PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Episode 53


__ADS_3

Plakk.....


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Kenan yang baru tiba dari lantai atas. Anjani yang berdiri tak jauh dari Ken pun terkejut dan tak percaya.


Ken hanya memejamkan matanya sejenak dengan meresapi sakit yang ia rasakan, mnjalar hingga menusuk jantung hatinya. Selama hidup, tak pernah sekalipun Ken merasakan sebuah tamparan kecuali mamanya, Nawal.


"Ada apa ini? Kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan, Roby?", Kata Nawal setengah berteriak. Ia tak habis pikir bahwa sepupu suaminya ini berani menyentuh wajah putranya.


"Anja, telpon dan suruh papa pulang, cepetan." Kata Nawal tak sabar dengan mengambil alih Vanya untuk di gendongnya. Anjani pun berlalu ke kamar untuk mengambil ponselnya, menghubungi Fandy dan memintanya untuk segera pulang.


"Aku tidak bisa lagi bersabar, mbak yu! Putra tampanmu yang b*jingan ini sudah tega menodai Seyna, keponakanmu?!", Ungkap Roby dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya.


Nawal dan Kenan pun melotot dan saling pandang. Apa maksudnya ini?


Selama ini setahu Nawal, Ken jangankan untuk menodai Seyna, melakukan kontak fisik bersentuhan kulit pun Nawal tak pernah memergoki mereka.


"Apa maksudmu? Putraku sudah beristri. Kamu buta? Atau tuli? Bahkan menantuku lebih baik daripada Seyna yang sering berpakaian kurang bahan dan mengundang hasrat lelaki.", sanggah Nawal tak kalah sengit. Kenan hanya bereaksi datar.


Ken bukan tak menyadari akan hal ini. Sudah sebulan lalu, Ken memprediksi hal ini pastilah akan terjadi.


Seyna, sudah sering keluar masuk hotel bersama Ardi. Sudah bisa di pastikan Seyna pasti hamil anak Ardi dan akan minta di nikahi Kenan. Enak saja.....


Ken tak memakan nagkanya, mengapa kini ia harus terkena getahnya? Sialan!!!


"Mbak yu..... Seyna ponakanmu ini hamil. Dan Ken lah pelakunya. Kenapa mbak yu tidak mengerti juga. Seyna anak satu-satunya dalam keluargaku. Akan seperti apa jadinya nanti kalau orang-orang mencemooh putriku yang di nodai putramu?".


Irma......


Istri Roby ibunya Seyna menangis hingga terisak. Suaranya melemas, seperti tak memiliki tenaga meski hanya sekedar berteriak. Nawal jadi miris melihatnya.


Bagaimana mungkin, Irma wanita yang penuh dengan kelembutan memiliki putri yang begitu barbar dan bertindak di luar batas norma yang di terapkan lingkungan? Nawal jadi khawatir, jangan-jangan Seyna ini bukan anak Irma dan Roby, melainkan anak orang lain yang tertukar.

__ADS_1


Pikiran Nawal mulai terkontaminasi oleh pemikiran liar. Terlalu jauh mengambil spekulasi.


"Yakin kamu sey itu anakku?", tanya Kenan tiba-tiba. "Apa buktinya?" Lanjutnya lagi dengan nada datar. Tapi ketahuilah wahai a sorot matanya begitu mengintimidasi dan siap membuat lawannya tertekan.


Seyna mengkerut ketakutan. Sedikit saja Seyna tak berani menatap Kenan yang nampak tenang-tenang saja. Tanpa sadar, Seyna mencengkeram erat lengan ibunya. Robby yang menyadari emosi putrinya yang begitu ketakutan segera melempar tatapan tajamnya.


"Jawab Seyna! Jangan bikin papa malu. berapa kali kamu melakukan hubungan intim dengan sepupu mu sendiri?", Roby segera membentak sang putri. Yang di ajak bicara semakin menegang dengan wajah yang pucat pasi.


"Jawab papa mu sey....." Irma kembali membujuk putrinya.


"Ii ya ma.... ini aa annak Kenan". Jawab Seyna yang gugup setengah mati.


"Kapan kita pernah bergumul di ranjang? Seingatku, kita nggak pernah ngelakuin hal itu?", Tanya Kenan lagi dengan melipat kedua tangan di dadanya. Ken beranjak duduk di sofa tunggal layaknya kaisar yang menduduki kursi kebesarannya.


