PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Episode 66


__ADS_3

Seorang gadis tengah di rawat luka kecilnya oleh seorang dokter dan seorang perawat.


Lukanya tidak terlalu banyak dan tidak ada yang fatal. Ia tengah meringis kesakitan saat sang dokter mengobati lukanya dengan antibiotik.


Dari luar, Niko menunggu seorang diri.


Tak lama, Kania tengah berjalan tergesa seraya memegangi perutnya yang sudah sangat membuncit. Kania datang tidak seorang diri, melainkan bersama Fandy, Nawal, Kenan, dan Anjani yang menggendong putriny, Vanya.


"Mas....", Kania datang dan segera berhambur ke pelukan suaminya. Ia memeluk erat tanpa peduli lingkungan sekitar yang banyak orang.


"Kamu nggak apa-apa?", tanya Kania kemudian.


"Aku nggak apa-apa." jawab Niko sambil mengusap pelan punggung suaminya.


Niko sudah mulai terbiasa dengan sikap manja istrinya itu.


"Sukur deh" jawab Kania kemudian.


"Mana sih cewek itu?", Tanya Kania dengan mengedarkan pandangannya dengan tidak sabar.


"Di dalem. Udah, kamu tenang ya, inget..... kamu sedang hamil loh. Jangan mudah terpancing emosi. Segala sesuatunya, kita harus hadapi dengan kepala dingin.", Niko menasehati istrinya dengan bijak. Beruntung Kania tidak melawan dan tersenyum.


Beberapa saat kemudian, muncul seorang security rumah Fandy dengan Mila berjalan di depannya.


Fandy sengaja menyuruh security untuk menjemput Mila. Agar Mila tau apa yang di lakukan putrinya pada menantu Fandy.


"Mas... Dimana anakku?", tanya Mila pada Fandy.


Nawal jelas tak nyaman dengan panggilan Mila terhadap suaminya. Nawal pun segera melengos kan wajahnya ke samping.


Untuk mengalihkan keresahan hatinya, Nawal segera mengambil Vanya tanpa kata.


"Di dalam". Jawab Fandy datar.


Dulu, benar bahwa Fandy begitu sangat tergila-gila pada Mila.


Tapi tidak untuk sekarang.


Di hati Fandy, Nawal lah ratu hatinya.


Tanpa kata lagi, Mila segera berlari menuju ke dalam ruangan dimana putrinya tengah di rawat.


Suasana hening hingga Winda sudah di perbolehkan pulang tanpa harus rawat inap.


Saat itu lah, Fandy mengajak Mila dan putrinya ikut serta ke salah satu resto cabang milik Fandy terdekat.


Fandy ingin segera mengakhiri semua ini.


Bagaimana pun, Fandy tak ingin putrinya gelisah terlebih lagi saat ini Kania tengah mengandung.


******

__ADS_1


"Jadi Niko.... Jelaskan ke papa awal mula kejadiannya". Pinta Fandy tenang. Ia ingin, permasalahan ini segera terselesaikan.


Niko menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


Winda terpaku, wajahnya sudah pucat pasi. Ia tak bisa melakukan apa pun lagi, terutama saat Kenan menatapnya dengan penuh intimidasi.


"Kejadiannya begitu cepat, pa.


Awal mula Niko sadar kalau motor yang di kendarai gadis itu selalu buntuti Niko.


Niko pikir jalan tujuan dia nya searah dengan Niko, jadi Niko nggak mempermasalahkan hal itu apa lagi curiga.


Sesaat setelah sampai di tempat kejadian, gadis itu berusaha menyalip kan motornya dengan mobil Niko.


Nggak tau kenapa dia mepet aja sama mobil Niko, padahal jalanan sedang lengang", Ucap Niko jujur.


Hening....


Jadi..... inilah kenyataan yang harus Mila terima.


Hidup hanya tinggal berdua saja dengan anaknya, kini malah ia di permalukan oleh putri semata wayangnya.


Sungguh ironis.


