
"Mbak Anita, udah deh. Jangan mau di bohongi mas Niko. Mungkin mas Niko cuma mau main-main aja sama mbak Anita. Jodoh sebenarnya mas Niko itu, aku"
~part sebelumnya~
Anita terpaku. Mulutnya terbuka dan Matanya melotot ke arah Kania yang begitu berani dan tak terusik akan kehadirannya.
'Ini bener adiknya Kenan? Apa iya? Kok beda banget sama mas nya?'
Batin Anita bertanya-tanya.
Begitulah Kania. Dengan tingkat kepercayaan dirinya yang terlalu tinggi, membuat siapapun yang menjadi rivalnya menciut nyalinya.
Niko? Tentu saja Niko terbengong menatap Kania dengan bingung. Pasalnya, Kania mengatakan bahwa papa Kania yang tak lain adalah Fandy, akan menikahkan Kania dengannya. Tentu ini menjadi pertanyaan besar untuk Niko.
"Ka....kamu?? Kania please. Jangan merusak suasana. Kamu tau kan ka......" Niko tak menyelesaikan kalimatnya saat Kania memotong nya begitu saja.
"Aku tau semuanya. jadi jangan ngomong apapun lagi. Mas Niko jangan tega dong sama mbak Anita. Dia juga wanita. Kalau mbak Anita serius sama mas gimana? Biar bagaimana pun nggak ada yang bisa ngebatalin rencana papa. Mas nik tau papa kan? Jika aku yang minta maka terjadi lah. Jadi, mas berhenti ya mainin perasaan mbak Anita!" Kania mengoceh panjang lebar dengan tak tau malunya. "Aku sebagai wanita juga nggak mau di permainkan, mas".
"Nik.....?", Anita tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia seperti orang bodoh yang berada diantara sepasang kekasih yang lagi berselisih paham. Rasanya Anita ingin menenggelamkan dirinya ke dasar lautan daripada harus menghadapi gadis macam adik Kenan ini.
"Bentar Anita, bentar. Kamu tunggu di sini sebentar", ucap Niko pada Anita dan menarik Kania yang pasrah saja di bawa oleh nik keluar ruangan.
Sesampainya di lorong menuju ruang kerja Niko, Niko pun melepaskan tangan Kania dan melirik ke segala arah, memastikan agar tak ada siapapun yang melihat atau mendengarkan mereka.
"Kania... Please jangan buat kekacauan. Aku nggak mau ya di tuduh selingkuh. Kita.... Antara kita nggak ada apa-apa Kania. Kamu... kamu harus ngerti dong, please", ucap Niko memohon.
"Antara kita sekarang memang nggak ada apa-apa, mas Niko. Tapi sebentar lagi kita bakal nikah dan punya anak.", Kania masih yakin dengan dirinya. Pemicu nya adalah janji sang papa yang menjanjikannya untuk dekat dengan Niko, namun setelah kuliah Kania selesai.
"Aku semakin nggak ngerti sama jalan pikiran kamu, Kania. Apa yang om Fandy bilang sebenernya?". Niko nampak frustasi.
"Papa bilang akan menikahkan aku sama mas nik kalau aku mau kuliah. Ya.... aku mau aja kuliah, nggak apa-apa kok aku nggak keberatan asal aku nikah sama mas, apapun sarat yang di ajukan papa", jawab Kania dengan wajah polosnya. Sungguh, Niko saat ini benar-benar pening karna Kania.
"Aku mau ketemu sama om Fandy", Ucap Niko pelan.
"Jadi, mas Niko bersedia ngejadiin aku calon istri mas?", Tanya Kania dengan mata berbinar-binar.
Tanpa menunggu jawaban Niko, Kania segera saja memeluk Niko dan menyelipkan kedua tangannya ke arah punggung Niko.
Niko yang baru pertama kali di peluk Kania pun tak mampu menolak dan merasakan dadanya bergemuruh hebat, Jantungnya berpacu cepat, dan darahnya berdesir kuat.
"Jangan menghindar mas Niko, sebentar aja biarin aku nyaman dengan posisi seperti ini. Aku... aku ketagihan sama wangi mas Niko", ungkap Kania tanpa malu.
Tanpa mereka sadari, Anita muncul dari ruang kerja Niko dan tubuhnya terpaku tepat di pintu dengan tangan masih memegang gagang pintu.
Dari arah berlawanan dengan Anita, Kenan datang dan terbengong-bengong melihat adik dan sahabatnya berpelukan.