"Apa aku amnesia, ya?", Sambung Ken lagi di sertai kekehan geli.


"Jangan bercanda Ken. Nggak mungkin Seyna menuduh orang lain sembarangan?", jawab Roby.


"Wa'alaikum salam", Jawab semua orang bersamaan. Tak jauh dari tempat mereka berkumpul, Anjani menguping pembicaraan mereka di dekat tangga.


"Ada tamu? Sudah dari tadi kamu, rob?", Tanya Fandy yang tak tau permasalahan apapun di rumahnya.


Di tangga sana,ada Anjani yang semakin khawatir. Khawatir kalau-kalau ayah mertuanya ikut terjebak dan percaya akan fitnah tentang suaminya.


"Iya, mas.",


"Ada apa ini? kok pada tegang sih? Ada masalah apa?", Tanya Fandy lagi. Firasatnya mengatakan ada hal tak baik yang tengah terjadi di rumahnya ini. Fandy menghampiri sang istri dan mencium lembut kening istrinya tanpa malu. Kemudian membelai pelan pipi gembul Vanya yang bibirnya memainkan air liurnya.


Hening.


Fandy segera duduk di sofa dekat istrinya. Kenan yang terlihat memerah pipinya segera di tatap intens oleh Fandy. Tanpa kata, Ken mengkode papanya agar tak bertanya dengan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Jadi begini, mas. Seyna saat ini tengah hamil, dan Kenan lah pelakunya.", ucap Roby pelan. Ada kegetiran yang terpancar di wajahnya.


Fandy pun terkejut bukan main dengan penuturan sepupunya ini. Bagaimana bisa? Dulu, Anjani.


Sekarang, Seyna.


Ya tuhaaan... Yang benar saja! Batin Fandy.


Namun semua prasangka buruk itu di tepis langsung oleh Fandy. Dari awal, Fandy tau kalau Seyna memang terobsesi dengan Kenan. Bisa jadi Seyna hamil anak pria lain dan sekarang melimpahkannya pada Kenan.


"Benarkah itu Ken??" tanya Fandy tak percaya.


"Nggak ada buktinya, pa. Atau gini aja, daripada ribet, mendingan nanti tes DNA deh. Aku kok nggak yakin, ya. Seingatku sih cuma Anjani aja yang aku tidurin." Ungkap Kenan ringan seringan bulu. Tidak ada rasa takut ataupun tertekan akan kadaan ini.


Sedangkan Seyna, meremas kuat ujung dress nya karna sangat takut mendengar Kenan meminta tes DNA. Bagaimana bila kebusukannya di ketahui keluarganya? Bisa hancur berantakan seluruh taktiknya.


"Jangan menyanggah Ken. Kamu harus menikahi Seyna. Biar bagaimana pun, kamu lah penyebab kehamilan Seyna", Ucap Roby penuh emosi. Matanya memerah menahan amarah.


"Kamu mau nikah sey? ", Tanya Ken tanpa merasa berdosa. "Kania seminggu lagi nikah. Kenapa kamu nggak minta nikah dengan jalan baik-baik kayak Kania? Ya udah kalau kamu mau nikah sekalian seminggu lagi aja, ya. Acaranya biar om Roby sama Tante Irma yang nyiapin. Dan aku nggak mau acaranya disini. Dan satu lagi, Aku nggak mau ngeluarin biaya sepeserpun untuk pernikahan ini.",


Sontak semua mata terkejut dan memandang kenan penuh tanya. Semudah itu kah Ken akan menikahi Seyna? Nawal melotot ke arah putranya. Nawarin nikah kok kayak nawarin permen?


"Kamu serius, Ken?" Tanya Fandy yang tak tahan lagi. Drama apa yang di mainkan putranya ini? Membingungkan.


"Serius lah, pa. Udah ah bubar semua. Aku capek mau istirahat. Belum mandi sore, juga.", Ken pun beranjak dari duduknya dan segera menuju tangga untuk kembali ke atas.


Saat tiba di anak tangga paling bawah, ia menatap Anjani yang kebingungan. Kemudian mengacungkan dua jempolnya ke arah sang istri.


Anjani pun mengangguk paham dengan maksud Ken dan mengekori suaminya menuju kamar.


Nawal dan Fandy pening bukan main dengan permainan anak muda jaman sekarang.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2