Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Omongan Tetangga


__ADS_3

Selama ditinggal Mas Adi pergi ,Mawar merasa tak begitu sedih karena adanya Akins dan Azka.


Selama lima hari ini mereka datang sudah tiga kali ke tokonya.


Kadang datang di waktu pagi ,sing hari bahkan malam hari,tentu saja bukan hanya Azam yang mengantar,terkadang mereka datang bersama supir dan juga Dafa.


Azam juga sudah meminta nomornya untuk berjaga-jaga,semua itu karena Akins yang kadang rewel dan susah sekali dihibur.


Ia meminta bantuannya jika itu terjadi,tentu saja Mawar tak menolak.


Untuk hari ini Mawar berencana cek kesehatan kandungannya ke rumah sakit,itu semua ia lakukan sesuai anjuran Dafa,ia harus rutin periksa jika ingin kandungannya sembuh total.


Toko juga diliburkan ,jadi ia akan ke rumah sakit bersama Anya.


Setelah selesai berdandan Anya dan Mawar memesan taksi online menuju rumah sakit rekomendasi dari Dafa.


Mereka akan pergi ke rumah sakit dimana Dafa bekerja,Mawar sudah terlanjur nyaman berobat dengan Dafa,apalagi Dafa yang paling tahu kondisi kesehatannya saat ini.


Setelah sampai di sana mereka berdua langsung di sambut oleh Dafa sendiri,kemudian di bawa masuk ke sebuah ruangan praktiknya.


"Apa nggak papa tidak mengantri dulu..."


Bukanya tak menghargai usaha Dafa,tapi Mawar merasa tak enak melakukan ini,bukankah ia melakukan hal yang tidak baik?


Padahal di luar ruangan sana masih banyak yang mengantri


"Tidak apa-apa..hari ini bukan jadwal kerjaku kok"katanya.


"Hah..? terus kenapa dokter nyuruh kami kesini?",Anya


"Ini khusus untuk kalian,hitung-hitung ucapan terimakasih atas nama keponakanku"


"Apa tidak masalah dokter menggunakan fasilitas rumah sakit seenaknya..?",tanya Anya lagi.


Mendengat perkataan Anya,Dafa tertawa,wanita di depannya ini sangatlah lucu


"Tidak masalah..."ucapnya sembari tersenyum lagu.


Anya diam tak bertanya lagi,i memilih keluar ruangan dan membiarkan mba'nya melakukan pemeriksaan.


Anya masih merasa ragu dan janggal akan perilaku Dafa,masa iya dokter bisa menggunakan semua alat di rumah sakit ini dengan leluasa,apalagi di luar jam kerjanya? bahkan tak terlihat satupun suster yang mendampinginya.


Melihat salah satu perawat yang lewat Anya beralih memanggil suster itu kemudian menanyakan fikiran yang ada di kepalanya.


"Maaf sus..sama mau tanya,apa anda kenal Dokter Dafa..?"


"Iya saya kenal mba"


"Dia kerja di sini..?"

__ADS_1


Suster itu mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Anya.


"Siapa yang tak menegenal dokter yang muda dan tampan..Dokter Dafa paling terkenal di rumah sakit ini.."


"Jadi..dia bukan dokter gadungan.."gumam-gumam kecil.


Mendengar jawaban suster itu Anya mengangguk saja,hatinya merasa lega..setidaknya dokter itu bukan dokter gadungan.


"Apa anda tidak tahu ...",suster itu menjeda ucapanya.


*A*pa..?


"Dokter Dafa kan ketua Dokter di rumah sakit ini,rumah sakit ini juga milik keluarganya.."


Anya melongo mendengar jawaban suster itu,ia bahkan melangakah mundur sembari memegangi mulutnya tak percaya.


Ternyata lelaki itu bukanlah sembarang orang,Anya memukuli kepalanya yang bodoh itu,kenapa juga otaknya bisa berfikir kalau Dafa itu dokter gadungan.


Tak berselang lama mba Mawar keluar ruangan dengan dokter Dafa.


"Sudah mba..?"tanyanya,tapi matanya berpaling saat Dafa menatapnya,rasanya ia tak kuat jika melihat mata itu,ia seperti bersalah karena menganggap Dafa dokter gadungan.