"Pagi tadi.....


Sebelum Winda berangkat, apa Winda masih ingat dengan nasehat mama?", Tanya Mila tiba-tiba pada putrinya.


Bibirnya gemetar menahan amarah dan emosi yang siap meledak kapan saja.


"I ii iya,, ma", Cicit Winda yang hampir menyerupai angin. Hampir tak terdengar.


Mila menarik nafasnya gusar.


"Mama bilang apa tadi pagi sama Winda?", Tanya Mila lagi yang sudah membiarkan air mata tak terbendung itu, meluruh juga.


"Jawab!!", Bentak Mila yang sudah mulai emosi. Dia berdiri dan menatap putrinya penuh penghakiman.


Tanpa di sadari, Winda bangkit dari duduknya dan berlutut seraya memegangi kedua kaki Mila.


"Maafkan Winda, ma. Winda salah. Winda janji nggak akan nerusin niat jahat Winda....


Winda khilaf ma.... Winda minta maaf", Ucap Winda sambil tersedu-sedu.


"Cukup Winda.


Mama sudah me-nasehatimu tadi pagi, dan kini.... kamu mengganggu dan berusaha menggoda suami orang.


Memalukan!!!


Kita orang miskin, nak. Kita hidup dan makan hanya mengandalkan toko kecil sepeninggal papa mu. Harusnya, meski kamu miskin, kamu bisa menjaga dirimu dan kehormatanmu.

__ADS_1


Jangan seperti mama yang tenggelam dalam penyesalan hingga sekarang.


Kamu.... kamu nggak akan pernah mengerti.",


Ucap Mila seraya mendorong putrinya menjauh. Kemudian menghampiri Nawal dan Fandy untuk meminta maaf.


"Mba Nawal, mas Fandy, aku minta maaf atas nama putriku. Terima kasih semuanya ... Assalamualaikum.".


Tukas Mila seraya berlalu pergi.


Bahkan tak ada seorang pun yang mencoba menghalangi langkahnya.


Mila pergi dengan membawa luka hatinya.


Ia kepalang malu karna ulah putrinya.


Semua tercengang akan sikap yang baru saja di ambil Mila.


Mila......


Hanyalah sosok wanita paruh baya yang tak mau masa lalunya kembali terulang.


Cukup kisah cinta segitiga antara dia, Fandy dan Nawal yang membuat Nawal banyak menderita akibat ulahnya di masa lalu.


Biar bagaimana pun, selama itu, Mila lah yang menjadi duri dalam pernikahan Fandy dan Nawal.


"Ibu.... ibu...Jangan pergi Bu. Maafin Winda Bu", Ucap Winda seraya mengejar ibunya, namun tak sebentar pun Mila melirik putrinya


Nawal berdiri dan segera menyusul Mila.


Nawal tau, sesungguhnya Mila wanita baik-baik. Hanya saja, di masa lalu, cinta lah yang membutakan mata hati Mila.


"Mila... tunggu", Ucap Nawal seraya menarik tangan Mila dan membawanya dalam pelukan.


Mila terisak. Mengingat masa lalu, justru membuat Mila makin malu akan kebodohannya di masa lalu.


"Maafkan aku, mba....


Karna perbuatanku di masa lalu, anak-anak harus menanggung karma.


Aku tau diri dan aku sadar putriku yang salah. Aku janji, ini adalah kali terakhir Winda berbuat hal bodoh seperti ini."


Ucap Mila yang tenggalem dalam pelukan Nawal.


"Tante.....", Tiba-tiba Kania dan Anja datang dan menghentikan pelukan mereka.


Kania mendekat dan berkata....


"Aku nggak peduli dengan masa lalu antara papa dan kalian, Tapi tolong, kalau bisa Tante menjauh lah dari keluarga kami.


Bukannya Kania jahat sama Tante, Tapi ini demi keutuhan keluarga kami"

__ADS_1


Ucap Kania lembut, Nawal tercengang akan keberanian putri bungsunya itu.


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2