
"Tidak ada apa-apa sayang, aku hanya ingin bertemu kamu sebelum aku pulang ke Jakarta. Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama," kata Lisa.
"Hm, hari ini kamu mau apa sayang?," tanya Sandi.
"Aku ingin kita berkunjung ke tempat-tempat indah disekitar sini dan foto berdua disana," kata Lisa.
"Kenapa tiba-tiba kamu ingin melakukannya?," tanya Sandi.
"Tidak apa-apa sayang. Hitung-hitung belajar supaya saat melakukan photo shoot prewedding aku tidak merasa kaku," kata Lisa.
Mendengar perkataan Tiara tersebut, hati Sandi merasa sangat terenyuh. Ia mulai menyadari bahwa Lisa sudah tidak sabar dipinang olehnya.
Sandi hanya tersenyum membalas perkataan Lisa tersebut. Dia tidak tahu harus mengatakan apa-apa.
"Iya sayang," kata Sandi.
"Singkat banget kamu ngomongnya sayang," kata Lisa.
"Hehehe, iya deh. Mudah-mudahan kita bisa segera mencapai tujuan kita sayang," kata Sandi.
"Iya sayang," kata Lisa.
__ADS_1
Lisa memperhatikan Sandi membawa sebuah paper bag.
"Kamu bawa apa didalam paper bag itu sayang?," tanya Lisa.
"Oh ini bukan apa-apa sayang. Ini hanya baju ganti," kata Sandi.
"Kamu kenapa bawa baju ganti segala kesini sayang?," tanya Lisa.
"Kamu kan tadi menghubungi aku pagi-pagi sekali. Jadi aku kira ada apa? aku langsung saja kesini tanpa membersihkan diri dahulu. Aku berniat untuk mandi disini oleh karena itu aku membawa baju ganti," kata Sandi.
"Oh karena itu ya sayang, iya deh, aku minta maaf," kata Lisa.
"Iya sayang, tidak apa-apa. Kalau begitu aku mandi dulu ya sebelum kita jalan," kata Sandi yang bersiap-siap untuk bebersih diri.
"Iya sayang," kata Lisa.
"Sepertinya aku lupa membawa obat itu dari rumah sakit," gumam Tiara.
Tiara memutuskan untuk keluar membeli obat peringan rasa nyeri saat haid diapotek terdekat.
Ia menggunakan layanan ojek online untuk sampai ke apotek karena jarak dari hotel ke apotek lumayan jauh.
__ADS_1
Sesudah sampai diapotek, Tiara terlihat pucat dan perutnya sakit. Kepalanya juga mulai sempoyongan.
"Ada yang bisa saya bantu mbak?," tanya karyawan apotek.
Tidak sempat menjawab pertanyaan dari karyawan apotek, Tiara malah tiba-tiba pingsan. Karyawan apotek terkejut melihat Tiara yang pingsan.
Karyawan apotek berjumlah lebih dari satu orang. Mereka secara bersama-sama membawa Tiara ke klinik. Lokasi klinik dan apotek memang berdekatan.
Dokter yang berada di klinik pun sigap melayani Tiara. Sang dokter membawa Tiara ke ruang pemeriksaan. Segera mengecek keadaan Tiara.
Bu Sari nampak merasa tidak tenang saat menjaga toko. Ia terus kepikiran dengan Tiara. Ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Tiara.
Sambungan telepon tersebut pun masuk ke ponsel Tiara. Tidak lama terdengar suara seorang perempuan yang mengangkat telepon bu Sari tersebut.
"Halo bu," kata dokter.
"Halo, ini siapa ya?," tanya bu Sari yang merasa heran kenapa bukannya Tiara yang menjawab sambungan teleponnya malah orang lain.
"Oh, kalau boleh tahu ini siapa ya?," tanya dokter balik bertanya untuk memastikan siapa yang menghubungi pasiennya.
"Ini saya ibu Tiara bu, pemilik ponsel yang sedang ibu gunakan sekarang," kata bu Sari menjelaskan.
__ADS_1
"Oh syukurlah, saya dokter Risma. Saat ini anak ibu sedang sakit dan dirawat diklinik pribadi milik saya," kata Dokter