
Tidak lama kemudian, asisten rumah tangga datang membawa minuman yang dipesan oleh Sandi dan Tiara, yaitu secangkir es teh dan secangkir es kopi.
Mereka langsung meminum kedua minuman itu tanpa aba-aba. Sepertinya mereka sangat haus.
Setelah dahaga mereka hilang, Sandi dan Tiara kembali ke kamar. Mereka memutuskan untuk membersihkan diri. Lagi-lagi Sandi mengambil kesempatan. Ia menggoda istrinya dengan rayuan manis.
Akhirnya Tiara pun menurut saja ketika Sandi "meminta". Mereka pun melakukan hal itu dengan cukup baik. Mereka mengakhiri pertarungan itu didalam kamar mandi.
Kemudian mereka tertidur setelah mandi. Sepertinya mereka kelelahan karena pertempuran itu.
Pak Airlangga dan bu Sari sudah kembali. Mereka kembali sudah cukup malam. Bu Sari memanggil asisten rumah tangga karena ia melihat kondisi rumah yang sepi.
"Dimana Sandi dan Tiara mbak?," tanya bu Sari kepada salah satu asisten rumah tangga.
"Tuan muda dan nona muda sepertinya sedang didalam kamar bu. Mereka sejak tadi sore belum keluar kamar juga," kata asisten rumah tangga memberi penjelasan.
"Pukul berapa tadi mereka sampai?," tanya bu Sari.
"Sekitar pukul 17:00 sore bu, tuan muda dan nona muda sudah sampai dirumah," kata asisten rumah tangga.
__ADS_1
"Sudah sore juga sih," kata bu Sari.
"Iya bu," kata asisten rumah tangga.
Asisten rumah tangga kembali ke belakang. Bu Sari membiarkan putra dan menantunya didalam kamar. Sebenarnya ia ingin membangunkan mereka makan malam tapi ia tidak ingin mengganggu kebersamaan mereka.
Jika mereka ingin makan malam, mereka pasti akan turun ke bawah dengan sendirinya. Batin bu Sari.
Ia pun kembali ke kamar menyusul pak Airlangga. Mereka juga cukup lelah dengan kesibukannya hari ini diluar. Mereka memutuskan untuk tidur.
Pagi pun tiba, hari ini adalah hari pertama Sandi bekerja setelah kembali dari Bali. Begitu pula dengan Tiara, ini adalah hari pertama baginya untuk melaksanakan aktivitas kuliahnya setelah pulang dari Bali.
Seperti biasa, Sandi dan Tiara terlebih dahulu sarapan pagi sebelum berangkat dengan aktivitas masing-masing.
Sesudahnya, mereka berangkat. Tiara merasa tidak sabar untuk pergi ke perkuliahan. Sandi mengemudi dengan kecepatan sedang.
"Sayang, kenapa kamu seperti senyum-senyum begitu? apa yang terjadi?," tanya Sandi.
"Aku merasa senang mas bisa kembali ke aktivitas kuliah," kata Tiara.
__ADS_1
''Kalau aku malah malas kembali ke kantor untuk bekerja hari ini," kata Sandi.
"Lho, kenapa bisa begitu mas? apa ada masalah dikantor?," tanya Tiara.
"Tidak ada sih, hanya saja sekretarisku sudah mengirimkan beberapa email yang berisi pekerjaan yang menantiku dikantor dan itu banyak sekali. Aku sampai bingung akan memulainya dari mana?," kata Sandi.
"Ternyata itu alasannya mas? tapi kan mas belum sepenuhnya melihat pekerjaan yang akan mas kerjakan dikantor kenapa mas sudah merasa kesal sendiri?," tanya Tiara.
"Dari email yang dikirim oleh sekretarisku, aku dapat menerka seberapa banyak pekerjaan yang menantiku," kata Sandi.
"Mas sabar ya," kata Tiara mengelus punggung suaminya tersebut.
"Iya deh," kata Sandi.
Mereka kini sudah mendekati pintu gerbang kampus Tiara.
"Kamu mau diantar sampai dalam atau pintu gerbang sayang?," tanya Sandi.
"Sampai dalam donk mas, masa mas tega membiarkan Tiara diluar gerbang," kata Tiara bersikap manja.
__ADS_1