Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Perhatian Palsu


__ADS_3

Sayup-sayup Mawar mendengar suara Azdan berkumandang,dikerjapkannya matannya itu,ia masih mencoba mengumpulkan kesadaran setelah tidur.


"Uhh..",sepertinya pusingnya sudah mendingan,Mawar meraih hp yang ada disampingnya,jam sudah menunjukan dua belas siang,sepertinya ia tidur lama.


Mawar terlonjak mengingat ia tidur hampir tiga jam'an,ibu mertuanya pasti marah-marah lagi.


Ia berdiri dan segera beranjak keluar kamar ,namun rumah terlihat sangat sepi,ia memberanikan diri membuka pintu kamar mertuanya,dengan perasaan was-was Mawar mencoba membuka knop pintu.


*Kl*ek..


Tak ada siapapun disana,kamar itu kosong.


Entah mengapa ia merasa lega mengetahui mertuanya itu tak ada dirumah.


Mawar berjalan menuju dapur,ia merasa sangat lapar,segera ia membuka tutup saji.


*S*epertinya mama sudah makan...


Dilihatnya telor yang ia ceplok tadi berkurang dua biji,Mawar tersenyum mengingat mertuanya itu sangat suka telor ceplok,ia mengenang masa-masa dulu Bu Winar sangat baik padanya,meskipun saat ini mungkin mertuanya memperlakukannya dengan buruk namun Mawar akan sabar,ia akan menunggu Bu Winar bisa mengerti keadaannya ,mertuanya seperti itu pasti karena syok,itu yang jadi keyakinannya saat ini,jadi Mawar harus tetap teguh dan sabar.


Mawar memakan makan siang itu sendiri,meskipun hanya dengan telor ceplok tapi ia merasa bersyukur,hidupnya termasuk beruntung bisa makan dan punya seseorang yang mau menerima dirinya menjadi seorang istri.


Seorang perempuan yang tidak punya siapa-siapa dari panti asuhan ,bahkan dia seorang perempuan yang mandul tapi suaminya masih mau menerimanya,hal seperti itu membuat dirinya hidup dengan penuh syukur.


Setelah makan Mawar segera menghubungi Anya pekerja di toko rotinya,ia lupa memberitahu karyawannya bahwa hari ini ia tak bisa datang karena sakit.


tut...tut...


Pada panggilan pertama telephone'nya langsung diangkat.


"Hallo bu..",terdengar suara dari sebrang.


"Hallo Anya,gimana keadaan toko?maaf saya nggak bisa datang karena sakit"


"Nggak papa bu,hari ini toko lumayan laris bu,tapi saya bisa menghandle semuanya kok",mendengar itu Mawar merasa lega,anak buahnya itu sangat bisa diandalkan,ia senang ada Anya yang bisa jadi kepercayaannya.


"Baguslah..tapi nanti tutup sendiri bisa kan?",Mawar merasa sepertinya ia belum bisa pergi ketoko hari ini.

__ADS_1


"Bisa bu..tenang saja",katanya.


Mawar terkekeh mendengar perkataan Anya"Baiklah..nanti tolong kunci sama uangnya pegang kamu dulu ya"


Anya adalah anak yang jujur dan Mawar yang paling tahu itu,meskipun Anya besar tanpa orang tua namun sifat anak itu bisa dipercaya.


"Baik bu.."


"Yasudah..kamu kerja lagi saja .."


Setelah selesai menelfon Annya,Mawar beranjak keluar rumah,meskipun kepalanya masih sedikit pusing rasanya ia ingin menghirup udara segar.


Mawar duduk dikursi yang terletak diteras,ia diam mengamati anak kecil yang bermain kesana-kemari,kadang ia terkekeh melihat tingkah anak-anak itu.


"Eh..",Mawar berdiri saat melihat salah satu anak laki-laki dengan badan yang gendut terjatuh,anak itu bahkan sudah menangis keras meneriakan nama ibunya.


Baru saja Mawar berjalan beberapa langkah ,pergerakan kakinya terhenti saat melihat seorang ibu yang menghampiri anak itu dengan berlari,sepertinya itu ibunya.


Ia kembali duduk dikursi semula,melihat itu ia jadi teringat Akins ,anak gembul yang sangat lucu.


"Ah..aku jadi rindu",entah mengapa Mawar ingin bertemu dengan anak itu,tapi bagaimana caranya?


"Laki-laki yang menyeramkan...",itu adalah penilaian Mawar,saat pertama bertemu memang Azam sangat dingin bahkan terlihat arogant,apa semua orang kaya seperti itu?


