PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU
Episode 62


__ADS_3

Malam ini, Kania tengah berkutat di dapur barunya.


Sudah dua hari ini ia sudah pindah ke rumah barunya. Segala sesuatu tentang kepindahan barang-barangnya pun di urus bunda Niko dan Nawal. Dua wanita paruh baya beda generasi itu bahu membahu saling membantu demi meringankan pekerjaan Niko dan Kania.


Ayah dan bunda Niko belum kembali. Mereka akan kembali esok hari ke kampung halaman. Di rumah Kania, Niko sengaja mempekerjakan seorang ART untuk membereskan rumah dan meringankan kerjaan Kania.


Maklum, Kania sedang hamil tua dan Niko tidak mau bila istrinya kelelahan.


Aromanya harum kue kukis coklat begitu semerbak mengitari seluruh penjuru ruangan.


Setelah usai mengemas kue-kue itu dan menata nya ke dalam toples, suara deru mobil terdengar.


Niko,


pasti lah itu Niko yang baru pulang dari lemburnya.


Senyum lebar terbit dari bibir manis Kania.


Setelah pintu terbuka, Kania menyambut suaminya dengan suka cita.


Bunga-bunga kebahagiaan merekah indah di hati Niko.


Pulang kerja dengan di sambut istri dan wajah sumringahnya, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Niko. Terlebih lagi, badan Kania yang mengembung itu terlihat menggemaskan di mata Niko.


"Mas.....


Capek? Mandi dulu gih aku mau siapin makan malem kamu buat dulu."


"Kamu bikin kue coklat lagi?", bukannya menjawab, Niko justru balik bertanya karna Indra penciumannya mencium harum kue beraroma coklat.


"Iya..."


Beberapa saat, ayah dan bunda terlihat bercengkerama di dapur.


Mereka tengah membantu Kania menata kue ke dalam toples. Apa lagi ayah, ayah lebih antusias bila itu menyangkut urusan tentang menantu kesayangannya.


"Oh iya, hampir lupa. Nggak usah nyiapin makan malem. Kita makan di luar aja. Aku ada janji sama mas Ken dan mbak Anja."


Ungkap Niko tiba-tiba.


Kania pun mengangguk dan segera memberi tahu ayah dan bunda agar segera bersiap.

__ADS_1


*****


Fandy sekeluarga serta besannya, kini tengah menikmati hidangan di resto pusat miliknya.


Keluarga ini begitu sempurna. terlebih lagi ada Vanya yang super aktif itu, selalu mengoceh tak jelas dan menjadi kebahagiaan tersendiri untuk keluarga Fandy.


Tak jauh dari meja tempat mereka makan malam, seorang wanita muda memaku pandangannya pada Kenan dan Niko.


Entah mengapa, jantungnya mendadak berdegup kencang kala ia menatap lekat Niko.


Winda......


Wanita itu adalah Winda.


Semenjak pertemuannya dengan Kenan dan Fandy waktu itu, ia semakin intens mengunjungi cafe milik Fandy, meski hanya sekedar memesan minuman saja.


Awalnya, Winda memiliki ketertarikan pada Kenan. Namun kini, Niko lah yang lebih bisa mencuri hatinya.


Winda type gadis keras kepala dan pantang menyerah, namun juga terkadang bisa lupa diri.


Berbeda dengan Kania yang meski sikapnya cenderung barbar, namun Kania lebih bisa mengontrol diri dan menjaga kehormatannya.


Namun sayang, saat di parkiran, Kania yang sedang hamil besar itu tengah bergelayut manja pada lengan Niko.


Sontak Winda terkejut saat mendapati pandangan di depannya.


Niko sudah berumah tangga?


Dan istrinya tengah mengandung?


Winda terpaku dan masih syok hingga mobil Niko berseru dan Winda segera mengikutinya.


*****


Pagi pagi sekali, Winda sudah stay di depan rumah Niko di seberang jalan.


Semalaman Winda memikirkan tentang keputusannya. Ia ingin mundur saja untuk mengejar Niko mengingat Niko telah beristri dan istrinya tengah mengandung. Namun, rasa penasarannya ternyata mampu membunuh nuraninya.


Dengan tekad yang begitu besar, Winda nekat mencari cara untuk sekedar bicara dengan Niko.


Niko keluar dari rumah dan menuju resto dan cafe untuk mulai bekerja. Winda melihat jelas Niko yang keluar dari rumahnya karna Niki tidak menutup kaca di pintu mobilnya.

__ADS_1


Sesampainya di resto, Niko segera masuk dan sekedar menyapa beberapa yang sudah datang lebih dulu.


"Selamat pagi, pak Niko".


Sapa Aini, seorang wanita yang bertugas sebagai cleaning service saat itu.


Winda melihat jelas dari belakang Niko dan berencana bertanya dan mengorek info dari petugas cleaning service yang di sapa Niko baru saja


"Pagi", Jawab Niko tersenyum seraya melenggang masuk ke dalam.


Winda tak membuang waktu lagi. Ia segera menghampiri Aini.


"Permisi, mbak.... Selamat pagi", Sapa Winda ramah. Aini pun tak kalah ramah menyambutnya.


"Iya, selamat pagi. Ada perlu apa ya mbak?", Tanya Aini sopan.


"Mau tanya, yang barusan masuk pakai kemeja biru muda itu, siapa ya mbak?"


"Oh itu, pak Niko namanya. Embaknya kenal? Pak Niko itu pemilik cafe & resto ini mbak".


Winda ternganga sekian detik. Ia tak menyangka, Niko yang ia incar ternyata lumayan kaya.


Winda tidak tau saja bahwa sebenarnya Niko berasal dari keluarga sederhana. Semua yang Niko miliki nyatanya karna Fandy mempercayakan resto ini pada nya.


"Kalau boleh tau, apa embaknya kenal pak Niko?" Tanya Aini menyelidik. Ia sedikit terganggu dengan ekspresi yang Winda yang berlebihan.


"Oh enggak, dulu teman kuliahnya. Saya cuma memastikan eh ternyata bener itu Niko teman saya waktu kuliah dulu", ungkap Winda tersenyum.


"Oh begitu". balas Aini sedikit curiga.


"Oh ya udah saya pamit ya mba, permisi". Ucap Winda kemudian sebelum berlalu pergi.


Tanpa Winda dan Aini sadari, ternyata Niko mendengar apa yang mereka bicarakan.


Tadinya setelah sampai di dalam ruang kerjanya, Niko lupa bahwa ponselnya tertinggal di dalam mobil.


Saat hendak keluar, Niko tak sengaja mendengar percakapan Niko dan Aini.


"Perasaan ku kok nggak enak ya?", gumam Niko perlahan seraya memandang punggung kecil Winda.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2