
"Ini mas pesanannya," kata penjual makanan.
Mereka mengambil makanan tersebut.
Lisa kembali menghubungi Sandi. Sandi memang sudah membuat mode hening pada ponselnya, jadi hanya getaran saja. Ia melihat ponselnya, ternyata panggilan dari Lisa lagi.
Mungkin ini karena aku tidak menjawab pesan yang ia kirimkan tadi. Batin Sandi menerka-nerka.
"Kenapa mas?," tanya Tiara yang melihat Sandi terdiam saat melihat ponselnya.
"Tidak apa-apa Tir," kata Sandi.
"Iya mas," kata Tiara.
Sebaiknya aku angkat saja telepon dari Lisa ini. Batin Sandi.
"Tir, kamu tunggu sebentar ya, aku mau buang air kecil sebentar," kata Sandi.
"Baik mas," kata Tiara.
Sebenarnya aku tidak kebelet, hanya saja aku harus cari alasan supaya aku bisa jawab telepon dari Lisa. Batin Sandi.
Tiara duduk disebuah kursi yang berbentuk seperti kursi taman. Saat ia menikmati makanan pedasnya, tiba-tiba sebuah badut datang menghampirinya.
__ADS_1
Badut tersebut menari-nari didepan Tiara sampai-sampai Tiara tertawa terbahak-bahak. Tiara pun memberikan sejumlah uang untuk Badut yang telah menghiburnya itu.
Sandi kini sudah berada dikamar mandi. Ia menelpon balik Lisa.
"Halo sayang," kata Sandi.
"Halo, kamu kemana saja sih? kenapa aku hubungi dari kemarin-kemarin tidak diangkat? dan kenapa juga baru sekarang kamu hubungi aku?," tanya Lisa bertubi-tubi dengan perasaan yang dipenuhi dengan rasa kesal.
"Aku betul-betul minta maaf sayang. Aku akui aku salah sama kamu tapi ada alasannya kenapa aku tidak angkat telepon kamu dan baru sekarang aku menghubungi kamu," kata Sandi.
"Kamu mau alasan apa lagi sekarang?," kata Lisa.
"Sayang, saat ini aku selalu bersama Tiara dan tidak ada waktu bagi kami untuk berpisah," kata Sandi.
"Kenapa kamu bilang aku bohong sayang?," tanya Sandi.
"Kamu kan bisa cari waktu yang luang atau kamu tinggalkan dia dengan berbagai alasan untuk beberapa menit saja. Masa iya, kamu tidak bisa? kan itu sangat aneh," kata Lisa.
"Iya deh sayang, aku salah. Aku minta maaf," kata Sandi.
"Sudahlah sayang, lupakan saja!," kata Lisa.
"Iya sudah begini saja, bagaimana caranya supaya kamu mau memaafkan aku?," tanya Sandi memohon.
__ADS_1
"Sekarang temui aku dibandara!," kata Lisa memberi syarat.
"Haduh, aku tidak bisa sayang," kata Sandi.
"Kan kamu itu sebenarnya sayang tidak dih samaku? kamu tadi bilang minta aku maafkan, sekarang kamu malah bilang tidak bisa. Kamu tidak konsisten banget jadi laki-laki," kata Lisa.
Kalau aku temui Lisa ke bandara kasihan Tiara difestival sendiri. Padahal dia sangat excited saat aku ajak ke festival ini. Batin Sandi.
""Kamu kok diam saja sih sayang," tanya Lisa kepada Sandi kenapa dia terdiam?.
"Iya sayang, maaf. Aku betul-betul tidak bisa kalau kamu minta itu tapi aku janji akan bersama kamu full time besok," kata Sandi.
Lisa merasa senang dengan janji yang diucapkan Sandi.
"Kamu tidak bohong kan?," tanya Lisa.
"Iya sayang, aku tidak bohong," kata Sandi.
"Iya sudah, aku maklumi kamu tidak bisa menjemputku ke bandara sekarang. Tapi kamu ingat baik-baik ya! kalau kamu besok tidak tepati janji aku tidak akan memaafkan kamu," kata Lisa dengan nada ancaman.
"Iya sayang, terima kasih ya untuk pengertian kamu," kata Sandi.
"Iya," kata Lisa.
__ADS_1
"Ok sayang, aku tutup teleponnya yah," kata Sandi.