PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Episode 56


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 19.10 di kediaman Fandyka. Semua orang sudah berkumpul di meja makan.


Usai resepsi sederhana pernikahan Kania siang tadi, kini tempat yang tadinya di sulap menjadi tempat megah, kini telah sepi.


Ayah, bunda dan saudara-saudara Niko telah kembali ke rumah Niko.


Niko merasa sangat canggung. Meski ini bukanlah pertama kali ia mengikuti acara makan malam di keluarga Mahardhika, namun malam ini adalah makan malam pertama Niko sebagai menantu keluarga Fandyka.


Ada rasa sungkan dan sedikit aneh. Namun, bagi Niko ia sangat bersyukur mendapatkan mertua yang tidak membeda-bedakan status sosialnya. Niko bersyukur, keluarga barunya kini bisa menerimanya dengan tulus.


"Niko, makan yang banyak.... Jangan sungkan-sungkan. Mama bahagia kalau kamu menganggap lingkungan baru mu ini seperti rumah sendiri bagimu.", Nawal mulai bersuara ketika Kania mengambil piring Niko dan melayani nya makan sebagai seorang istri.


Niko tersenyum hangat dan mengangguk mengerti. "Iya, ma. Makasih atas semuanya".


Nawal melempar senyumnya. Berbeda dengan Fandy yang lebih banyak diam.


"Ma, pa..... Niko mau ngomong sama papa sama mama".


Ucap Niko setelah makan malam berakhir.


Seusai makan malam bersama, mereka tengah duduk berbincang hangat di ruang keluarga. Suasana sudah nampak lengang setelah banyak orang tadi ber-wara Wiri membersihkan tempat pesta tadi di halaman depan dan belakang.


Kania yang di samping Niko tengah memangku Vanya yang mulai aktif bertingkah. Sedang Kenan dan Anja duduk bersebelahan dengan suaminya.


"Mau ngomong apa, nak?", Tanya Nawal. Tiba-tiba semua orang fokus pada Niko. Fandy, Kenan dan Anja hanya diam sembari memperhatikan.


"Besok, Niko mau berangkat ke Bali, ma. Rencananya Niko cuma tiga hari aja di sana. Sepulang dari Bali nanti, Niko berencana ngajak Kania pindah ke rumah Niko?".


"Masih ngontrak?", Tanya Nawal tiba-tiba. Niko mengangguk dan tersenyum.


Sejujurnya, ada rasa sungkan saat harus mengatakan ini. Namun, biar bagaimana pun, Niko harus mengatakannya.


Bukan karna apa, Niko hanya ingin mandiri tanpa bantuan orang tua setelah ia mempersunting Kania. niko tak mau terus bergantung pada keluarga istrinya sedang dia adalah laki-laki yang memang seharusnya bertanggung jawab penuh atas istrinya.

__ADS_1


"Kenapa harus pisah sih, Niko? Bukannya sayang kalau uangnya buat bayar kontrakan? Kan bisa di tabung buat beli rumah.... Lagian mama lebih suka kalau anak-anak mama ngumpul di sini", Lanjut Nawal dengan menghembuskan nafas kasar.


"Nggak akan lama kok, ma. Sebentar lagi pasti Niko bisa belikan rumah untuk Kania. Sambil nunggu uangnya cukup nanti. Berhubung uang Niko masih kurang untuk beli rumah, Jadi Niko ngontrak dulu".


"Jadi? Bener nggak mau ngumpul sama papa mama dulu?"


"Bukannya nggak mau, Cuma ya..... Pengen tinggal berdua aja, ma. Niko janji Niko sama Kania akan sering-sering kesini jenguk mama sama papa, kok", Jawab Niko meyakinkan.


"Iya in aja lah ma..... Maklum lah pengantin baru juga kan enggan kalau ke ganggu. Mama kayak nggak pernah muda aja.", Tambah Ken yang mendapat pelototan mata dari adiknya, Kania. Anjani hanya cekikikan melihat suaminya yang meledek adiknya habis-habisan.


Niko melempar sumpah serapah pada sahabat yang kini menjadi kakak iparnya. Meski usia mereka terpaut satu tahun di atas Kenan, Tapi Ken tataplah kakak iparnya.


