
Niko duduk di ranjangnya dengan menyandarkan bahunya pada kepala ranjang. Pikirannya tengah berkelana pada sosok gadis yang usianya hampir sembilan belas tahun.
Niko tak mampu berkata-kata lagi saat ini. Bagaimana tidak? Kania bahkan lebih intens mengunjunginya. Tidak di kantor, di rumah kost, bahkan dijalan seringkali Kania membuntutinya. Kania sudah seperti bayangan bagi Niko. Dimana ada Niko, kemungkinan besarnya ada Kania. Hanya pada saat tidur malam hari saja seperti saat ini Niko bebas tanpa Kania.
Suara dering ponsel Niko mengagetkan Niko dan membuyarkan lamunannya. Tertera nama bunda di sana. Pikiran yang tadinya kacau karna di penuhi dengan ulah Kania, kini teralihkan pada kerinduan pada sosok bunda dan seluruh keluarganya.
Dengan perasaan bahagia, Niko pun mengangkat panggilannya.
"Hallo, assalamualaikum bunda" Ucap Niko dengan wajah sumringah.
"Wa'alaikum salam, Niko apa kabar, nak? Kenapa akhir-akhir ini nggak ngasi kabar bunda?",
"Alhamdulillah bunda, Niko sehat-sehat aja. Maaf bunda, kerjaan Niko makin banyak. Alhamdulillah banyak pesanan kaos dan jaket jadi Niko fokus ngatur penjualan disini. Kabar bunda gimana sama semua keluarga juga, gimana?"
"Alhamdulillah di sini juga sehat. Oh iya, akhir pekan besok bunda mau mengunjungi mu sama ayah. Apa akan ganggu anak bunda?".
"Beneran bunda mau kesini? Alhamdulillah, Niko kangen banget sama bunda. Apa bunda cuma berdua aja sama ayah kesininya?".
"Iya nak. Pengen liat kamu kerja. Kemungkinan bunda kesana sekitar empat atau lima harian gitu. Nggak apa-apa kan?"
"Nggak apa-apalah Bun. Niko malah seneng banget".
"Ya sudah nanti bunda kabari lagi kalau mau berangkat, Assalamualaikum".
"Wa'alaikum salam".
Tok tok tok.....
Tepat saat panggilan diputuskan, pintu kamar kost Niko diketuk dari luar. Niko pun beranjak untuk membukakan pintu. Alangkah terkejutnya Niko saat pintu terbuka, ia mendapati sosok Kania yang berdiri anggun di hadapan Niko dengan menggunakan gaun pesta selutut berwarna navy, warna yang sangat kontras dengan kulit Kania yang putih bersih.
"Mas.... Kamu belum siap-siap?".
__ADS_1
"Kania kamu...? Ngapain disini?".
"Kata mas Ken tadi, mas Niko mau datang ke acara resepsi temen kuliah dulu. Jadi, aku di suruh nemenin mas Nik buat datang kesana.".
Sumpah demi apapun juga, Niko mengeluarkan berbagai sumpah serapah pada Kenan. Bagaimana mungkin Ken dengan mudahnya menyuruh Kania menemaninya? Ini sungguh gila.
Kania spontan mendorong Niko masuk dan dengan lancangnya membuka pintu lemari milik Niko. Memilihkan baju yang pas untuk Niko, dan tentu saja dengan warna yang senada dengan gaun yang dipakai Kania.
Niko hanya pasrah saja dengan perlakuan Kania. Ingi menolak namun semua terasa sia-sia saat Niko berhadapan dengan Kania. Kania, gadis lugu dan keras kepala. Namun, siapa sangka di balik sifat lugunya, Kania memiliki kepercayaan diri di luar ambang batas gadis normal umumnya.
Pilihan Kania jatuh pada setelan celana dan jas warna navy, sedangkan kemejanya berwarna putih tulang dengan dasi kupu-kupu sewarna dengan jasnya.
"Ayo mas pake ih itu bajunya. Entar keburu telat ke pestanya", kata Kania dengan mendudukkan dirinya di kursi tunggal di kamar Niko.
"Nggak mau". Niko menolak dengan menyilangan kedua tangan di dada dan bibirnya mengerucut sebal.
"Oh nggak mau, ya?" Kania menyeringai, membuat Niko sedikit khawatir. "Ya udah kalau gitu biar aku aja yang pakein baju mas nik", ujar Kania santai sembari beranjak dari duduknya.
