
"Jangan nakal Kania, Jangan nyusahin suamimu. Kamu udah punya suami. Berhenti bersikap kekanakan", ucap Kenan pada adiknya.
Saat ini, mereka tengah berada di pelabuhan penyebrangan BANYUWANGI-GILIMANUK. Dengan mengendarai mobil masing-masing, Ken sengaja mengantar adik dan adik iparnya ke pelabuhan.
"Iya mas. Aku janji", jawab Kania riang. Anak itu, selalu saja mampu membuat Ken rindu akan tingkah konyolnya. Meski terkadang, Kania membuat sang kakak kesal akan kelakuannya.
"Nik....
Aku titip tolong jagain adek aku yang super nyebelin ini", Ucap Niko seraya mengalihkan pandangannya pada Niko.
Niko hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Kenan.
Ken pun berlalu, Niko dan kania kmudian kembali memasuki mobil dan menuju kapal yang akan mereka tumpangi.
Setibanya mereka di kapal, Kania segera mengajak suaminya untuk naik ke bagian atas kapal, niatnya untuk menikmati pemandangan dari atas sana.
................
Kania tersenyum sumringah sambil menikmati semangkuk salad buah yang ia bawa dari rumah tadi. Nawal sengaja membawakan bekal putrinya agar Kania tak ngomel sepanjang jalan karena merasa bibirnya perlu mengunyah makanan.
Begitulah Kania.
Saat melakukan perjalan panjang, ia akan sibuk mengoceh selama dalam perjalanan serta hobby nya yang suka nyemil.
"Mas, lihat deh kebawah...... Punya koin nggak? Lemparin ke bawah dong", seruKania saat matanya tertuju pada beberapa anak yang menyelam di sekitar kapal.
Niko mengeluarkan beberapa koin bahkan beberapa lembar uang kertas untuk ia lempar ke bawah.
"Kania....." Beberapa saat kemudian, Kania melirik suaminya yang memanggilnya. Mereka masih berada di bagian atas kapal.
"Apa sih mas? Mau cium ya?", Tanya kania yang mendapat kekehan geli dari suaminya.
Sepertinya, Niko sudah terbiasa dengan candaan istrinya yang diatas normal.
"Kamu bahagia nggak sih jadi istriku?".
"Banget", Jawab Kania sumringah.
Entah mengapa, senyum Kania menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Niko. Dulu, senyum ini lah yang begitu menyebalkan. Tapi sekarang, begitu berharga di mata niko.
Roda memang berputar.
Kania mendekat dan segera merangkul tangan Niko, dan menyandarkan kepalanya ke samping agar bersentuhan dengan pundak kokoh Niko.
"Mas?",
__ADS_1
"Hmm".
"Mas kenapa melamar aku waktu itu? Bukannya aku begitu menyebalkan buat mas Niko?".
"Bukannya kamu yang kepengen?", Balas Niko kemudian. Sontak wajah Kania memerah karna malu.
"Kalau gitu, apa waktu itu mas terpaksa nikahin aku?", Tanya Kania seraya menjauh guna menatap wajah Niko dari samping.
"Dulu..... memang iya. Tapi sekarang, aku bahagia karna kamu Nerima lamaran aku". Kania di buat malu oleh Niko. Wajahnya sudah memerah karna malu.
"Segede apa sih mas, sayangnya? Luas mana sama laut?", tanya Kania lagi.
"Kalau kamu mau aku gombalin, maaf......
Aku nggak punya bakat gombalin cewek sana sini. Tapi kalau kamu butuh bukti, Apapun itu aku siap", Kania tersenyum mendengarnya. Hatinya terlampau bahagia hingga ia ingin rasanya berlonjak layaknya anak kecil yang mendapat hadiah.
Namun ia urungkan karna lingkungan seketar mereka sedang ramai.
"I love mas Niko," Niko tersenyum menatap Kania.
"Gombal".
....................
Suasana hotel malam ini tidak begitu ramai. Banyak kerlap kerlip lampu memantulkan cahayanya. Menambah kesan indah dan romantis Malam ini.
