Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Semakin Menjadi


__ADS_3

Ternyata memang benar dugaannya,setelah mertuanya pulang pintunya di gedor-gedor dengan sangat keras.


Bahkan Bu Winar teriak marah-marah memaki Mawar.


Mawar sangat takut,ia takut mertuanya akan berbuat nekat,apalagi sepertinya Bu Winar sangat marah.


"Hei..!! keluar kamu mantu kurang ajar..!!"


Mawar diam saja ,ia tak menanggapi apa yang dikatakan oleh mertuanya itu.


Mawar memilih diam dari pada nanti menambah masalah.


"Awas kamu ya..! mama nggak akan nglepasin kamu gitu aja!!!"


Brrakkkk..!!


Setelah menendang pintu kamarnya akhirnya suasana damai kembali,sepertinya Bu Winar sudah lelah dan memilih pergi.


Mawar belum berani membuka pintu,mertuanya pasti belum keluar dari rumah,ia akan keluar dari kamar setelah jam delapan pagi,setiap jam itu pasti Bu Winar keluar untuk pergi arisan.


Setelah itu ia akan pergi ke rumah Anya,meskipun badannya belum sembuh total tapi ia tak mau di rumah sendirian.


Mawar memakan sarapan yang di berikan Mas Adi di dalam kamar,ia memilih bermain hp dikamar dan menghubungi Anya.


Setelah menunggu sekitar dua jam akhirnya Mawar mendengar mertuanya itu keluar dari rumah.


Dibukanya pintu kamar dengan hati-hati,Mawar mengintip dari balik pintu.


"Hhaaaahh...."


Ia bisa bernafas lega,akhirnya mertuanya sudah pergi.


Bergegas Mawar menyiapkan air hangat untuk mandi dan segera berdandan untuk pergi ke rumah Anya.


Setelah selesai berdandan tak lama suara


perempuan memanggilnya dari arah luar.


*T*ok..tok..


"Mba....?!"


"Iya sebentar...!",Mawar membawa tas miliknya lalu keluar dan tak lupa mengunci pintu.


"Mba udah siap kan..?",Mawar mengangguk.


Kemudian di naik di sepeda belakang Anya,anak itu memang mempunyai sepede otel,setiap kerja Anya selalu memakai sepeda itu.


"Mba mau jajan dulu nggak..Anya bayarin deh"


Anya menghentikan gayuhannya ketika berada di pinggir jalan yang terdapat banyak penjual makanan dan buah-buahan.


"Ayok..buat temen nyemil nanti,tapi mba yang bayar..mba lagi dapet rezeki.."


"Okedeh..tapi lain kali aku yang traktir lo mba.."


Mawar tertawa,Anya ini sangat baik padanya,padahal bayaran kost Anya habis bulan ini dan dia sudah tidak bekerja lagi tapi rela mengeluarkan uangnya demi menghiburnya.


Mereka membeli beberapa jajanan pinggir jalan dan buah mangga.


"Kenapa banyak banget mba jajannya?"


Anya melihat Mawar membeli telor gulung,pentol,takoyaki dan masih ada lainnya.

__ADS_1


"Sekali-kali ..kita juga jarang kayak gini,ayok pulang"


Mawar melangkah menuju sepeda.


"Tapi kebanyakan mba..kasian uangnya"


"Makannya nanti kamu habisin ya..ini makanan rekomendasi loh..katanya enak"


"Rekomendasi dari siapa mba?"


"Ada deh..pelanggan kita"


Anya mengangguk saja,lalu mereka berdua berangkat lagi menuju rumah Anya.


Mawar tertawa di jok belakang,sebenarnya di dalam kado Akins ada surat yang berisi cerita-cerita Akins.


Anak itu membicarakan banyak hal dan juga jajanan yang katanya sangat enak,jadi karena penasaran Mawar mencobanya.


Ia memang tipe yang suka ngemil,tapi karena tuntunan kondisi dan keadaan ,Mawar jarang jajan dan lebih memilih menabung.


Hingga kahirnya mereka sampai di depan kost kecil dengan beberapa tanaman sayur di depannya.


Setelah masuk mereka langsung berpesta ria,memakan jajanan yang telah mereka beli dan mengobrol asyik.


***


Jam menunjukan pukul satu siang,saking betahnya Mawar sampai ketiduran di kamar Anya.


Ia melihat keadaan,Anya masih duduk disampingnya sembari bermain hp.