__ADS_1
Niko yang merasa nyaman pun tanpa sadar mengarahkan tangannya untuk memeluk Kania. Menyesap aroma mawar di rambut Kania. Harum yang begitu menenangkan hati Niko.
Hingga beberapa menit mereka berpelukan tanpa ada yang memulai untuk menyudahinya.
Anita masih terpaku di tempatnya, Kenan menyadari itu. Akhirnya Kenan pun berinisiatif menghentikan adegan romantis di depan nya.
"Ehmm", Kenan berdehem dan mengejutkan dua insan yang saling berpelukan itu. Tentu saja mereka terusik dengan kehadiran Ken yang tiba-tiba.
"Mas Ken?", Kania menunduk dan tersipu malu. Sedang Niko sudah salah tingkah di buatnya.
"Kania, pulang sana. Kerjaan Niko nggak kelar-kelar kalau kamu datangi Niko sebagai wanita penggoda", kata Kenan ringan. Kania pun mengerucutkan bibirnya.
"Enak aja. Aku buksn wanita penggoda ya, aku datang sebagai calon istri mas Niko. Puas?", Sahut Kania yang tak mau kalah. Kenan pun mengatupkan bibirnya dengan rapat untuk menahan tawa agar tak meledak begitu saja.
Anita? Tentu saja dia tak bisa berkata apapun lagi. Anita tepat seperti obat nyamuk yang menunggu sepasang sejoli itu.
"Sana pulang. Mas Ken sama Niko mau ada rapat sama supplier. kamu udah di tunggu sama Vanya dirumah", Usir Ken pada adiknya.
"Kak Anjani udah dirumah?"
"Udah".
"Ya deh aku pulang", jawab Kania dengan lesu kemudian mengalihkan tatapannya pada Niko. "Mas, aku pulang dulu ya, di dalem tadi rantangnya isi makan siang mas nik. Cepet dimakan jangan telat makan nanti sakit. Aku pamit".
Niko mengangguk dan tersenyum kecil ke arah Kania. Dengan berani, Kania mengecup sekilas pipi Niko. sontak saja Niko, Ken dan Anita melotot ke arah Kania yang.....terbilang sangat berani.
Saat ini, Kenan, Niko dan Anita tengah duduk di dalam ruangan Niko setelah setengah jam lalu Kania pulang. Suasana kembali tenang. Namun tidak untuk suasana hati Niko yang semakin kacau Karna ucapan Kania yang katanya Fandy akan menikahkan Kania dengan dirinya.
"Ken?", Anita memandang Kenan dengan suara penuh selidik.
"Apa?". Jawab Ken santai.
"Kata Niko Lo udah nikah, bener?",
"Iya bener. udah lama dan udah punya anak juga berusia hampir empat bulanan gitu", jawab Kenan.
"Kenapa nggak ngasi gue undangan?"
"Bentar lagi gue bakalan ngadain resepsi. Pasti semua gue undang". Kenan tersenyum kecil. Mengingat pernikahannya dengan Anjani, membuat Ken di penuhi dengan kebahagian.
"Lo kenapa nik?", Tanya Kenan ke arah Niko yang bengong.
"Gue nggak habis pikir sama adek Lo Ken. Baru aja mulai bikin sandiwara,..... dia.... Ah Lo lihat CCTV aja ya biar tau jelas gimana tadi Kania datang.", Ucap Niko dengan lemas.
Anita dan Kenan terbahak.
__ADS_1
"Nggak usah sok sedih deh. Kalau Lo emang serius suka sama adek gue, gue dan keluarga gue nggak mungkin halangi.", kata Kenan dengan wajah serius setelah menyelesaikan tawanya tadi.
"Mana mungkin?", Tanya Niko.
"Buktinya Lo tadi nikmatin kan pelukan sama Kania?". Anita ikut-ikutan menggoda Niko.
Skakmat.
Niko tak bisa menjawab lagi.
"Biar gue laporan sama mama dan papa kalau kalian saling mencintai", Kenan menggoda Niko yang melotot ke arahnya.
Kenan Nayaka Mahardhika.
Anjani Syafa Zulaikha.
Kania Nayaka Mahardhika.
Niko
Seyna
Rio
Anita
๐น๐น๐น๐น๐น
Sorry ya temen-temen NVtoon kalau visualnya kurang sesuai. Kalau kurang sregg boleh bayangin sendiri aja deh....๐
Jangan lupa dukungannya......
__ADS_1
salam manis dari neng Tia๐โบ๏ธ