PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Season 3. 46


__ADS_3

Rama duduk dengan tenang di ruang tengah, rumah Niko dan Kania. Ada Niko dan Fatih, yang kini tengah berhadapan dengan Rama. Tadinya, Rama merasa baik-baik saja sebelum Kania datang. Tetapi tidak saat Kania muncul dari ruang tamu, bersama Anika.


"Kamu tahu kenapa saya memanggil kamu kemari, Rama?" Niko menatap Rama, yang kini sangat gugup. Keringat tampak terlihat di pelipis pemuda itu, meski ruangan di sana ber-AC.


"Tidak, pak. Apa yang bisa saya lakukan?" tanya Rama sopan. Lelaki itu menatap Niko, bukan dengan berani, melainkan menghargai kedua orang tua majikannya itu.


"Saya ingin menanyakan, tentang apa yang dikatakan Anika tadi malam ke saya. Kalian, saling mencintai dan sudah menjalin hubungan cukup lama. Apa itu benar?" tanya Niko kemudian.


Anika yang duduk tepat disamping Rama, menyenggol kaki lelaki itu. Rama seperti orang bengong, yang tengah mendapat cercaan tanya dari majikan.


Sebenarnya, Anika sudah menanyakan isi hatinya perihal tentang posisi Rama di sana. Tak ada yang spesial. Hanya saja, Anika yakin sekali, jika cinta itu pasti akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Belakangan, Anika juga merasa nyaman dan terlindungi, setiap kali ia dekat dengan Rama. Tak ada kegelisahan, tak ada kegundahan yang menyertai seperti ketika ia ditinggal selingkuh oleh Dewa dulu.

__ADS_1


"Iya, pak. Maaf atas kelancangan saya yang sudah mencintai putri Bapak," jawab Rama kemudian. Lelaki itu menjawab dengan mantap, meski suaranya terdengar lembut dan lirih.


"Itu bukan sebuah kesalahan, Rama. Nggak masalah kalau kamu mencintai Anika, dan Anika juga serupa dengan yang kamu rasa di hati kamu. Hanya saja, apa kamu sudah mempertimbangkan keputusan kamu untuk mencintai putri saya? Bukannya apa, Anika seorang janda, janda satu anak. Apa, kamu nggak menyesal di kemudian hari?" tanya Niko.


"Saya merasa tidak, pak. Tidak masalah meski status mbak Anika adalah janda satu anak. Justru yang menjadi beban pikiran untuk saya adalah, saya hanyalah anak seorang sopir, yang bekerja sebagai sopir sekaligus asisten pribadi mbak Anika. Kiranya, apa pak Niko sekeluarga menerima saya?" Ujar Rama.


Inilah yang menjadi beban pikiran Rama selama semalaman. Ia tak bisa tidur, apalagi sekedar memejamkan mata dan hanyut dalam ketenangan. Lelaki itu seperti tertekan karena harus menerima Anika agar mereka menikah segera.


Siapa sih, yang tidak tertarik dengan Anika? Bibirnya yang mungil, kulitnya yang cerah, serta tubuhnya yang padat berisi, membuat Rama suka dengan Anika. Terlebih, Anika adalah wanita yang suka ceplas-ceplos, apa adanya dan tidak suka drama. Wanita itu cenderung mengungkapkan apa saja yang ia ingin, dan bukan jenis wanita munafik seperti kebanyakan.


"Saya bersedia, Pak," jawab Rama kemudian.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu, Rama. Jika memang kamu serius dan benar-benar mencintai anak saya, pulanglah dan temui keluarga kamu. Saya menunggu kedatangan mereka untuk datang meminta anak saya dengan baik-baik. Jika kamu merasa bahwa keluarga kamu keluarga sederhana, tak usah membawa apapun. Yang saya butuhkan bukan unjuk harta kepunyaan keluargamu, melainkan keseriusan dan itikad baiknya," ucap Niko dengan tegasnya.


"Baiklah, pak. Segera," timpal Rama kemudian. Fatih dan Kania yang sejak tadi hanya diam, kini saling menatap, tersenyum lebar dan lebih bahagia.


"Saya tunggu, Rama. Jika kamu sudah mantap, saya harap kamu nggak ragu lagi setelah ini," sahut Kania kemudian.


Rama hanya mengangguk dan tersenyum. Debar jantungnya yang sejak tadi begitu menggila saat bertemu dengan Anika, kini semakin mantap, bahwa Anika adalah jodoh terbaiknya.


Terkadang, tidak perlu kemewahan ataupun nafsu untuk bisa mendapatkan hati pujaan hati. Jika Tuhan sudah menghendaki, tak ada yang bisa menghalangi.


Anika terharu, dengan keberanian dan kemantapan hati Rama. Tadinya Anika pikir, Rama hanya sekedar bermain-main dan tidak serius dengan apa yang ia ucapkan. Tawaran ketika di mobil semalam, sebenarnya hanyalah sebuah pancingan. Siapa sangka, Rama justru mengutarakan kesukaannya pada Anika?

__ADS_1


Andai Anika tak memancing Rama untuk bicara jujur, mungkin hingga kini memendam perasaannya terhadap putri Kania itu.


**


__ADS_2