
''Mas, ini ada minuman, silahkan mas ambil," Tiara menawarkan minuman yang ia beli tadi.
"Wah, terima kasih banyak nona," sang supir berterima kasih.
"Sama-sama mas,'' kata Tiara.
Supir melanjutkan laju mobil.
"Mas supir baru ya,'' tanya Tiara.
"Iya mbak, saya supir baru yang secara khusus ditugaskan oleh mas Sandi untuk jadi supir pribadi non Tiara. Saya bertanggung jawab untuk mengantar non Tiara kemanapun non mau pergi,'' kata supir pribadi Tiara.
"Oh begitu ya mas, pantas saja ini kali pertama saya melihat mas," kata Tiara.
"Iya mbak," kata supir pribadi.
"Nama masnya siapa?,'' tanya Tiara.
"Nama saya Amar non,'' kata Amar.
"Ok deh mas, salah kenal ya mas,'', Tiara menyapa dengan ramah.
"Iya mbak, salam kenal,'' kata Amar.
Tiara sudah sampai dirumah. Dia segera membawa obat pesanan ibunya tadi dan memberikan obat tersebut ke tangan bu Sari.
"Ini mah obatnya," kata Tiara.
__ADS_1
"Iya nak, terima kasih ya," kata bu Sari.
"Iya mah, sama-sama. Papah dimana sekarang?," kata Tiara.
"Papah kamu lagi istirahat nak dikamar," kata bu Sari.
"Begitu ya mah, kalau begitu Tiara kembali ke kamar Tiara ya mah," kata Tiara.
"Iya nak," kat bu Sari.
Tiara sekarang berada dikamarnya. Ia membuka laptop dan mulai mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen.
Tiara nampak sangat serius dalam mengerjakan tugas tersebut.
Disisi lain Farhan sedang berada dikantor ayahnya. Ia berkunjung ke kantor ayahnya tersebut bukan tanpa alasan.
"Pah, kenapa harus sekarang berkas-berkas ini Farhan antar kesini?," tanya Farhan.
"Berkas ini sangat penting," kata pak Faris.
"Oh iya pah, tadi sebelum Farhan kesini Farhan melihat ada selebaran poster Lisa dikantor depan," kata Farhan.
"Oh iya Han, papah memutuskan untuk mengontrak dia sebagai bintang iklan produk terbaru kita. Nama dia sekarang kan tenar sekali tuh, jadi papah yakin dia mampu menambah penjualan kita kedepannya," kata pak Faris.
"Oh begitu alasannya ya pah," kata Farhan.
"Iya Han, apa ada yang salah?," tanya pak Faris.
__ADS_1
"Tidak sih pah, Farhan hanya ingin bertanya," kata Farhan.
"Baiklah," kata pak Faris.
"Kalau begitu Farhan pulang dulu ya," kata Farhan.
"Baiklah kalau kamu mau pulang tapi besok kamu kan kuliahnya lebih cepat pulangnya. Papah mau kamu datang kesini ya saat peluncuran produk pertama kita," kata pak Faris.
"Oh iya pah, Farhan juga sangat senang kalau bisa hadir besok," kata Farhan.
"Kamu perlu lebih dekat juga dengan bintang iklannya, soalnya siapa tahu bisa jadi referensi untuk mengiklankan usaha coffee shop kamu," kata pak Faris.
"Iya lah, ide yang bagus juga tuh," kata Farhan.
Farhan meninggalkan kantor ayahnya setelah berbincang-bincang mengenai acara peluncuran produk terbaru perusahaan ayahnya.
Sandi keluar dari kantor, berbeda dari sebelum-sebelumnya dimana dirinya menggunakan motor, kali ini dirinya diantar oleh supir pribadi.
"Kita mau kemana pagi mas!," tanya supir pribadi Farhan.
"Kita langsung pulang saja pak," kata Farhan
"Baik mas," sang supir menuruti perintah majikannya.
Dalam perjalanan pulang, Farhan melihat ada banyak penjual bunga. Dia berencana membeli bunga-bunga itu untuk diberikan kepada ibunya.
Ibunya adalah penyuka bunga. Begitu banyak jenis bunga yang ia pelihara dirumah.
__ADS_1