PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Episode 47


__ADS_3

"Kania, sudah pulang sayang? Ayo duduk dulu nih mas Niko mau ngomong sama Kania", Panggil Nawal setengah berteriak.


"Aku nggak kenal".


~part sebelumnya~


Niko tercekat, nafasnya tertahan hingga beberapa detik sebelum kesadaran kembali padanya.


Apa yang Kania katakan? Kania berkata bahwa ia tak mengenalnya?


Hati Niko seperti terhantam Godam Bima dalam cerita Pandawa. Seperti inikah rasanya di abaikan? Beginikah yang Kania rasakan saat Niko yang nolaknya?


"Kania.... Aku mohon Kania, jangan begini. Ayo kita ngomong baik-baik." pinta Niko dengan mengiba.


"Pulanglah. Aku nggak mau ketemu sama kamu. Kamu itu........" Niko segera meraih tangan Kania, namun secepat kilat Kania menepisnya. Bibir Kania berkedut menahan tawa.


Beginikah rasanya menjadi pihak yang dikejar-kejar?, Batin Kania bersorak penuh tawa.


'Sialan mas Niko, kenapa harus megang tangan aku sih? Kania kan jadi meleleh maaas'


Batin Kania histeris.


Kania segera berlalu menuju kamarnya. Tidak ada yang tau bahwa sebenarnya, Kania jingkrak-jingkrak di atas ranjang.


Rentetan rencana di kepala Kania terbentuk dan tersusun begitu saja.


...........


Hari ini, Kenan tengah pergi bersama Niko dengan tujuan untuk mengawasi gerak gerik Seyna. Sejauh ini, Fandy dan Ken belum bertindak apapun untuk memperingati Seyna. Tapi percayalah, Ken sebenarnya sudah geram akan sikap Seyna yang seenaknya saja.


Fandy bisa saja mencabut seluruh saham yang ia tanamkan pada usaha ayah Seyna, yaitu Roby. Tapi Fandy masih ingin melihat, sejauh mana ponakannya itu berani mencelakai menantunya.


Sesuai perintah Fandy, Ken pun bertindak mengawasi Seyna secara langsung. Sebenarnya, Kenan enggan berurusan dengan Seyna. Namun mau bagaimana lagi, Ken tak mau hal serupa menimpa Anjani kembali. Karna Ken yakin Seyna pasti lah kembali menyusun rencana untuk bisa menjatuhkan Anjani.


Ken dan Niko sengaja membuntuti Seyna dengan mengendari motor biasa. Saat tengah memata-matai Seyna, Ken melihat Seyna berhenti di sebuah tempat pinggiran kota dengan menemui seorang pria, yang Ken tak tau itu siapa.

__ADS_1


Dengan sigap, Niko turun dari motor dengan berpura-pura menjadi pengunjung lain yang memakai masker dan topi serta kacamata warna hitam.


Saat tiba di dekat Seyna, Niko mendengar perbincangan pria itu, yang ternyata bernama Ardi.


"Lo ngapain telpon gue semalam?", tanya Ardi dengan suara serak.


Sekilas Niko meneliti, Ardi ini terlihat seperti anak berandalan. Dari penampilannya saja terlihat. Ardi yang saat itu mengenakan celana jeans hitam sobek-sobek di bagian lututnya, kaos oblong hitam dengan banyak tulisan, topi dan jaket hitam yang banyak di tempeli stiker ala-ala anak jalanan.


"Gue mau minta tolong, Lo gangguan istri sepupu gue."


"Ada masalah apa Lo sama sepupu Lo? Jangan cari gara-gara deh Lo, gue nggak mau terlibat kalau sampai itu sama polisi", sanggah Ardi dengan santainya.


"Ya jangan sampai ketahuan kalau Lo nggak mau masuk penjara. Gampang kan?".


"Kenapa sih Lo sampai mau bikin masalah sama istri sepupu Lo sendiri?".


"Gue suka sama sepupu gue. Dan Lo tau?


Sepupu gue justru kawin sama pembantunya. Lo pikir, gue rela itu saingan sama pembantu?", ungkap Seyna dengan melototkan matanya ke arah Ardi.


