PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Episode 52


__ADS_3

Kenan tengah berdiri di balkon kamarnya. Hari sudah beranjak petang. Desah angin terdengar merdu di telinga, dinginnya perlahan menembus hingga ke pori-pori kulit.


Setengah jam yang lalu, Anjani telah selesai menjalani kegiatan rutin home schooling nya.


Bukannya Kenan tak mampu mengambil jalur sekolah paket c. Hanya saja Anjani bersikeras akan tetap melalui proses belajarnya dan belajar selayaknya anak sekolah lain yang menambah wawasan.


Sepulang seorang guru umum yang mengajar Anjani, Kenan mendapat kan kabar dari rio tentang Seyna. Kabarnya bukan kabar biasa, melainkan tentang rencana Seyna yang hendak mencelakai Anjani melalu Ardi.


Dua hari berlalu setelah kejadian Seyna memasuki hotel berdua dengan Ardi. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda Seyna bertindak lebih jauh.


Seyna rupanya cukup bodoh. Bagaimana tidak?


Rencana Seyna untuk mencelakai Anjani hanya akan menjadi hayal semata.


Ardi, pria yang di bayar Seyna dengan tubuhnya, nyatanya kini berada dalam genggaman Niko. Segala yang di perintah Niko, pria itu bersedia melakukan asal ia mendapat imbalan uang.


Kenan tak cukup bodoh. Tentu saja Niko bekerja pada Kenan, calon kakak ipar.


"Mas, kok ngelamun sendirian disini?", Anjani datang dengan secangkir teh dan sepiring puding jeruk kesukaan Ken. Ken tersenyum lembut ke arah sang istri.


"Aku sedang nyantai aja, nja. Vanya masih tidur?", tanya Kenan.


"Iya. Oh iya, mas aku boleh minta uang nggak? Susu sama diapers Vanya hampir habis", pinta anjani hati-hati.


Entah sudah yang ke berapa kali, Kenan merasa jengkel pada istrinya karna Anjani selalu menolak memegang kartu ATM pemberiannya. Anja hanya lebih suka memegang uang cash. Bagi Anja, berbelanja dengan menggunakan kartu itu lebih ribet.


"Kamu kenapa sih pegang ATM aja nggak mau? Kalau pegang kartu aja kan enak kamu nggak perlu minta uang cash terus. Bukan apa-apa, itu akan mempermudah kamu berbelanja. Kamu bisa leluasa dan nggak perlu minta uang bolak balik.", kata Kenan panjang lebar.


"Aku nggak nyaman ih, lebih suka duit aja".


Mau tak mau, Ken beranjak ke arah lemari dan membuka laci yang ada di dalam lemari.


Setelah di rasa cukup, Ken manghampiri istrinya untuk menyerahkan beberapa lembar uang berwarna biru.

__ADS_1


"Mas, ini berapa? kok banyak banget?". Tanya Anjani heran.


"Itu dua juta, untuk kebutuhan Vanya sama kamu."


"Kebanyakan ini mas. Aku ambil yang tiga ratus aja ya. cuma beli susu sama diapers aja kok", Kenan mendengus sebal pada istrinya.


"Nja, udah lah..... Kamu itu istri aku. Aku mampu untuk mencukupi kamu. Kamu perlu merawat diri kamu, kan? Beli skincare atau lotion atau apapun yang kamu mau. Bikin aku nggak bosen sama kamu, oke?", sanggah Kenan. Ia gemas sendiri pada istrinya yang kelewat sederhana gaya hidupnya.


"Aku ngebosenin ya, mas?", tanya Anja dengan wajah murungnya. Tangan kirinya memegang uang pemberian Kenan, sedang tangan kanannya meraba-raba pipinya.


Kenan tergelak dengan sangat keras.


"Kamu lugu banget sih nja. Bukan aku bosen, atau kamu ngebosenin. Kan kalau istri menyenangkan suami itu kewajiban, menjaga agar suami betah di rumah. Jadi, mulai sekarang..... kamu harus jaga dan rawat diri kamu. Aku kaya loh, nja. Siapa lagi kalau bukan istri aku yang bantu habisin?", kata Ken dengan menaik turunkan alisnya.


"Jangan sombong! Di luaran sana banyak anak jalanan yang bahkan kurang makan loh, mas. Jadi, kamu harus sering-sering sumbangkan sebagian hasil kerja kerasmu untuk mereka yang membutuhkan", Ken tersenyum pada istrinya.