Niko dan kania tengah duduk berdua di sebuah kursi memanjang di balkon hotel. Menikmati secangkir teh jahe hangat masing-masing. Suhu udara sekitar terasa lebih dingin. Teh jahe mampu menghangatkan dan sedikit meningkatkan suhu tubuh.
"Mas..... masuk yuk ah. Dingin", Ucap Kania dengan mengusap-usap pelan lengan telanjangnya. Niko melirik sekilas.
"Siapa suruh, pakai baju kurang bahan", Jawab Niko. Namun sebenarnya, di hati Niko juga suka-suka aja melihat Kania mengenakan baju tipis nan menantang.
"Emangnya nggak suka?", tanya Kania polos.
"Enggak", jawab Niko berpura-pura.
"Ya udah aku bentar lagi mau tidur. Pakai mukenah aja". Jawab Kania sebal sambil mengerucutkan bibirnya. Kania pun berlalu begitu saja dari balkon menuju kamar. Niko terbahak dan segera menyusul mengikuti sang istri.
"Sayang.... kok marah sih? Maaf deh ah. Ya udah maaf-maaf....", seloroh Niko kemudian. Kania tetap tak perduli dan segera menuju ranjang. merebahkan tubuh dan menutup seluruh tubuhnya dengan mnggunakan selimut. Ia kelewat sebal dengan ke-cuekan suaminya itu.
Rasanya Kania ingin marah kali ini.
"Sayang........" Niko mengguncang-guncang tubuh istrinya. Namun, Kania tetap pada posisinya tak bergerak.
"Beneran nih ngambek? Libur ***-*** nih ceritanya?", Tanya Niko menggoda.
__ADS_1
"Ya udah, aku langsung bobo aja yah". Lanjutnya seraya merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
Hening.
Tetap tak ada jawaban.
Satu detik, satu menit, satu jam.
Satu jam berlalu, namun masih tak ada reaksi apapun yang di tunjukkan Kania.
Niko makin gusar.
Dengan menghela nafas kasar, Niko membuka paksa selimut yang menutupi tubuh istrinya, kemudian menghempaskannya begitu saja. Kania memejamkan matanya. Mungkinkah Kania telah tertidur?
Niko raih pelan wajah istrinya dan mencumbunya dengan lembut. Hingga beberapa detik kemudian, Niko mengehentikan aksinya seraya menatap lekat wajah istrinya.
Kania tak tahan lagi, hingga ia terkekeh dan menghentikan aktingnya yang diam tak bereaksi, Kania terkekeh geli dengan kekesalan suaminya.
"Coba sekarang jujur, Siapa sekarang yang suka nggak tahan?" Tanya Kania berusaha memojokkan suaminya.
Niko merasa tertipu. Sungguh, ia malu sekarang. Istri labilnya ini, rupanya mampu membuat Niko mati kutu.
"Sayang.... Kamu tega ya?", Niko memelas di hadapan istrinya. Kania hanya tersenyum.
Segera saja kania membalik badan Niko dan memposisikan tubuhnya di atas sang suami. mengecup pelan bibir manis suaminya.
Perlahan, kecupan itu berubah menjadi ******* penuh gairah dan menuntut.
Malam itu, mereka kembali menghabiskan malam dengan Suka cita. Saling berbagi gairah dan menciptakan kebahagiaan untuk mereka sendiri. Menyalurkan hasrat dan menghabiskan malam panjang penuh kasih.
Bukan sekali, bahkan mereka saling melepas gairah yang ngitu meletup hingga berkali-kali.
Mencecap manisnya rumah tangga. Menikmati momen sebagai pengantin baru hingga mencapai surga bersama-sama. Melayang bersama kenikmatan yang membawa mereka pada puncak kepuasan.
๐น๐น๐น๐น๐น
Maaf ta kakak-kakak **readers. Neng Tia nya tumbang lagi. Maaf Karna terlambat up. harap di maklumi.
Bagi yang minta spesial episod malam pertama Kania sama babang Niko yang tampan, maaf karna neng Tia nggak pandai menjabarkan adegan ranjang yang demikian panas๐๐
Ngetiknya jadi geli sendiri ah๐ Setengah geli setangah malu juga.
Harap di maklumi yah....
Salam cinta dari neng Tia๐ฅฐ๐ฅฐ**
__ADS_1