Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 70


__ADS_3

"Jadi itu ternyata alasan mamah ingin menjodohkan aku dengan gadis yang bernama Aprilia itu?," kata Farhan.


"Ia nak, kamu benar," kata bu Rika.


Tidak ada salahnya aku menerima usul yang diberikan oleh papah dan mamah. Lagi pula aku sudah kehilangan harapanku untuk Tiara yang kini sudah menjadi istri orang lain. Batin Farhan.


"Hm, tidak ada salahnya sih mah kalau mamah dan papah pertemukan aku dengan gadis itu," kata Farhan.


Pak Faris dan ibu Rika tersenyum mendengar perkataan putra semata wayangnya itu.


"Papah sangat senang mendengar apa yang baru saja kamu katakan Han," kata pak Faris.


"Iya pah, tapi Farhan ada satu pertanyaan yang harus papah dan mamah jawab," kata Farhan.


"Apa itu nak?," tanya bu Rika.


"Jika ternyata nanti Farhan atau Aprilia tidak menyukai satu sama lain atau tidak menyetujui perjodohan ini, apakah perjodohan ini tetap akan dilakukan?," tanya Farhan.


Bu Rika bingung menjawabnya.


"Perjodohan ini tidak harus dilakukan jika salah satu pihak menolak," kata pak Faris.

__ADS_1


"Oh begitu ya pah? papah serius kan ?," tanya Farhan.


"Serius Han, setiap hal yang dipaksakan tidak akan baik hasilnya," kata pak Faris.


"Baiklah pah, Farhan paham. Jadi kapan kita bisa menemui gadis itu?," tanya Farhan.


"Begini sayang, sebenarnya ada yang terpotong dari cerita mamah tadi," kata bu Rika.


"Apa yang terpotong dari cerita mamah tadi?," tanya Farhan.


"Jadi tante Asta, tantenya Aprilia sudah pindah setelah menikah dengan salah satu pengusaha dikota xxx, sekarang kemungkinan mereka tinggal disana," kata bu Rika.


"Lalu, apa mamah dan papah tahu alamat tempat tinggal mereka yang baru?," tanya Farhan.


"Baguslah mah, kalau begitu," kata Farhan.


"Iya nak," kata bu Rika.


"Bagaimana kalau besok malam kita kesana, sekaligus makam malam bersama. Kamu bisa kan?," tanya pak Faris.


"Bisa pah, aku tidak ada kegiatan besok malam," kata Farhan.

__ADS_1


"Baiklah," kata pak Faris.


"Mah, pah, kalau gitu Farhan tidur duluan ya, soalnya Farhan hari ini lelah sekali. Farhan juga ada jadwal ulangan besok," kata Farhan.


"Iya sayang, kamu boleh tidur duluan," kata bu Rika.


"Baik mah, pah, aku tidur duluan, selamat malam," kata Farhan.


Farhan pun beranjak dari kursi dan melangkahkan kakinya menuju kamar. Tanpa aba-aba, dia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur setelah seharian ini bekerja dicoffee shop.


"Syukur ya pah ternyata anak kita tidak menolak untuk dijodohkan dengan anak mendiang mbak Anita," kata bu Rika.


"Iya mah, papah juga senang Farhan tidak berkeberatan dengan perjodohan ini," kata pak Faris.


Malam sudah semakin larut, pak Faris dan bu Rika pun memilih beristirahat.


Seperti biasanya, pagi ini Tiara sudah berada dikampus. Ia diantar oleh Sandi. Pagi ini mereka ada ulangan dengan salah satu dosen.


Tiara merasa asing, biasanya kalau ada ulangan seperti ini Farhan pasti sudah datang dijam segini tapi pagi ini nampak sangat berbeda.


Farhan memang sengaja berangkat lebih siang karena ia ingin menjauh dari Tiara. Dia masih belum bisa menghapus kekecewaannya karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Lima belas menit setelah kedatangan Tiara, Fira pun sampai dikelas.


"Wah rajin sekali belajarnya nak," kata Fira yang menyindir Tiara yang sedang membaca buku dengan serius.


__ADS_2