Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 93


__ADS_3

"Iya," kata Lisa.


"Tiara pasti sudah menungguku, aku harus cepat-cepat temui dia," gumam Sandi.


Sandi berlari dengan terburu-buru. Kini dia sudah berada disamping Tiara.


"Kenapa lama sekali mas? dan kenapa mas terengah-engah?," tanya Tiara.


"Maaf Tir, aku tadi antri. Antriannya juga panjang sekali. Aku tadi lari dari kamar mandinya, takut kamu sudah menunggu lama," kata Sandi.


"Oh karena itu, aku juga sudah mulai bisa menjadi menunggu mas sebenarnya, hehehe," kata Tiara.


"Iya maaf deh," kata Sandi.


Tiara tersenyum.


"Mas, aku pingin main komedi putar nih," kata Tiara.


"Dimana komedi putarnya?," tanya Sandi.


"Itu mas, ada disana," kata Tiara menunjuk lokasi komedi putar tersebut.


"Ayo kita kesana!," kata Sandi.


Tiara menaiki komedi putar tersebut. Sandi pun begitu. Tapi sayang, semua kursi kuda sudah penuh dengan penumpang, mau tidak mau Sandi dan Tiara harus naik pada satu kursi kuda berdua.

__ADS_1


Tiara duduk diposisi depan dan Sandi duduk diposisi belakang. Komedi putar berjalan dengan kecepatan sedang, semua penumpang nampak menikmatinya, begitu juga dengan Sandi dan Tiara.


Mereka merasa sudah cukup puas untuk memainkan wahana komedi putar tersebut.


Tiara melihat begitu banyak pasangan yang antri pada salah satu tempat yang ada difestival tersebut.


Tiara merasa penasaran, dia pun segera datang menghampiri mereka. Ternyata ada lomba yang unik yang akan diadakan.


Lomba itu sejenis lomba karung, Dimana setiap pasangan berlari dengan kaki berada didalam karung. Tiara merasa tertantang dengan lomba unik itu.


"Mas, kita ikutan lomba ini yuk!," kata Tiara.


"Kamu yakin bisa?," tanya Sandi.


"Bisa mas, aku yakin. Hadiahnya juga lumayan mas, uang tunai 500,000 rupiah," kata Tiara.


"Iya mas," kata Tiara.


"Mas, saya dan istri saya juga mau daftar ikutan lomba ini," kata Sandi.


"Baik mas," kata petugas.


Perlombaan pun dimulai. Prosesnya tidak begitu lama. Perlombaan ini hanya dilakukan satu putaran saja dan langsung mengambil pemenang tunggal. Semua peserta langsung diadu.


Permainan dimulai. Sandi dan Tiara mengambil posisi paling depan, mungkin karena mereka sangat bersemangat. Namun sayang, pada saat dipertengahan, Tiara terjatuh.

__ADS_1


Sandi segera mengangkat istrinya itu berdiri. Alhasil mereka jadi tertinggal. Namun bukan hanya mereka saja yang terjatuh masih ada pasangan lain yang ikut terjatuh.


"Kamu tidak apa-apa kan?," tanya Sandi.


"Tidak apa-apa kok mas," kata Tiara.


"Baguslah," kata Sandi.


Permainan selesai dan pemenang pun sudah terpilih. Hadiah juga diberikan kepada pemenang tersebut.


Tiara dan Sandi meninggalkan lokasi lomba karung itu untuk mencari hiburan lainnya.


Sandi memperhatikan ekpresi raut wajah Tiara yang nampak lesu.


"Kamu kenapa? kenapa wajahnya ditekuk begitu?," tanya Sandi.


"Aku kecewa mas kita kalah dalam lomba tadi," kata Tiara.


"Kenapa kamu kecewa? kamu kan terjatuh karena memang susah sekali untuk berlari didalam karung. Lagi pula bukan hanya kita yang terjatuh dan bukan hanya kita juga yang kalah, banyak yang kalah," kata Sandi.


"Iya sih mas, tapi kita tadi mengambil posisi terdepan. Tinggal sedikit lagi, eh aku malah jatuh," kata Tiara.


"Sudah, kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Kita kesini untuk mencari hiburan bukan kesedihan. Ayo kita cari minum. Aku haus sekali karena lari-lari tadi," kata Sandi.


"Iya mas, ayo!," kata Tiara.

__ADS_1


Mereka berjalan mencari minum untuk memuaskan dahaga.


__ADS_2