
"Apa kau yakin tidak perlu ke rumah sakit?"
"Iya...kurasa aku akan memanggil tukang pijat saja.."
"cih..kau berbicara seperti tidak percaya pada dokter saja"
Mawar tertawa mendengar perkataan Dafa,saat ini dirinya sudah ada di dalam mobil bersama pria itu.
Dafa kukuh ingin mengantarnya sampai kerumah karena khawatir,lelaki itu tidak mau mendengarkan penolakan Mawar sama sekali.
"Aku hanya ingin pulang saja...lagipula kau mengatakan ini tidak terlalu parah"
"Tapi tetap saja,kau harus diperiksa agar cepat sembuh"
"Iya..iya...aku akan memanggil dokter saja nanti"
Gara-gara insiden hari ini,Mawar bahkan gagal pergi jalan-jalan ke mall untu menghibur diri,dia hanya ingin pulang saja.
"Kenapa tidak denganku saja?"
Dafa mengatakan dengan tidak suka karena Mawar tidak mau menggunakan dirinya sebagai dokternya.
"Aku tahu kau sibuk,kau bahkan sudah melirik jam tanganmu sebanyak lima kali"
Memang benar perkataan Mawar,lelaki itu terlihat melihat jam setelah keluar dari mall.
"Aku hanya ada janji dengan seseorang nanti malam,karena saking tak sabarnya aku jadi terus mengecek waktu"
"Apa dia kekasihmu?",tanya Mawar antusias.
"Hemm...belum..tapi aku ingin dia akan segera menjadi kekasihku",jawabnya sembari tersenyum.
Mawar ikut senang mendengarnya,sepertinya Dafa terlihat sangat menyukai wanita itu.
"Apa kau tadi juga ingin berbelanja sesuatu untuk pertemuan nanti malam?"
"Bisa dikatakan begitu...dan aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disana"
"Aku juga...aku juga terkejut saat kau tiba-tiba ada disana dan langsung menggendongku"
"Haha...sebenarnya aku sudah ada di dalam mobil saat itu, saat aku melihatmu aku ingin segera menyapa tapi aku malah melihat hal yang tak terduga..."
"Ish..harusnya kau langsung keluar saja...aku sungguh tak ingin berurusan lagi dengan mereka"
"Haha maafkan aku...,aku juga ragu kalau itu kau atau bukan,lagipula kau sudah lama tidak menghubungiku dan hilang begitu saja...apa kau selama ini hidup dengan baik?"
"Seperti yang kau lihat sekarang"
Dafa mengangguk saja,lelaki itu pasti tahu apa yang dimaksud Mawar hanya dengan melihat penampilan Mawar sekarang.
"Eh...tunggu dulu...aku ingin kesana..",tunjuk Mawar pada sebuah toko mainan yang tak jauh dari tempatnya sekarang.
"Untuk apa..?"
"Aku ingin membeli beberapa mainan untuk Akins dan Azka...",ucap Mawar dengan berbinar-binar.
"Tapi kakimu masih sakit,aku akan membelikannya nanti"
__ADS_1
"Tidak mau! aku ingin membelikannya sendiri.."
Itu juga sebagai tanda perminta maafannya untuk anak-anak selama ini.
Mawar akan menebus kesalahannya pada anak-anak satu persatu dengan membuat momen yang bahagia nanti.
Ia harus berbuat sebisanya selama dirinya masih ada disisi mereka.
Dafa langsung memutar setirnya dan segera menuju toko yang Mawar maksud.
Lelaki itu juga dengan telaten menuntun Mawar dan menemani wanita itu memilih mainan untuk Akins dan Azka.
"Aku ingin yang itu...",tunjuk Mawar pada salah satu mainan yang besar di rak paling atas.
"Kau yakin...?"
Mawar mengangguk dengan senang.
"Baiklah...aku akan meminta pegawainya untuk mengambilkannya untukmu"
Dafa pergi meninggalkan Mawar disana.
Sekarang Mawar sedang duduk disebuah kursi yang terletak didalam toko,setelah beberapa lama akhirnya dirinya menemukan mainan yang cocok untuk Akins dan Azka.
Ia memilih sebuah dua mobil-mobilan besar berwarna biru dan kuning.
Mawar tertawa sendiri sudah membayangkan bagaimana reaksi mereka saat mengetahui dirinya membelikannya hadiah.