"Nah itu mas Ken ngerti." Jawab Kania yang sengaja meladeni godaan kakaknya.


"Ya sudah kalau itu menjadi keputusan kalian, papa merestui. Tapi inget.... sering-seringlah berkunjung kemari. Biar papa sama nggak merasa kalian tinggalkan". Jawab Nawal kemudian.


Nawal benar, Kania dengan sifat bar-barnya..... pastilah Nawal dan Fandy akan merasa sangat kehilangan saat mereka berpisah.


"Niko.... Ada yang mau papa sampaikan sama kamu. Ini masalah pribadi. Sepulang kalian dari Bali nanti papa mau ngajak kamu ke resto pusat. Temui papa di sana."


"Iya pa". Niko mengangguk paham. Niko menerka-nerka tentang apa yang ingin Fandy sampaikan.


Berbagai spekulasi mulai bermunculan di kepala Niko. Entah lah.... Niko masih tak mengerti.


...................


Malam berganti pagi.


Nawal dan Fandy serta anak-anaknya tengah sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri acara pernikahan Seyna.


Segala rencana telah di susun matang oleh Fandy, Kenan, dan Niko. Kali ini, Fandy sudah yakin seratus persen untuk menikahkan Seyna dengan Ardi.


Memangnya Seyna pikir, Kenan orang bodoh yang mau-mau saja terjebak dalam fitnah kosong Seyna? Nyatanya..... disini Seyna lah yang paling bodoh.

__ADS_1


Dengan keyakinan dan emosi yang sudah di tahan semenjak waktu itu..... Fandy dan Kenan serta Niko telah menyusun rencana untuk menikahkan Seyna dan Ardi, dan membongkar semua kejahatan Seyna, termasuk masalah obat yang di campurkan Seyna ke dalam makanan anjani waktu itu.


Setelah tiba di pelataran rumah mewah milik Roby, Fandy sekeluarga segera berjalan menuju tempat dimana Robby, Seyna dan Irma barada.


Roby dan Irma sempat mengernyit heran saat ada tamu undangan pria yang begitu mencolok penampilannya. Terlebih lagi, pria itu mengenakan jas putih yang senada dengan kebaya yang di kenakan Seyna.


Seyna sama sekali tak tau bahwa Ardi yang datang menggunakan pakaian yang begitu serasi dengan dirinya. Yang Seyna rasakan adalah....


Hatinya bersorak gembira karna sebentar lagi ia akan bersanding dengan Kenan, pria yang begitu di cintai nya.


"Selamat datang di rumah kami, mbak yu dan mas Fandy...", Irma, istri Roby menyambut hangat kedatangan mereka.


Nawal dan Fandy hanya tersenyum seraya menfangguk sbagai jawaban. Pandangan mata Fandy tiba-tiba tertuju pada Rio dan Anita yang berdiri dengan Anita yang mengapit tangan Rio.


Niko pun melirik ke arah Kenan dan memberi kode untuk menuntun Ardi ke arah pelaminan yang akan di gunakan untuk pernikahan.


Dengan langkah pelan namun pasti, Ken dan Niko menuju Ardi dan membawanya mendekat ke arah Seyna. Saat itulah, Seyna mengangkat kepalanya dan mendapati Ardi yang di apit Kenan dan Niko, tengah berjalan mendekat ke arahnya.


Seyna memucat. Bagaimana mungkin Ardi ada di pesta ini? Tidak mungkin.... Batin Seyna beteriak.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Roby dengan kebingungan di wajahnya, begitu juga istrinya, Irma.


"Maaf om, Tante.... mempelai yang seharusnya menikahi putri om adalah pria ini Dia lah ayah biologis dari anak yang di kandung om".


Kasak kusuk mulai santer terdengar. Banyak tamu undangan mulai berasumsi sesuai kebenaran mereka. Seyna sudah salah tingkah karna di tatap lekat oleh Ardi, pria yang telah menikmati tubuhnya secara cuma-cuma.


"Benarkah itu, Seyna?", Tanya Roby geram. Matanya penuh dengan kilat kemarahan terpendam.


Sekuat tenaga Seyna mengumpulkan keberaniannya.


"Be... be-benar, pa".


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2