PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Episode 43


__ADS_3

Suara riuh di kantin sekolah Anjani memekakkan telinga di jam istirahat kali ini. Bagaimana tidak? Seyna, putri sang pemilik sekolah tengah mengadakan acara makan gratis di kantin. Semua siswa mendapat bagian masing-masing.


Begitu pula dengan Anjani. Beberapa siswa dan siswi sempat heran, karna baru kali ini Seyna mengadakan acara makan gratis.


Semua itu tak luput dari rencana Seyna pada Anjani yang memiliki niat tak baik. Beberapa siswi yang termasuk anggota geng Seyna turut membantu melancarkan rencana Seyna.


Anjani sedikit was-was. Kecurigaannya pada Seyna semakin meningkat. Beberapa waktu lalu, Anja sempat mendengar Seyna memesan obat yang entah itu obat apa. Yang jelas, Anja merasa semuanya berkaitan.


Tibalah saat nya Anjani mendapat bagiannya. Dengan ragu-ragu, Anjani menerimanya. Tanpa Anjani sadari, makanan yang di terima Anjani telah di campurkan dengan obat peningkat nafsu birahi.


Seusai makan, selang beberapa menit kemudian, Anjani merasakan suhu tubuhnya meningkat. Ia sudah menduga ada yang tak beres dengan tubuhnya. Anja pun segera menelepon suaminya untuk menjemputnya saat ini juga.


Tut....Tut....Tut....Tut....


"Mas, Jemput aku.... Tubuhku panas dingin. Aku baru aja makan makanan yang di bagikan Seyna. Cepet mas".


"Ini kamu dimana?".


"Cari aku di toilet belakang. Cepetan. Jangan sampai Seyna nemuin aku dulu".


Anjani mendesis seraya menahan hasrat di tubuhnya. Jangan tanyakan seperti apa tersiksanya dia. Tubuhnya terasa kepanasan.


...........


Kenan berjalan menyusuri lorong seorang diri menuju toilet wanita. Setelah mencari dengan menggedor seluruh pintu, tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada Seyna dan kawan-kawannya yang tengah mendobrak pergerakan buah pintu toilet paling ujung.


Tangan Seyna nampak memegang kamera dan sayup-sayup, Kenan mendengar tentang rekaman. Alarm di otak Ken segera menyala.


Dengan cepat, dan Kenan segera menyambar kamera yang di genggam Seyna. kemudian menarik kasar rambut Seyna.


"Lo pikir mudah buat menjatuhkan istri gue? Lo udah maksa gue buat ngancurin Lo. Lo liat ya, bakal gue hancurin semua usaha bokap Lo sampai ke akar-akarnya karna Lo udah berani racunin istri gue".


Seyna terkejut. Tentu saja semua teman-teman Seyna pun demikian. Mereka lebih memilih kabur di banding tetap berada di sisi Seyna.


Seyna tak mampu meski hanya mengeluarkan kata. Bibirnya terasa kelu dan wajahnya memucat.


Ketakutan. Itulah yang di alaminya saat ini. Bagaimana bisa Kenan tau rencananya? Bagaimana mungkin ia bisa tertangkap basah untuk mengambil video Anjani yang tengah kepanasan?

__ADS_1


Keluarga kena bukanlah keluarga sembarangan. Kekayaan Fandyka tidak di ragukan lagi. Fandyka bisa menggulingkan keluarga Roby dengan sekejap. Sepertinya, kali ini Seyna benar-benar apes.


"Ke Kenan... Ken.. dengar dulu".


Tanpa mau mendengar penjelasan Seyna, Ken menghentakkan rambut Seyna dengan kasar. Dengan langkah seribu, Seyna berlari terbirit-birit dari Ken.


Ken pun mendobrak pintu dengan kasar hingga pintu toilet terbuka kasar.


Anja...... tengah menggeliat seperti cacing kepanasan meski seluruh tubuhnya sudah basah. Ya. Anjani membasahi seluruh tubuhnya karna tak tahan dengan suhu tubuhnya yang mendadak meningkat.


Ken pun segera menggendong Anjani dengan masih menggenggam kamera yang ia rampas dari Seyna. Sumpah serapah terlontar begitu saja dari Kenan.


Ken bukan tak menyadari. Ia sadar bahwa istrinya sudah mengkonsumsi obat perangsang. Kenan pun segera membawa istrinya pulang.


...................


Siang ini, ayah dan bunda Niko hendak pulang kembali ke kampung. Lima hari berada di kota ini, membuat ayah dan bunda merindukan kampung dan cucu-cucu mereka tentunya.


Kania, berencana untuk mengantar ayah dan bunda Niko ke terminal bus. Wajah riangnya tak pernah luntur meski hanya sekejap saja.


Bagaimana tidak? Dua hari lalu, ayah Niko sudah berbicara pada Kania bahwa ayah bersedia akan melamarnya jika mereka kembali kesini lagi nanti.


Dengan ceria, kania menuju ruang kerja Niko dan masuk tanpa mengetuk pintu.


Alangkah terkejutnya Kania saat ia mendapati Niko tengah berciuman dengan seorang wanita yang tak Kania kenal. Tentu saja Kania syok.


