
"Sayang..... Aku mau ngomong", ucap Niko saat ia dan Kania tengah bercengkerama di ranjang mereka.
Kania pun segera mendekat dan bersandar pada bahu suaminya.
"Ngomong apa sih, mas. Ngomong aja".
Niko menghela nafasnya sebelum mengatakan sesuatu hal pada Kania.
"Tadi pagi, pas aku baru nyampek cafe, ada cewek yang nggak tau aku itu siap, bilang sama salah satu karyawan, katanya kenal aku, kayaknya dia lagi mengorek informasi tentang ku.
Dan anehnya lagi, aku sama sekali nggak kenal ssama itu cewek?".
Raut wajah kania mendadak murung.
"Apa masih muda?".
degg
Jantung Niko seakan berhenti berdetak.
Niko merutuki kebodohannya dalam hati. Mengapa ia harus bercerita? Bukannya Kania mudah tersulut emosi dan kalau marah suka meledak-ledak?
Niko mendadak menyesal.
Tapi bila tak cerita dan istrinya tau bukan darinya, maka Niko akan lebih dihajar habis-habisan oleh Kania.
Terlebih lagi, semenjak hamil, Kania mendadak kuat jika menyerang Niko. Pernah Niko sampai kelabakan di buatnya.
Ah... memikirkannya saja Niko masih ngeri.
"Mas, di tanya kok diem?", ucap Kania.....
"Aku sih enggak apa-apa kalau kamu punya fans atau pengagum rahasia, itu hak mereka-mereka. Aku nggak peduli hal itu, tapi Awas aja kalau sampai mas ladeni.
Aku cincang mas Niko pakai pisau dapur, terus aku campurin telur sama sosis buat aku jadiin omelet. Mungkin rasanya juga nggak akan buruk", Lanjut Kania dengan seringai menakutkan.
Niko melotot dan bulu kuduknya mendadak meremang.
"Enggak sayang.... Aku nggak ladeni sama sekali. Justru aku heran, aku nggak kenal sama dia dan dia bilang kenal sama aku.
Terlepas dari itu aku nggak peduli dia itu siapa dan mau apa. Asal nggak mengusik rumah Rangga kita.
Aku cerita ke kamu semata-mata karna aku mau kamu denger dari aku, bukan dari orang lain.
Kamu percaya kan sama aku?".
Ungkap Niko pelan.
Kania diam. Hanya diam, pura-pura merajuk. Padahal dalam hatinya, Kania bersorak kegirangan mendengar penuturan Niko yang begitu jujur padanya.
__ADS_1
"Ayolah Kania.... Jangan marah lagi.... Aku sayang sama kamu, sama anak kita......"
Kania masih diam....
Niko sudah tidak tahan lagi.
Ia paling tidak suka di abaikan dan di diamkan seperti ini.
Segera saja Niko memutar tubuh istrinya dan menghadapkan wajahnya pada istrinya, meraup lembut bibir istrinya yang terasa menggoda, refleks Niko memejamkan matanya.
'Sungguh nikmat.... ah....'
Pekik Kania dalam hati.
Niko membuka sedikit matanya.
Kania tersenyum penuh kemenangan namun matanya tetap terpejam.
Niko paham akan bagaimana istrinya itu, tentu saja Kania begitu sangat menikmatinya.
"Kamu nakal, ya....", ucap Niko dengan suara yang sudah sangat parau, Ia tidak tahan lagi untuk melampiaskan hasrat yang begitu menggelora menuntut untuk segera di tuntaskan.
Malam itu, sepasang suami istri itu kembali menikmati keindahan surga yang dunia tawarkan, mereguk manisnya masa-masa muda dengan menyalurkan dan berbagi gairah. Cintanya begitu menggebu.
Meski Niko tergolong pria pemalu dan pendiam serta lebih suka kesederhanaan, namun siapa sangka bahwa Niko termasuk tipikal pria berhasrat tinggi.
Beruntung Kania yang agresif mampu mengimbanginya.
********
Delapan hari berlalu.....
Pagi menyapa....
Di kediaman Fandyka....