"Emangnya siapa?", Tanya Seyna malas.


"Ya gue gitu misalnya. Gitu aja pakai bingung." Jawab Ardi sekenanya. Dengan keras, seyna memukulkan tas nya ke arah Ardi.


"Lo pikir gue mau gitu sama Lo? Cowok yang masa depannya nggak jelas, dan udah pasti suram?",


"Nggak usah menghina gue, nanti jatuh cinta baru lo tau rasa." Jawab Ardi santai. "Emangnya Lo mau gue apain istri sepupu Lo?"


"Gue mau, Lo bikin cemburu sepupu gue dengan cara deketin istrinya. Kalau perlu Lo tidurin aja tuh cewek. Gue heran, pembantu aja bisa ya bikin sepupu gue bertekuk lutut? Pakai pelet kali", ucap Seyna dengan berapi-api.


Bayangan Seyna saat Anjani melingkarkan tangannya pada lengan Kenan, membuat Seyna semakin membenci Anja berkali-kali lipat, Itulah mengapa Seyna semakin bernafsu ingin mencelakai bahkan mempermalukan Anjani.


sayangnya, niat untuk mempermalukan Anjani dengan membuat dan menyebarkan video telanjang Anjani, gagal total karna Kenan lebih dulu menemukan Anjani. Terlambat sedikit saja, Sudah pasti rencana Seyna berhasil.


"Bukan perkara yang sulit, tapi...... Lo tau lah type gue. Gue nggak mau kerja kalau uangnya belum jelas", ungkap Ardi santai. Seyna melotot ke arah Ardi.

__ADS_1


Kurang ajar si Ardi, kerja aja belum berhasil, ia sudah meminta kompensasi. Baiklah, berlama-lama di dekat Ardi membuat Seyna muak dan ingin segera mengakhiri pertemuan bodoh ini.


"Lo mata duitan bener, ya. Kerja aja belom, duit Mulu" Kata Seyna sembari merogoh tasnya.


"Gue nggak butuh duit" Jawab Ardi santai.


"Terus?",


"Gue mau satu malam bersama Lo. Kalau Lo menolak, Lo cari yang lain aja. Sekarang, gue punya banyak duit dan nggak butuh duit. Yang gue butuhin, seorang wanita seksi kayak Lo buat menghangatkan ranjang gue".


Seyna terkesiap. Bagaimana mungkin Ardi meminta tidur dengannya. Oh tidak, Seyna tak habis pikir. Tapi jika Seyna mencari yang lain, tidak mungkin. Seyna sudah tak punya kenalan lain yang memiliki potensial untuk menuruti keinginannya. Satu-satunya yang bisa membantunya hanyalah, Ardi.


"Lo gila, Ar", Pekik Seyna gusar. Bagaimana mungkin ia akan menyerahkan dirinya pada si Ardi ini.


"Ya sudah. Silahkan cari yang lain", Jawab Ardi santai.


Tidak tidak. Tidak ada pilihan lain, Seyna harus mengorbankan dirinya kali ini.


Dengan menarik nafas panjang, kemudian ia hembuskan perlahan. Ia harus yakin dengan keputusannya.


"Gue bersedia", Kata Seyna mantap. Ardi tertawa dalam hati, menyoraki kemenangannya kali ini. Jarang-jarang ada wanita seksi yang bersedia melayaninya tanpa harus ia mengeluarkan uang.


"Gue suka gaya Lo", Sahut Ardi dengan di sertai tawa membahana. Seyna memejamkan matanya sejenak sambil menenangkan dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua akan baik-baik saja.


Niko yang melihat Ardi pergi pun segera kembali menemui Kenan dan menyampaikan semua yang ia dengar.


🌹🌹🌹🌹🌹


Maafkan daku yang kemarin libur up ya manteman. Maklumi saja, kesehatan neng Tia sedang sedikit terganggu, mungkin karna emang cuaca yang lagi kurang mendukung,.


Akan neng Tia usahakan up 2 part ya hari ini.


Doakan semoga mampu.......


Jangan lupa tetap dukung ya....

__ADS_1


Salam segalanya dari neng Tia😚😚😚


__ADS_2