Setelah dirasanya cukup berada diteras, Mawar segera masuk dan akan beberes rumah sebisanya,ia menyapu dan menjemur baju yang sudah ia cuci pagi tadi.


Setelah itu ia kembali kekamar dan memakan obat paracetamol ,Mawar berencana beristirahat lagi selagi menunggu suaminya itu pulang.


**


Dari dalam kamar terdengar suara deru motor dari halaman rumahnya,ia sangat hafal kalau itu suara motor suaminya Mas Adi.


"Sayang Mas pulang...!",Adi masuk kerumah,ia sedikit heran Mawar tak menyambutnya pulang.Biasanya wanita itu sudah ada didepan pintu saat mendengar suara motornya,Mawar akan menjemputnya dengan senyum cantiknya itu.


Adi beranjak menuju dapur,mungkin istrinya itu sedang memasak dan tak mendengarnya sudah pulang,tapi Mawar tak ada disana.


Dibukannya kamar tidurnya,Adi tersenyum melihat Mawar yang tidur membelakanginya.

__ADS_1


*T*umben sekali dia tidur siang...


Adi meletakan tas kerjanya diatas kasur,kemudian melepaskan sepatunya,Adi beranjak naik ke ranjang dan menghampiri Mawar.


Tangannya terhenti saat merasa tubuh Mawar bergetar,dibaliknya tubuh Mawar dengan hati-hati,Adi terkejut melihat wajah Mawar yang sedikit pucat dan banyak keringat di dahinya.


"Sayang..kamu kenapa?!",Adi terlihat sangat panik,ia memegang kening Mawar yang terasa sangat panas.


"Mas...",Mawar hanya bisa menjawab dengan nada lemah,ia sungguh merasa sangat pusing.


"Ya ampun kenapa nggak bilang mas kalo kamu sakit..",Adi beranjak turun dari ranjang dan segera mengambil dompet yang ada di tasnya.


Mawar hanya geleng-geleng kepala,ia tak mau merepotkan Mas Adi,ia juga sudah minum obat tadi,padahal obat itu manjur saat pertama meminumnya,tapi setelah makan kedua kalinya sakitnya malah tambah parah.


"Ayo kita berobat saja..",Adi hendak menggendong tubuh Mawar namun tangannya di cegah oleh Mawar.


"Nggak usah mas..nanti juga sembuh",Mawar tak ingin Adi mengeluarkan uang lagi,ia tahu keuangan Mas Adi sedang minim,bahkan sudah dua bulan tapi gaji dari sekolahnya belum keluar.


"Nggak usah gimana,wajah kamu udah pucet banget,badan kamu juga menggigil begitu..ayo kita berobat saja,mas nggak mau terima penolakan..",ucapnya dengan tegas membuat Mawar yang hendak menolak tak berani.


Adi mendudukan badan Mawar terlebih dahulu,lalu memakaikan jaket untuk Mawar.


Adi kemudian menggendong Mawar ala bridal style keluar kamar,baru saja ia sampai didepan teras tiba-tiba suara mamanya menghentikan langkahnya.


"Ada apa Adi..?",Bu Winar yang baru saja pulang yang entah dari mana itu melihat anaknya menggendong istrinya keluar rumah.


"Adi mau bawa Mawar berobat dulu mah,sakitnya parah...",lalu Adi berjalan menuju motor,di dudukannya Mawar diatas jok motor.


"Emang Mawar sakit apa?",wajah Bu Winar dibuat dengan begitu paniknya.


"Belum tahu juga mah,pulang-pulang Mawar udah begini"


"Nggak usah dibawa ke dokter,biar mama buatin obat buat Mawar,mama bisa kok ngerawat Mawar",ucapnya dengan penuh kelembutan.


Mawar diam mendengar perkataan mertuanya itu,Bu winar terlihat seperti seseorang yang mencemaskannya namun Mawar tahu itu adalah kepalsuan,agar Mas Adi tak menaruh curiga.


"Nggak mah..ini udah parah banget,Adi pamit ya mah..",Adi tetap naik keatas motor,ia menarik tangan Mawar agar memeluknya dan berpegang erat.

__ADS_1


"Iya hati-hati.."


Bu Winar mengangguk,kemudian ia melihat motor yang dibawa anaknya itu mulai menjauh dari pekarangan rumahnya,terlihat senyuman smirk dari wajah tuanya itu.


__ADS_2