"Kenapa nggak bangunin mba?"


"Eh ..sudah bangun mba?"


"Kelihatannya mba pules banget jadi Anya nggak tega"


"Ya sudah..mba mau pulang,takut Mas Adi pulang lebih awal hari ini"


"Sering main kesini ya mba..aku bosen",ucap Anya cengengesan.


"Iya..nanti kamu juga sering-sering main ke rumah mba,jadi nggak bosen di rumah terus"


"Hehe..iya deh mba.."


Akhirnya mereka pulang dengan sepeda Anya lagi tentunya.


Setelah sampai Mawar melihat pintu rumahnya sudah di buka.


*A*pa Mas Adi sudah pulang? tapi tidak ada motornya...


Mawar celingukan melihat sekitar,tapi memang motor suaminya itu tak ada.


"Aku pulang dulu ya mba..",ucap Anya.


"Nggak mampir dulu?"


"Nggak deh mba.."


"Yaudah..hati-hati dijalan.."


Anya langsung menggayuh sepedanya meninggalkan Mawar yang masih berdiri di depan teras.


Setelah Anya terlihat jauh dari pandangannya Mawar langsung masuk ke ke rumahnya.

__ADS_1


"Mas..?",tidak ada siapapun yang menjawab,ia juga beralih ke dapur dan kamar kecil tapi tidak ada seorangpun disana.


Mas Adi nggak ada...masa sih mama udah pulang jam segini?


Mawar melihat kamar Bu Winar,namun tetap tidak ada orang juga.


*Ap*a jangan-jangan maling?


Tapi maling mau ambil apa? di rumahnya bahkan tidak ada barang berharga.


Hingga akhirnya Mawar melihat tas milik mertuanya di atas sofa,ternyata mertuanya itu sudah pulang tapi entah kemana orang itu.


Mawar memilih masuk ke kamar dan memakan obatnya,sekarang sudah jadwal makan obat siangnya.


"Heh..baru kemana aja kamu..?"


Suara Bu Winar mengagetkannya,Mawar bahkan tak mendengar langkah kaki seseorang tadi.


Ia memilih diam dan melanjutkan makan obatnya,hatinya masih kesal perihal keadian yang lalu.


"Heh..!! kamu budeg ya..!!"


Tiba-tiba Bu Winar sudah merebut gelas di tangannya lalu menyiram wajah Mawar dan langsung menjambak rambut Mawar sangat keras.


"Sshh..."Mawar meringis merasa kesakitan saat Bu Winar menjambaknya.


Jambakannya itu lebih keras daripada yang lalu.


"Jangan mah...",Mawar tak bisa melawan,kekuatan Bu Winar sungguh kuat.


"Hahaha..!!! jangan apa hah?!..sekarang kamu jadi makin nglunjak ya..! gara-gara Adi manjain kamu makannya kamu ngerasa di atas angin kaya gini!!"


Lalu Bu Winar menarik Mawar ke kamar mandi masih dalam keadaan menjambaknya.


"Sekarang kamu bahkan nggak mau nyetrika sama buat makanan! kamu kira rumah ini gratis hah?! kamu ini cuma numpang!! mama bisa usir kamu kapan aja dari sini..ngerti..!!"


Menghempaskan Mawar ke dalam kamar mandi sampai punggung Mawar membentur pinggiran keramik.


"Aww...!!",Mawar sungguh merasa kesakitan.


"Ma..mama udah kelewatan..Mawar juga mausia mah..kenapa mama tega berbuat begini ke Mawar?"


Ia sudah menangis,bukan hanya karena rasa sakit tapi lebih ke sakit hati.


"Heh..kamu kira mama kasian sama kamu..!! makanya jadi mausia tuh yang berguna !..jangan cuma keluyuran nggak jelas!!"


Tiba-tiba Bu Winar menyiraminya air bak dan menguncinya dari luar"


*B*rraakkk..!!


"Mah..mama..!! jangan kurung Mawar ma...!"


Mawar menggedor-gedor pintu kamar mandi.


"Pikirin sikap kamu di dalem sana ! huh..udah nggak punya kerjaan sekarang sok-sok'an mogok kerja di rumah..!"


Setelah itu Bu Winar pergi meninggalkan Mawar yang menangis di dalam kamar mandi.


......~~~......


...Terimakasih sudah mampir dan membaca novelku🤗...


...Jangan lupa terus like and komen ya,aku sayang kalian😘😘...

__ADS_1


__ADS_2