"Sudah ,kita bisa pulang sekarang"


"Kalau begitu kami pamit dulu dok..saya sangat berterimakasih untuk hari ini,maaf jika merepotkan"


Meskipun ia sudah dekat dengan Dafa,tapi Mawar harus tetap sopan dan menghargai pekerjaan Dafa,apalagi saat ini mereka sedang ada di rumah sakit.


"Baiklah..kami pamit dulu.."


Setalah itu Mawar dan Anya melenggang pergi,mereka berdua akan langsung pulang kerumah.


Di tengah perjalan Anya menghentikan langkahnya,ia memicingkan mata ,sepertinya ia melihat orang yang ia kenal.


"Ada apa Anya..?"


Mawar menengok ke belakang,ia melihat Anya yang sedang diam sembari menatap ke arah lain.


"Tadi aku kaya liat Kak Adi deh mba.."


"Jangan ngawur kamu..Mas Adi kan lagi ke Jogja.."


"Bener mba..aku liat kak Adi kok.."


"Dimana..?",meskipun ia tak percaya omongan Anya ,Mawar juga penasaran.


"Eh..udah ilang mba ,padahal tadi ada di sana",katanya sembari menunjuk sebuah kursi tunggu.


"Orang yang mirip kali..atau kamu yang salah lihat...",mana mungkin Mas Adi sudah pulang tapi tak mengabarinya.

__ADS_1


"Iya kali ya mba..",Anya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.


*A*ku tak mungkin salah lihat..tapi kata mba'nya kak Adi ada di Jogja..


Anya berjalan sembari melirik Mawar,fikirannya masih terpaku dengan apa yang ia lihat tadi,apa mungkin...


Anya menggeleng-gelengkan kepalanya,ia harus berfikir positif dan membuang segala prasangka jeleknya itu.


Kak Adi kan sangat mencintai mba Mawar,jadi itu pasti tidak mungkin...


***


"Terimakasih ya sudah mau nemenin mba ...",ucap Mawar,saat ini mereka sudah sampai di depan rumah.


"Iya mba..aku juga seneng kok bisa keluar rumah ..apalagi dapet makanan banyak hehe..."


Mawar tertawa mendengar jawaban Anya,memang benar tadi di jalan Mawar membelikan banyak makanan untuk Anya.


"Yasudah..kamu masuk gih,terus istirahat.."


"Baik mba..makasih ya..",Mawar mengangguk,ia melihat Anya melenggang masuk ke dalam rumahnya.


Saat ia berbalik dan ingin masuk kedalam rumah tiba-tiba Bu Widi memanggilnya dari samping.


"Baru pulang ya mba..",katanya.


"Iya bu..."


"Seneng ya ..diajak suami belanja terus"


Mawar terdiam mendengar perkataan tetangganya itu.


"Nggak usah malu-malu loh ..waktu di mall kebetulan saya juga ada disana..padahal saya ingin nyapa tapi takut ganggu..",katanya lagi sembari tertawa.


"Ibu liat suami saya..? kapan..?"


"Iya tadi siang lah..kamu kan yang pergi sama pak Adi?"


"O..oh..iya...siang tadi kami memang ke mall,tapi sore juga kami kesana lagi..",ucapnya berbohong.


"Oh gitu...terus mana suaminya mba..?"


"Pergi lagi bu..biasa ada belanjaan yang ketinggalan..kalau begitu saya masuk dulu ya bu.."


Mawar langsung masuk kedalam rumah,ia terduduk lemas di belakang pintu,tangannya memegang jantungnya yang berdegup kencang.


Ia mencerna semua yang tengah terjadi,tadi Anya berkata jika ia melihat suaminya di rumah sakit dan sekarang Bu Widi juga berkata melihat suaminya di mall,bersama perempuan...


Bukankah itu terlalu nyata jika dikatakan sebagai sebuah kebetulan?

__ADS_1


Mawar menyeka air matanya,fikiran negative mulai memenuhi otaknya,ia ingin percaya pada Mas Adi,tapi apa yang di katakan Bu Widi dan Anya tak bisa ia acuhkan begitu saja.


*S*ebenarnya apa yang tengah terjadi..?!


__ADS_2