
"Iya Rik," kata bu Sari.
Setelah melakukan penerbangan kurang lebih dua jam, akhirnya Tiara dan Sandi sampai dibandara.
Tapi Tiara nampaknya tidak mengindahkan pesawat yang akan mendarat. Dia masih terlelap dalam tidurnya. Sandi pun tersenyum melihat istrinya yang tertidur dengan pulas itu.
"Tir, bangun!," kata Sandi membangunkan Tiara dengan menamparnya pelan.
Tiara masih belum tersadar sepenuhnya dari tidurnya. Sandi pun membangunkan Tiara dengan cara yang sama seperti sebelumnya.
Lama-kelamaan, Tiara pun terbangun dari tidurnya.
"Kenapa mas?," tanya Tiara.
"Kita sudah sampai, sebentar lagi pesawatnya akan mendarat," kata Sandi.
"Cepat sekali mas, sampainya," kata Tiara merasa heran.
"Kita kan menggunakan pesawat kesininya bukan menggunakan bus," kata Sandi memberikan guyonan.
"Hm, mas ini, aku kan baru pertama kali naik pesawat terbang, jadi masih merasa asing," kata Tiara.
"Iya deh," kata Sandi.
Saat mereka berbincang, secara bersamaan pesawat telah mendaratkan awaknya dengan selamat.
Pramugari pun memberikan himbauan agar para penumpang turun dari pesawat. Mendengar pengumuman dari pramugari tersebut, para penumpang pun segera turun termasuk Sandi dan Tiara.
__ADS_1
Sesudah turun dari pesawat, mereka melanjutkan perjalanan ke luar gedung bandara dimana travel yang ditugaskan menjemput mereka sudah tiba dan menunggu disana.
Hal itu diketahui Sandi melalui pesan singkat yang dikirim oleh supir travel tersebut.
''Kita langsung ya mas?," tanya Tiara.
"Iya Tir, soalnya mobil yang jemput kita dan yang juga akan mengantarkan kita ke hotel sudah menunggu," kata Sandi.
"Gitu ya mas," kata Tiara.
"Hm," kata Sandi mengangguk.
Mereka melanjutkan langkah mereka menunju mobil jemputan tersebut.
Sandi menghubungi supir travel yang ditugaskan untuk menjemput mereka karena ia melihat banyak sekali mobil didepannya.
"Halo mas, saya sudah didepan nih, mas yang mana mobilnya?," tanya Sandi.
Sandi terdiam dan bingung.
Apa dia sudah mengenali kami?. Batin Sandi bertanya.
"Baik mas," kata Sandi.
Tidak lama lelaki berumur sekitar 30-an datang menghampiri mereka berdua.
"Ayo mas! saya supir travel yang bertugas menjemput mas dan mbaknya," kata supir travel.
__ADS_1
"Oh, baik mas," kata Sandi.
Sandi dan Tiara memasuki mobil secara bersamaan. Setelahnya, supir pun menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Mas, mas kok bisa tahu saya tanpa saya memberi tahu tentang detail saya tadi?," tanya Sandi.
"Saya cuma feeling saja tadi karena cuma mas yang sedang melakukan panggilan," kata supir travel.
"Oh gitu ya mas," kata Sandi.
"Iya mas," kata supir travel.
"Oh iya mas, aku telepon mamah sama ibu ya, mau kasih tahu kalau kita sudah sampai dengan selamat di Bali," kata Tiara.
"Nanti saja kalau sudah sampai dihotel," kata Sandi.
"Baik deh mas," kata Tiara.
Dilain sisi, bu Rika mendapatkan kiriman foto seorang gadis dari bu Sari. Itu adalah foto Aprilia Arief atau panggilan akrabnya Lia.
"Cantik sekali Lia ini ternyata, mirip sekali dengan mendiang mbak Anita. Aku harus menunjukkan foto ini ke Farhan," gumam bu Rika merasa kagum.
"Han," kata bu Rika dengan nada memanggil.
"Iya mah," kata Farhan menjawab panggilan ibunya itu.
"Kamu lagi apa sayang?," tanya bu Rika.
__ADS_1
"Biasalah mah, main game untuk menghibur diri," kata Farhan.
"Oh main game, kh iya nih, mamah sudah dapat kiriman foto Lia itu dari tante Sari," kata bu Rika.