Niko pun spontan menyambar setelan baju yang sudah di siapkan Kania di atas ranjang. Kania terkekeh menyaksikan aksi Niko.
...................
Malam ini, Kenan dan Anjani berniat akan menghadiri pesta pernikahan salah satu teman kuliah Kenan dulu. Dengan hanya pergi berdua dengan istrinya, Ken tampak seperti pasangan kekasih yang tengah di mabuk cinta.
Kenan menggunakan stelan jas hitam dengan dasi pita berwarna maron, sedang Anjani yang menggunakan dress selutut berwarna maron dengan sedikit sentuhan brukat di bagian dada, membuat Anjani dan Kenan nampak memukau malam itu.
Semua mata menatap takjub pada pasangan yang baru tiba ini. Kecuali seorang Seyna yang menatap horor ke arah Anjani yang dengan percaya diri melingkarkan tangannya di lengan kiri Kenan.
Segudang intrik dan tipu daya Seyna siapkan untuk menjebak sejoli yang tengah tersenyum itu.
Setelah selesai menyalami pengantin, Kenan dan istrinya turun dari pelaminan menuju tempat hidangan prasmanan. Dengan senyum yang tak luntur dari bibir manis Anjani, membuat Kenan jatuh cinta setiap saat pada istrinya itu.
__ADS_1
"Ken.... wah, gila..... cewek Lo cantik banget, Kenalin, Gue Reno." Seorang pria yang tampak sebaya dengan Kenan datang dan tiba-tiba saja memperkenalkan diri sebagai Reno.
Anjani yang tak nyaman pun segera melirik suaminya untuk meminta persetujuan. Ken nampak tersenyum dan mengangguk kecil, menyetujui Anjani menerima perkenalan itu.
"Anjani", Jawab Anjani yang hanya mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya dengan mengangguk kecil dan tersenyum lembut ke arah Reno.
Bukan apa-apa. Anjani hanya menjaga tubuhnya untuk tidak melakukan kontak fisik dengan pria lain meski hanya bersentuhan tangan. Baginya, menjaga perasaan Kenan dan hatinya adalah prioritas dalam menjaga hubungan rumah tangganya.
Reno yang tak mendapat balasan jabat tangan pun akhirnya menarik tangannya dan tersenyum kikuk. Merasa tak nyaman namun kemudian ia mengerti maksud Anjani. Mungkin karna ada Ken, begitu pikirnya.
"Dia bukan cewek gue, tapi bini gue", Ucap Kenan santai. Reno membelalakkan mata tak percaya dengan pernyataan Kenan baru saja.
"Gila, emangnya Lo kapan kawin?", tanya Reno penuh selidik.
Ken mengeluarkan ponselnya dan mencari sebuah foto dirinya, Anjani dan Vanya saat mereka bersama. Tentu saja menunjukkan pada Reno bahwa Ken telah memiliki keluarga kecil yang bahagia.
"Ini foto gue sama anak bini gue. Lo lihat deh biar Lo percaya", lanjut Kenan dengan senyum kecil.
Reno benar-benar di buat takjub dengan foto Kenan. Selama ini, Ken bukanlah type laki-laki yang mudah mengumbar sebuah hubungan. Namun, nampaknya semua ini adalah fakta.
"Wah Maaf, selamat ya, gue nggak nyangka Lo udah nikah. Habisnya nggak undang-undang sih...", ucap Reno tak enak.
"Iya makasih ya ren, Gue belum ngadain resepsi karna gue kan kuliah waktu itu. selesai kuliah istri gue hamil duluan, nggak mungkin kan naik pelaminan? Kalau tiba waktu menjelang resepsi, semua pasti gue undang kok", sahut Kenan yang tak sepenuhnya berbohong.
"Yaudah gue gabung sama yang lain juga ya", Reno pun bergegas menuju segerombolan para pria yang tak jauh dari Ken.
"Mas, aku boleh nggak ke toilet bentar?", Pamit Anjani. Kenan mengangguk.
"Iya, jangan lama-lama".
Setibanya di kamar mandi, Anjani tanpa sengaja mendengar percakapan Seyna dengan seseorang. Anjani yang menyadari bahwa itu suara Seyna pun segera menguping dan bersembunyi di balik pintu.
__ADS_1
"Inget, gue bayar Lo mahal buat misi ini. Pastikan bininya si Ken nangis dan cemburu abis malam ini. Buat seolah-olah Ken selingkuh dari cewek kampungan itu", Perintah Seyna pada seorang gadis di depannya.
🌹🌹🌹🌹🌹