Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 152


__ADS_3

Oleh karena itu Farhan ingin membeli bunga untuk ibunya.


"Mbak berapa harga bunga ini," Farhan memilih salah satu bunga yang menurutnya bagus dan menarik.


"120,000 rupiah mas,'' kata karyawan toko bunga.


"Baik mbak, saya beli 2," Farhan memilih bunga dengan jenis yang sama.


Tidak lama kemudian ada seorang laki-laki yang ikut membeli bunga ditoko tersebut.


Dia adalah Sandi. Sandi hendak membeli bunga untuk Tiara. Tiara juga sangat menyukai bunga.


"Mas Sandi?," panggil Farhan.


"Oh iya, Farhan kan," kata Sandi.


"Iya mas," kata Farhan.


"Maaf Han, aku tidak melihatmu tadi," kata Sandi.


"Tidak apa-apa mas, santai saja. Mas mau beli bunga juga?," kata Farhan.


"Iya Han, aku ingin membeli bunga untuk Tiara," kata Sandi.


"Oh begitu ya mas," kata Farhan.


Ternyata romantis juga suami Tiara. Batin Farhan.


"Iya, tapi aku bingung mau beli bunga apa untuk Tiara? kamh tahu tidak bunga kesuksesan Tiara?," tanya Sandi.

__ADS_1


"Mas tidak apa-apa kalau aku beri tahu bunga kesukaan Tiara?," tanya Farhan.


"Tidak apa-apa donk, memangnya kenapa?," tanya Sandi.


"Ya tidak enak saja mas, Tiara kan sudah jadi istri mas," kata Farhan.


"Oh karena itu? aku kan meminta saran darimu," kata Sandi.


"Baiklah mas, biasanya Tiara suka bunga mawar," Farhan memberi saran.


"Benarkah? baiklah aku akan memberi ia bunga mawar," kata Sandi.


"Iya mas, Tiara pasti suka," kata Farhan.


"Ok Han, terima kasih untuk sarannya," kata Sandi.


"Iya mas, sama-sama," kata Farhan.


"Pacar? aku tidak memiliki pacar mas. Aku membeli bunga ini untuk ibuku mas, kebetulan ibuku juga sangat menyukai bunga," kata Farhan.


"Masa ia sih lelaki setampan kamu tidak memiliki pacar?," Sandi merasa tidak percaya.


"Ia mas, aku tidak berbohong, sungguh," kata Farhan.


"Apa kamu memang tidak ingin berpacaran? atau karena ada masalah lain?," Sandi bertanya lebih dalam.


"Aku menyukai seorang gadis mas, tapi sayang sekali, aku ditinggal menikah sebelum aku menyampaikan perasaanku kepadanya," kata Farhan.


"Wah, sedih sekali yang kamu alami ini. Aku ingin tahu siapa sih gadis yang menyakiti hatimu itu?," kata Sandi yang ikut merasa jengkel.

__ADS_1


Gadis itu adalah istrimu sendiri mas. Batin Farhan.


"Dia adalah teman kuliahku juga mas. Tiara pasti tahu," kata Farhan.


"Baiklah Han, sabar saja! pasti nanti Tuhan akan berikan perempuan yang terbaik untukmu dan akan menjadi pendamping hidupmu juga," kata Sandi


"Iya mas, terima kasih," kata Farhan.


"Iya Han," kata Sandi.


"Ok mas, kalau begitu aku pulang dulu ya," kata Farhan.


"Iya Han, aku juga mau pulang," kata Sandi.


Farhan meninggalkan Sandi. Ia memasuki mobil dan perlahan meninggalkan toko bunga.


"Berapa harga bunga ini mas?," tanya Sandi.


"90,000 ribu rupiah mas," kata karyawan toko bunga.


"Ini mbak," Sandi mengeluarkan uang pecahan 100 ribu rupiah.


Karyawan tersebut memberikan kembalian uang Sandi dengan uang pecahan 10,000 ribu rupiah.


Sandi pun kembali memasuki mobilnya setelah membeli bunga itu. Bunga tersebut ia letakkan dikursi depan samping tempat duduknya.


"Mudah-mudahan Tiara menyukai bunga yang ku beli ini," gumam Sandi memandang ke arah bunga yang ia beli tadi.


Ia kembali melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Sandi sudah sampai dirumah. Ia langsung naik ke kamar. Ia hendak masuk namun pintu terkunci.


__ADS_2