Namun sekejap tawanya hilang dan wajahnya berubah menjadi sedih.
Entah apa yang ada difikirannya sampai-sampai terdengar helaan nafas dari mulutnya berkali-kali.
Lama dirinya memandangi mainan itu sampai akhirnya tangannya meraih hp yang ada di tasnya.
Dirinya mencari kontak Charle kemudian menatapnya lama.
Sepertinya wanita itu sedang bimbang menghubungi Charle.
Namun tak lama kemdian tak urung juga ia memencet tombol hijau disana.
Cukup lama Mawar menunggu,ia kira telfonnya tidak akan diangkat tapi kemudian terdengar suara Charle dari seberang sana.
"Halo Charle...apa kau sibuk?",tanyanya hati-hati.
"Emm..sepertinya tidak honey...ada apa? apa kau sudah merindukanku?"
Mawar tersenyum saat mendengar ucapan Charle..lelaki itu terdengar bersemangat seperti biasa.
Apa aku hanya salah sangka...?
Lelaki itu bahkan masih bisa menggombal saat ini.
"Apa kau ada waktu malam? aku ingin bertemu denganmu...ada yang ingin aku bicarakan",ucapnya lamat-lamat.
Mawar mengerutkan keningnya saat tidak mendengar suara balasan dari Charle.
Ia mengecek hpnya barangkali sambungan itu sudah terputus,tapi ternyata tidak...telfonnya masih tersambung dengan Charle.
__ADS_1
"Charle...? apa kau masih ada disana?"
"Ekhem..iya...baiklah...nanti malam aku akan menjemputmu honey...kau kirim saja alamatnya"
"Baiklah...sampai jumpa"
Setelah telefon itu mati,Mawar terlihat memgang dadanya dan menghirup udara banyak-banyak.
Ia harus yakin dengan keputusannya saat ini...malam nanti ia akan bertemu dengan Charle dan akan mengatakan sesuatu yang penting.
"Ayo...barangnya sudah didepan",ucap Dafa setelah selesai mengurus pembelian.
Mawar mengangguk,kemudian memasukan lagi hpnya kedalam tas.
Seperti biasa ia dituntun oleh Dafa menuju tempat parkir.
Di depan Toko Mawar bisa melihat para pegawai memasukan belanjaannya kedalam mobil.
Mawar yang saat itu tengah melihat-lihat sekitar terkejut saat mendengar suara anak yang sangat dikenalnya sedang memanggil namanya.
"Tante cantik....!!!"
Mawar terkejut saat melihat Akins berteriak sembari melambai-lambaikan tangannya dari aras sana.
Dibelakang anak itu ada juga tante Risma dan juga Azka,mereka bertiga sepertinya baru keluar dari toko makanan siap saji.
Akins dan Azka bahkan masih menggunakan seragam sekolahnya,sepertinya Bu Risma yang menjemput mereka.
Mawar ikut melambaikan tangannya sembari tersenyum lebar saat melihat anak itu terus memanggilnya.
Namun tak lama kemudian perhatian Mawar teralihkan saat melihat Akins mulai berlari kearahnya.
Mata Mawar melotot saat melihat anak itu berlari dan mulai melintasi jalanan yang masih ramai kendaraan itu.
Padahal dari jauh sudah terlihat sebuah bus melaju dengan cepatnya.
Mawar menjerit memanggil Akins disana.
Dengan reflek Mawar berlari dan menyeret kakinya yang masih terasa sangat sakit.
Ia memaksa kakinya dan tak memperdulikan Dafa yang dan orang-orang yang berteriak dibelakangnya.
Mawar melompat saat mengetahui dirinya sudah tidak punya waktu lama lagi.
Tangannya dengan susah payah berusaha menjangkau Akins dan langsung mendorong anak itu agar menjauh dari jalanan.
Akins terpental jauh sampai kepinggiran trotoar karena Mawar mendorongnya.
Namun tak lama kemudian terdengar suara benturan yang amat keras.
Braakk....!!
Tubuh Mawar terpental dan melambung jauh saat buss itu menghantamnya dengan keras.
Sayup-sayup Mawar mendengar suara Akins yang menangis dan bersamaan dengan Dafa dan suara orang lainnya yang berteriak memanggil namanya.
Hingga akhirnya Mawar menutup matanya dan tidak mendengar apa-apa lagi.
__ADS_1