Tidak salah Kenan memilih anjani sebagai pendamping hidupnya, Anjani termasuk wanita yang memiliki jiwa sosial tinggi. Hanya saja cara Ken mendapatkan Anjani itu salah. Kenan tersenyum getir saat mengingatkan hal itu.


"Iya, sayang. Nanti kalau ada waktu, kita akan bagi-bagi makanan gratis ke anak-anak jalanan.". Anjani mengangguk dan tersenyum ke arah suaminya.


Suara tangisan Vanya mengejutkan Anjani dan Ken. Dengan sigap, Ken pun menghampiri putrinya, meraih dan membawa Vanya dalam gendongannya.


"Cup cup cup anak papa udah bangun....", Ken mengayun-ayunkan Vanya dalam dekapannya, Sedang Anjani membuatkan susu formula untuk putri mereka. Belum selesai Anjani membuat susu, pintu kamar Ken di ketuk dan suara Nawal memanggil mereka.


Anja bergegas membuka pintu.


"Ada apa, ma?" tanya Kenan seraya berjalan menghampiri mamanya.


"Ada om Robby sama Tante Irma datang. ada Seyna juga sih.... Katanya ada perlu sama kamu", ucap Nawal hati-hati dengan melirik Anjani. Nawal paham betul dengan apa yang terjadi antara Anja, Seyna dan kenan putranya.


"Tunggu di bawah, ma. Ken akan turun sebentar lagi dengan Anja".


...................

__ADS_1


Kania tengah menatap gusar pada beberapa stel gaun yang ada di hadapannya. Niko hanya mendengus pasrah ke arah calon istri labilnya itu.


Pasalnya, hampir setengah hari Niko dan Kania mendatangi butik terkenal milik teman arisan Nawal. Dan tak satu pun yang cocok Dimata Kania.


"Kania, pakai gaun yang nyaman aja di tubuh kamu. Jangan mengacaukan butik orang.", ucap Niko lembut.


"Aku mau gaun yang paling cantik di hari pernikahan kita, mas. Mas Niko juga harus kelihatan gagah. Biarpun acara sederhana dan bukan pesta pernikahan pada umumnya, aku mau pernikahan kita nanti membuat banyak orang terkesan.", sahut Kania dengan senyum lebar.


Entah mengapa, pandangan Niko jatuh pada sebuah gaun simple berwarna peach silver dengan potongan yang terlihat elegan.


"Ini bagus deh kayaknya buat kamu. Aku suka", Mata Kania seketika berbinar. Kania hanya ingin terlihat cantik di mata Niko. Dan saat Niko bilang suka, Kania pun segera mencoba dan terasa pas di tubuh Kania.


"Ita deh mas, aku setuju. Ini aja. Terus aku mau tuxedo buat kamu silver aja, ya?", ucap Kania yang hanya diangguki oleh Niko.


Meeka pun pulang dan saat di mobil, Kania berbicara pada Niko, mengutarakan maksudnya untuk berbulan madu di Bali.


"Mas, aku udah bilang sama papa kalau nanti, setelah kita nikah aku mau honeymoon di Bali. Papa udah ijinin. Tiket dan kamar hotel papa yang pesen".


Niko melotot dan meneguk salivanya dengan susah payah.


"Sejauh itu kah?", Tanya Niko.


"Iya, mas. Mas mau kan kita bulan madu ke Bali?", Tanya Kania khawatir. Khawatir bila Niko menolak.


Niko menghembuskan nafasnya kasar.


"Kamu mau honeymoon?" Tanya Niko yang mendapat senyum dan anggukan kepala dari Kania.


"Oke kita honeymoon. Tapi tiket dan hotel dan segalanya, semua aku yang tanggung. Kamu tau kenapa? Karna itu semua tanggungan aku. Jangan ngerepoti om Fandy terus. Kesannya jadi aku kurang tanggung jawab. Denger, setelah ijab kabul usai dan kamu resmi jadi istri aku, Aku mau kamu ikut aku tinggal di rumah ku, meski itu hanya rumah kost. Nanti aku akan cari kontrakan yang lebih layak untuk kita tinggali berdua. Setelah kamu jadi istri aku, semua kebutuhan kamu tanggungan aku. Termasuk kebutuhan dan biaya kuliah kamu nanti", Jelas Niko panjang lebar.


Kania pun mengangguk paham, dan semakin kagum akan sosok Niko yang begitu bertanggung jawab.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Aku kok jadi jatuh hati sama sosok mas Niko yah😄😄😄


__ADS_2