
"Tidak apa-apa mas, aku hanya memikirkan masalah perkuliahan saja. Tugas dikampus juga makin bertumpuk seperti cucian kotor," kata Tiara.
"Hehehe, kamu bisa saja. Aku juga pernah berada diposisi itu. Memang hal itu sangat mengganggu dan banyak menghabiskan waktu luang kita," kata Sandi.
"Oleh karena itu mas aku terlihat murung," kata Tiara.
"Ok Tir, aku paham. Kalau kamu ada masalah apapun cerita saja padaku! aku kan sekarang suami kamu," kata Sandi memandang ke arah Tiara dengan senyuman.
"Baik mas," kata Tiara.
Farhan melihat matahari mulai terbenam, ia memutuskan untuk pulang karena ia juga sudah sangat lelah seharian ini.
Dalam perjalanan pulang Farhan bertemu dengan pak Arifin. Pak Arifin sedang memperbaiki sepeda motor miliknya dibengkel.
Farhan memarkirkan sepeda motornya di halaman bengkel. Ia turun dan menghampiri pak Arifin.
"Sepeda motornya kenapa pak?," tanya Farhan.
"Oh Iya, lho Farhan," kata pak Arifin kaget ada yang berbicara dengannya.
"Iya pak," kata Farhan.
"Saya juga tidak tahu Han, tiba-tiba motornya mati saat dijalan dekat sini," kata pak Arifin menjelaskan.
"Oh gitu ya pak," kata Farhan.
__ADS_1
"Maaf pak, motornya harus menginap dulu soalnya kerusakannya cukup parah," kata tukang bengkel menyela pembicaraan Farhan dan pak Arifin.
"Wah, gitu ya mas. Kira-kira butuh berapa hari ya supaya motornya bisa diambil?," tanya pak Arifin.
"Besok sore sudah bisa diambil kok pak," kata tukang bengkel.
"Oh begitu ya. Baiklah, besok sore saya ambil motornya," kata pak Arifin.
"Oh siap pak," kata tukang bengkel.
"Jadi bapak pulangnya gimana?," tanya Farhan.
"Bisa naik angkot atau ojek online Han," kata pak Arifin.
"Bagaimana kalau saya saja yang antar bapak pulang?," tanya Farhan.
"Tentu tidak pak, santai saja!" kata Farhan.
"Kalau begitu baiklah, bapak setuju diantar," kata pak Arifin tertawa kecil.
"Baik pak, mari pak!," kata Farhan.
Mereka berdua menaiki motor.
Sesampainya dirumah, Sandi menyempatkan diri untuk ke ruang fitness untuk berolahraga. Sudah beberapa hari ini dia tidak pernah memiliki waktu luang untuk berolahraga. Tubuhnya mulai cepat letih karena jarang berolahraga.
__ADS_1
Sedangkan Tiara memilih untuk membersihkan diri dan berbaring dikamar sebelum makan malam tiba.
Setelah setengah jam menghabiskan waktu dalam perjalanan, kini pak Arifin dan Farhan sampai dirumah.
Bu Lilis yang kebetulan sedang menyapu halaman pun kaget karena pak Arifin diantar seorang laki-laki berhelm.
Farhan membuka helmnya dan bu Lilis segera mengenali wajahnya.
"Lho nak Farhan, kok bisa bareng bapak?*" tanya bu Lilis.
"Iya bu," kata Farhan sembari mencium kedua punggung tangan wanita separuh baya tersebut.
"Motor bapak masuk bengkel bu," kata pak Arifin menjelaskan mengapa Farhan mengantarkannya pulang.
"Lho, kok bisa mendadak rusak sih pak?," tanya bu Lilis.
"Tadi motornya tiba-tiba saja mati. Bapak coba hidupin tetap tidak bisa. Jadi bapak bawa ke bengkel dan kata bengkelnya rusaknya agak parah. Kata orang bengkelnya suruh nginap dulu motornya," kata pak Arifin.
"Jadi kapan bisa diambil motornya pak?," tanya bu Sari.
"Kata tukang bengkelnya besok sore sudah bisa diambil bu," kata pak Arifin.
"Syukurlah pak," kata bu Sari.
"Iya bu," kata pak Arifin.
__ADS_1
"Haduh, kita keasyikan ngobrol sampai tidak menyuruh nak Farhan masuk ke rumah," kata bu Sari.
"Hehehe, tidak apa-apa bu. Saya mau langsung saja, sudah mau malam soalnya," kata Farhan.