Tengah geger pagi-pagi sekali.
Anjani mendapati suaminya tengah demam tinggi dan meracau tak jelas. Mungkin kelelahan, pasalnya suami dari anjani ini, terlalu keras dalam bekerja.
Terbukti, Kenan dapat mengelola distronya dan membantu Anjani mengurus butik yang baru di dirikan itu sendiri.
Usahanya dan usaha istrinya itu berkembang dengan pesat.
Anjani masih bersikap tenang meski hatinya benar-benar panik.
Justru Nawal lah yang histeris saat Anja mengabarinya bahwa Kenan sedang sakit.
Di dalam kamar, Anja menyuapi bubur sang suami agar segera meminum obat yang dokter resepkan baru saja.
__ADS_1
Meski malas, kenan tetap membuka mulutnya bila tak ingin Nawal mengomelinya sepanjang hari.
"Kamu kemarin makan apa sih Ken?
Masak demam, mana panasnya tinggi banget lagi", ucap Nawal yang mondar mandir sembari menggendong Vanya yang super aktif itu.
"Kayak biasa sih ma. cuman ya namanya orang sakit kan ya gimana lagi", jawab Ken dengan suara serak. Sesekali Ken bersin dan Anja lah yang membersihkan.
"Lain kali jangan sembrono ya kalau makan?
Mama mau mandiin Vanya", ucap Nawal seraya meninggalkan anak dan menantunya.
Tak lama, pintu kamar Kenan di ketuk dari luar. Anjani pun dengan sigap membuka pintu. Kania bergelayut manja pada lengan suaminya, sedang Fandy dan Nawal kembali berdiri di dekat Kania.
Anjani pun membuka pintu kamar lebar-lebar.
"Mas.... Sakit apa sih?", tanya Niko yang sudah terbiasa memanggil Kenan dengan sebutan mas, meski usia mereka terpaut satu tahun lebih muda Kenan.
"Kecapekan nih gara-gara bumil maksa suruh cari info tentang seseorang.", jawab Kenan. sontak Niko dan semua orang mengernyit bingung atas kalimat yang keluar dari bibir Kenan. Kecuali Kania.
Hanya Kania dan Kenan yang main rahasia.
"Nyari info tentang siapa?" Tanya Anjani dan Nawal bersamaan, Fandy hanya diam saja tetap bersikap tenang.
Tak ada yang menyahut, hening seketika melanda. Hanya Kenan dan Kania yang saling melempar pandang memberi kode 'Iya' yang entah apa maksudnya.
Kania segera mengajak semua orang duduk di sofa. Ia merogoh tasnya dan mengambil beberapa lembar foto untuk ia tunjukkan pada Fandy.
"Pa....
Papa masih inget saya mantan istri papa, Mila?".
Fandy mendadak bingung dengan pertanyaan putrinya. Nawal mulai tak nyaman dengan arah pembicaraan antara Kania dan papanya.
"Iya, kenapa?".
"Papa kenal ini siapa?", tanya Kania seraya memberikan foto Winda pada Fandy. Fandy mengernyit dalam, berpikir keras. Sepertinya gadis muda ini putrinya Mila. begitu fikir Fandy.
"Anaknya Mila. Kenapa?", Mata naek mulai sedikit blingsatan. mendengar nama Mila keluar lagi dari bibir Fandy.
"Aku mau......
Papa urus anaknya Tante Mila.
Aku nggak mu ya, dia ngincer mas Niko seperti Tante Mila ngincer papa. Aku tengah hamil tua dan nggak mau ngerasain apa yang mama rasain dulu. Kania dan mas Ken udah tau kisah antara papa dan mama di masa lalu.
Jadi pagi ini Kania mohon dengan sangat....
Papa beresin cewek gatel luar dalam kayak si Winda ini. Lebih dari seminggu yang lalu, Winda ini nyari info tentang identitas mas Niko, dan belakangan makin gencar ngedeketin mas niko", Ucap Kania tenang sembari mengupil di depan keluarganya....
__ADS_1
Sungguh memalukan.....
🌹🌹🌹🌹🌹