Niko dan wanita itu menyadari tentunya. Mereka terkejut. Kania sudah bergetar. ia mundur dua langkah sebelum akhirnya ia berbalik dan berlari. Mata Kania terasa panas.


"K ka....Kania tunggu". Niko berlari mengejar Kania seperti seorang suami yang kedapatan selingkuh di depan istrinya. Tepat di tengah-tengah tangga, Niko berhasil mencekal tangan Kania.


"Kania tunggu. Dengerin dulu penjelasan aku".


"Enggak. Lepasin!". Kania memberontak melepaskan tangan Niko, tapi tidak berhasil. Niko tentu lebih kuat dari Kania.


"Dengerin dulu. Ini...ini nggak seperti yang kamu lihat Kania". Niko memohon.


Kania menghentikan berontaknya. Ia menatap sendu ke arah Niko.

__ADS_1


"Aku tau. Selama ini, aku salah udah ngejar-ngejar mas Niko. Aku terkesan rendah dan murahan. Tapi percayalah mas Niko, semua tubuhku utuh aku jaga. Aku memang ngejar-ngejar mas Niko, tapi aku nggak pernah kan maksa mas Niko nyium aku? karna aku masih bisa menjaga diriku". ucap Kania pelan.


Perlahan, Niko melepas cekalan tangannya pada Kania.


"Aku sayang sama mas Niko dengan tulus, tapi aku nggak semurah itu mau mas nik cium seandainya mas nik maksa aku. Aku nggak semurah wanita itu. Kenapa mas Niko nggak melihat aku dari segi itu? Mas nik selalu mengabaikanku dan nggak peduliin perasaanku. Bahkan, sesuatu yang mustahil seperti memasak pun aku tetap lakukan untuk mengambil hati mas Niko.".


Kania mulai terisak. Dadanya terasa sesak. Kepalanya terasa di hantam ranjau penuh duri. Terluka dan menyakitkan.


"Mas Niko nggak suka kan sama aku? Ya udah. Mulai hari ini, aku kabulkan deh kemauan mas Niko. Aku.... aku nggak akan gangguin mas Niko lagi. Maaf... maaf dan maaf karna udah mengganggu kenyamanan mas Niko. selamat tinggal mas. Semoga bahagia", Kania tersenyum getir hingga ia berlalu.


Niko merasa tertampar dengan ucapan Kania. Bukankah selama ini benar? Kania memang mengejarnya tapi tak semurahan itu untuk mengajak Niko berciuman. Sisi lain hati Niko merasa tercubit oleh ungkapan Kania.


Dengan spontan Niko kembali mengejar Kania yang nyatanya sudah tiba di lantai bawah. Beberapa pasang mata karyawan mulai memperhatikan mereka.


Kania berlari dengan mengusap kasar air matanya. Ternyata, Kania sadar perasaan memang tidak bisa di paksakan. Sekuat apapun Kania berjuang, bila Niko tak mencintainya, nyatanya itu hanya akan menjadi tepuk sebelah tangan.


"Kania kita perlu bicara". Niko menghalangi langkah Kania dengan menghadangnya. Kania hanya mengalihkan pandangannya tanpa mau menatap Niko.


"Kasi aku waktu buat sendiri, pak Niko. Maaf, anda tidak berhak menghalangi saya karna saya bukan siapa-siapa anda". Kania mendorong Niko dengan kasar.


Niko terperangah mendengar ucapan Kania yang setengah berteriak. Sejujurnya, Kania kehilangan kontrol dirinya. Niatnya ingin turut serta mengantar ayah dan bunda Niko kini justru di suguhi pemandangan yang melukai hatinya. Tentu saja Kania masih syok dengan apa yang baru saja ia lihat.


Niko mematung tak percaya hingga Kania memasuki mobilnya dan menghilang di antara banyak mobil yang berlalu lalang di jalan raya depan distro. Tubuhnya melemas beserta seluruh ucapan yang Kania lontarkan.


Semua ini di rencanakan, bukankah seharusnya Niko senang? Bukankah semua ini yang Niko harapkan? Lantas, mengapa sekarang ia merasa sakit saat Kania pergi? Niko bingung dengan dirinya sendiri.


Setibanya Kania di rumah, Kania segera menemui sang mama yang tengah membaca majalah di ruang keluarga seorang diri.


Dengan suara parau dan mata yang sembab, Kania memberanikan diri menghadap sang mama.


"Ma....?", Kania menatap Nawal dengan serius.


"Iya.... eh Kania, kenapa kamu sayang? kok habis nangis? Kamu kenapa?", Tanya Nawal dengan suara khawatir. Kania menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum ia menghembuskannya perlahan dan berkata dengan mantap.


"Ma, aku mau pindah kuliah keluar negri. Aku mau, besok papa urus segala sesuatunya", Ungkap Kania dan kemudian berlalu pergi dari hadapan Nawal yang terbengong.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Maafkan neng Tia yang telat up yah,, tubuh sedang kurang fit. neng Tia usahain up 2 bab hari ini. Sekali lagi mohon maaf, mohon dukungannya😚🤗


__ADS_2