
"Syukurlah mah, kalau cuma flu biasa," kata Tiara.
"Iya sayang," kata bu Sari.
Tidak lama, pak Airlangga turun dari atas.
"Kalian sudah pulang ternyata. Papah kira siapa tadi kawan mamah mengobrol," kata pak Airlangga.
Sandi dan Tiara berdiri dari kursi untuk memberikan salam mereka kepada pak Airlangga.
Mereka berdua mencium kedua punggung tangan pak Airlangga dengan penuh hormat.
"Kata mamah, papah kurang sehat ya?," tanya Tiara menunjukkan perhatian.
"Papah cuma flu saja dan sedikit pusing, mungkin karena kelelahan kerja," kata pak Airlangga.
"Tapi papah sudah mendingan belum sekarang?," tanya Tiara.
"Sudah kok nak, alhamdulilah," kata pak Airlangga.
"Syukurlah kalau begitu pah," kata Tiara.
__ADS_1
Mereka pun mengobrol perihal bulan madu Sandi dan Tiara. Pak Airlangga mengajukan banyak pertanyaan kepada putra dan menantunya itu. Ia pun bertanya tentang akomodasi yang ia sediakan apa kah memuaskan atau tidak?.
Jam makan siang pun tiba, mereka beranjak bersama-sama dari kursi menuju ruang makan.
Seperti biasa Tiara pasti akan terlebih dahulu menyendokkan nasi ke piring mertuanya dan suaminya baru ia menyendok nasi ke piringnya sendiri.
Sandi tersenyum melihat tindakan istrinya itu
Mereka mulai menikmati makan siang tersebut dengan nikmat.
Setelah makan siang selesai, Sandi meminta pak Airlangga untuk beristirahat supaya kesehatannya cepat pulih sedangkan Sandi dan Tiara ke kamar mereka dengan membawa barang-barang yang mereka bawa dari berbulan madu.
"Aku rindu sekali dengan kamar kita ini mas," kata Tiara.
"Tidak tahu lah mas, mungkin karena lama ditinggal," kata Tiara.
"Hm, iya deh. Tir, aku gerah nih. Aku merasa lengket. Aku ingin mandi, tapu kamu tolong gosok tubuhku ya," kata Sandi.
"Baik mas," kata Tiara tanpa memberi penolakan.
Sekarang Sandi dan Tiara berada didalam kamar mandi. Mereka mandi bersama, Sandi tidak dapat menahan diri lagi, mereka pun melakukan "hal itu".
__ADS_1
Entah karena kelelahan atau apa?, Sandi dan Tiara memutuskan untuk tidur siang.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 16:00 sore. Tiara masih tertidur disamping Sandi sedangkan Sandi sudah terbangun dari tidur lelapnya.
Sandi memilih menggunakan waktu sore hari ini untuk berolahraga diruang gym pribadi miliknya. Dia sudah cukup lama tidak berolahraga, dirinya juga nampak lebih gemuk dari sebelumnya.
Dia berjalan menuju ruang olahraga dengan membawa air mineral dalam botol.
Tidak lama setelah Sandi pergi ke ruang gym, Tiara terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekelilingnya, ia ternyata sendiri dikamar itu. Ia pun bertanya-tanya kemana Sandi sebenarnya.
Kenapa ia tidak nampak?. Ia pun tidak bersikap berlebihan, saat ini mereka sudah berada dirumah, ia tidak perlu mencari Sandi.
Ponsel Tiara tiba-tiba berbunyi, ternyata itu panggilan dari Sandi. Sandi meminta Tiara membawakan air es untuknya. Ia juga meminta Tiara membawa handuk karena ia lupa membawanya tadi.
Sandi meminta hal itu dibawa ke ruang olahraga.
"Ternyata mas Sandi berada diruang olahraga," gumam Tiara.
Tiara pun keluar dari kamar dan turun ke bawah. Ia mengambil air mineral didalam kulkas kemudian ia juga sudah membawa handuk yang diminta Sandi.
Ia kemudian berjalan ke ruang olahraga milik Sandi yang berada disamping kolam berenang.
__ADS_1
"Ini mas, air mineral dingin sama handuk yang mas minta tadi," kata Tiara.
"Ok, terima kasih ya," kata Sandi.