PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Season 3. 14


__ADS_3

Sebuah rasa yang sejatinya selalu hadir pada setiap insan, nyatanya Tuhan memiliki alasan dibaliknya. Setiap rasa sakit dan penderitaan yang di rasakan setiap makhluk, selalu ada tawa bahagia setelahnya.


Tuhan selalu memiliki cara untuk senantiasa bersikap adil. Baik kita menyadarinya, maupun tidak.


Disinilah Vanya berada, duduk seorang diri di taman kota tanpa seorang teman pun. Gadis itu tengah ingin sendiri selepas kepulangan kedua orang tuanya.


Sebuah tamparan keras telah ia dapatkan, melalui gamblangnya masa lalu cintanya dengan Dewa. Jahatkah ia? Mengapa harus dirinya yang di salahkah? Setelah prahara masa lalu melandanya, kini Vanya sadar, bahwa mungkin ini jalan Tuhan untuk tidak menjodohkannya dengan Dewa.


Hanya saja, mengapa rasanya terhadap Dewa masih tak pernah berubah, meski semuanya telah berlalu lebih dari dua tahun lalu? Vanya tak tau, apa alasan di baliknya.


Sepucuk harapan, Vanya memang memiliki secuil impian dan sepucuk harapan untuk kisah cintanya dengan Dewa berakhir bahagia.


Setelah menelusuri banyak hal, dan dari beberapa orang, Vanya dan Dewa menyelidiki, rupanya Tasya lah orang di balik semua kehancuran hubungan Vanya dan Dewa. Sayangnya, harus Nika yang jadi korbannya.


Sedang di rumah Dewa dan Anika, mereka kedatangan tamu dari kota paling timur di Jawa timur. Dia adalah Kania, datang seorang diri tanpa Niko Karena dirinya sangat merindukan Vio, cucunya.

__ADS_1


Wanita itu merasa perasannya tak enak dan ada sesuatu yang menimpa Anika dan juga Dewa. Meski tidak tahu persis dengan apa yang terjadi sebenarnya, namun hati Kania seolah ingin segera datang dan datang saja.


"Mama?" Anika menatap ibunya yang sudah beberapa bulan ini tak dijumpainya. "Mama datang? Sendirian aja? Papa sama kak Fatih mana?" Anika segera berhambur, menyongsong mamanya ke dalam pelukan.


"Mama datang sendirian karena kangen sama vio. Kakakmu dan papa juga sedang banyak pekerjaan. Jadi mama putuskan untuk datang seorang diri. Mana vio?"


"Vio sedang di asuh Siska di atas, ma. Ayo Mama masuk dulu."


Kania mengangguk dan segera memasuki rumah putrinya. Tampan sekali Dewa baru turun dari tangga dan terkejut saat mendapati ibu mertuanya yang menurutnya istimewa itu, dayang berkunjung.


"Mama? Mana apa kabar? Apa mama datang seorang diri?"


"Mama sendirian, papa dan Fatih sedang banyak kerjaan yang nggak bisa ditunda. Jadi maaf ya. Mama kangen sekali sama vio." Dewa mengangguk paham dan segera pamit untuk berangkat kerja.


"Maaf, ma. Pagi ini Dewa mau kerja dulu dan nggak bisa ditinggal gitu aja, Ada pertemuan penting dengan para petinggi perusahaan. Nanti Dewa akan pulang lebih cepat. Dewa janji."

__ADS_1


Nyatanya memang Dewa sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Hanya saja, bagi Anika yang sudah tercoreng kepercayaannya, membuat Anika mengira bahwa Dewa tengah mengadakan janji temu sepagi ini dengan kakak sepupunya, Zhivanya.


"Ya sudah, hati-hati di jalan, nak. Mama juga lelah dan ini baru mau istirahat."


Dewa berlalu pergi begitu saja tanpa pamit pada Anika. Semalam, Dewa bahkan sudah sangat jengkel pada Anika dan pagi ini, jengkelnya masih juga belum reda.


Melihat gelagat lain Dewa terhadap Anika, Kania jadi yakin, rumah tangga putrinya Sedang tak baik-baik saja. Jadi, inilah alasan hatinya yang tak pernah tenang beberapa hari terakhir.


"Nika?"


"Iya, ma?


"Apa yang menimpa rumah tangga kamu, sampai Dewa mengacuhkan kamu pagi ini?"


**

__ADS_1


Kania susah muncul, dan akan kembali update sikap barbar nya besok.


para penyuka kisah Kania, Jangan lupa dukung ya.


__ADS_2