik sayang, aku tunggu saja disitu," kata Lisa.
"Ok sayang," kata Sandi.
Lisa beranjak dari kursinya dan menghampiri kasir. Dia membayar kopi pesanannya tadi. Usai pembayaran selesai, Lisa meninggalkan kasir dengan langkah kaki yang terburu-buru.
"Lho kenapa cepat sekali mbak? temannya kan belum datang," kata Farhan yang tadi menghidangkan dua gelas vietnam ice coffee.
"Oh, teman saya tidak jadi datang mas, soalnya dia ada kesibukan ditempat lain," kata Lisa mencari alasan.
"Gitu ya mbak, baiklah. Hati-hati dijalan ya mbak, sering-sering datang kesini," kata Farhan.
"Oh, iya mas. Terima kasih mas, saya duluan," kata Lisa.
__ADS_1
"Iya mbak, sama-sama. Silahkan mbak!," kata Farhan.
Lisa melanjutkan langkahnya menghampiri mobil Sandi yang ia sudah lihat saat mengobrol dengan Farhan.
Lisa membuka pintu mobil depan, Sandi tersenyum saat Lisa memasuki mobil. Tanpa basa-basi, Sandi menancapkan gas mobilnya meninggalkan coffee shop milik Farhan.
"Itukan mobil yang aku lihat tadi pagi digerbang," gumam Farhan yang melihat Lisa memasuki mobil Sandi.
Ah tidak mungkin, mobil yang ku lihat tadi pagi digerbang kan mobil suami Tiara, mana mungkin suami Tiara kenal dengan Lisa. Mungkin mobilnya saja yang mirip. Batin Farhan.
"Kok bisa ya sayang aku reservasi dicoffee shop teman istri kamu," kata Lisa didalam mobil.
"Tidak perlu dipikirkan sayang, itu hanya kebetulan saja," kata Sandi.
"Mudah-mudahan saja sayang,'' kata Lisa.
"Ngopinya kita batalin saja sayang, kita makan siang saja ya, aku sudah mulai lapar," kata Lisa.
"Baiklah sayang, aku juga sudah mulai lapar," kata Sandi.
Mereka memilih mengunjungi restoran yang biasa mereka kunjungi selama ini.
Setelah lelah bekerja, Farhan mengistirahatkan diri. Sembari duduk santai dan meminum ice coffee, Farhan memainkan ponselnya. Ia membuka galeri, aplikasi yang menyimpan foto dirinya dan Lisa tadi.
Kren juga nih kalau ku upload distatus what's app, Instagram, dan Facebook. Batin Farhan.
__ADS_1
Farhan mengupload foto itu ditiga sosial media miliknya. Ia juga menambahkan beberapa kata difoto itu.
"Kren juga hari ini coffee shop saya didatangi artis dan model tersohor," tulis Farhan.
Setelah satu jam lebih menghabiskan waktu untuk perawatan tubuh di SPA, bu Sari dan Tiara pun meninggalkan SPA.
"Kemana lagi sekarang kita bu?," tanya Anwar.
"Kita ke restauran War, sudah waktunya makan siang sekarang," kata bu Sari.
"Baik bu," kata Anwar menurut.
"Ternyata perawatan di SPA itu enak sekali ya bu," kata Tiara.
"Iya donk, bukan hanya bertujuan untuk kecantikan semata saja perawatan di SPA itu nak, tapi juga untuk kebugaran tubuh," kata bu Sari menjelaskan.
"Iya bu, aku paham," kata Tiara.
Bu Sari tersenyum.
"Ini ada restauran yang pas bu," kata Anwar.
"Tidak War, kita akan berhenti direstaurant dekat kantor bapak saja," kata bu Sari.
"Kita mau ke kantor bapak juga ya bu?," tanya Anwar.
__ADS_1
"Iya War, saya mau membawa Tiara ke kantor mertua dan suaminya," kata bu Sari.