
Pagi ini toko Mawar terasa sangat ramai.
Bagaimana tidak..? sekarang Mawar sedang sarapan bersama Akins dan Azka.
Dari pagi sekali,anak-anak itu sudah bangun dan langsung meminta mandi.
Tak ada kata repot sama sekali untuknya,ia senang Akins dan Azka sangat menurut.
Mereka juga mengenakan kaos yang dibelinya secara mendadak.
Mawar membeli dari toko yang tak jauh dari rukonya,ia membeli dua setel baju laki-laki,yang satunya bergambar kartun mobil dan yang satunya gambar kartun tayo.
Ah..meskipun mereka menggunakan baju murah tapi tetap saja mereka terlihat sangat tampan.
Mawar senyum-senyum sendiri memperhatikan kedua kakak-adik itu makan dengan lahapnya.
Padahal ia hanya membuatkan nasi goreng dengan telor mata sapi untuk mereka,tapi tanpa di duganya kedua anak itu terlihat sangat menikmati tanpa mengeluh sama sekali.
Ia yakin..pasti sarapan mereka lebih mewah dan sehat dari pada itu.
Baju-baju mereka juga bermerek semua,dilihat dari sudut pandang manapun Mawar tahu mereka anak konglomerat.
Apalagi Azam juga memancarkan aura pemimpin yang sangat kuat.
*A*pa aku bakal dimarahi ya..berani-beraninya aku memakaikan penerus mereka dengan baju yang murahan...
Mawar menggigit garpu yang di mulutnya,ia baru sadar ternyata kedua anak di depannya ini bukan anak sembarangan.
Ia tahu saat tadi mengganti baju Akins dan Azka tertera logo sebuah baju bermerek yang biasanya di iklankan oleh artis-artis terkenal.
Bahkan satu baju yang mereka kenakan bisa untuk membeli semua roti yang ada di tokonya,bahkan sampai gedungnya?
*A*sataga...pantas saja Akins pernah mengatakan bahwa uang yang ia berikan itu adalah jumlah sedikit dari tabungannya...
Mungkin itu tidak ada apa-apanya bagi Akins,tapi untuknya uang itu sangat berarti baginya,bahkan ia bisa membuka toko ini juga karena uang pemberian Akins.
"Tante kenapa nggak makan...?"
Suara Akins membuyarkan lamunannya,ia melihat kedua anak itu tengah menatapnya dengan khawatir.
"Tante lagi makan kok..tante cuma nggak nyangka pagi-pagi bisa sarapan sama dua cowok ganteng..? sampe tante lupa sama makanan sendiri..",ucapnya menggoda.
Kedua anak itu tersipu malu sembari menyembunyikan senyuman mereka,membuat Mawar tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu keduanya.
Anya yang melihat hanya geleng-geleng kepala,meskipun begitu ...ia senang mba'nya sudah ceria seperti dulu.
__ADS_1
"Aku mau buka toko dulu ya mba..mba disini saja sama anak-anak...",ucapnya sembari mencuci piring sarapannya.
"Baiklah..nanti mba nyusul.."
Setelah itu Mawar melanjutkan sarapannya dengan canda tawa.
Anya mulai membersihkan toko,mulai dari menyapu,menata kursi dan mengelap kaca.
Setelah itu ia bergegas ke dapur untuk mempersiapkan semua alat dan bahan yang akan ia dan mba'nya gunakan untuk membuat kue.
***
Sore ini Mawar dan Anya masih stay di lantai satu,Azka dan Akins ia tempatkan di ruang istirahat yang hanya tersekat sebuah pantry meja saja dengannya.
Hari ini tokonya lumayan ramai pembeli,ia sangat sibuk bahkan ia tak sempat duduk dan bermain bersama mereka.
Untung saja Akins dan Azka tidak rewel,mereka bahkan diam saja dan tak banyak menuntut meminta ini itu.
Mawar hanya menyalakan sebuah acara kartun spongeboop di tv tabung yang berukuran kecil miliknya,dan memberikan kue dan beberapa camilan agar mereka tetap anteng,dan ternyata usahanya cukup manjur.
"Haaah...capek banget ya mba..mana udaranya panas banget lagi...",ucap Anya sembari duduk selonjoran,ia mengibas-ngibaskan topi yang dikenakannya ke wajahnya.
"Iya...syukur toko hari ini rame banget.."
"Apa kita tutup lebih awal mba..?",semua roti juga sudah terjual habis.
"Kita tutup aja ...kasihan anak-anak dianggurin dari pagi,lagipula tenaga mba juga udah kekuras abis ",ucapnya sembari nyengir.
Anya tertawa melihatnya,hari ini memang terasa lelah sekali,sepertinya nanti malam badannya bakal pegal-pegal.
*K*ling...
Saat mereka sedang istirahat sebelum menutup toko,tiba-tiba suara bel berbunyi pertanda ada pelanggan yang masuk.
"Selamat da...",ucapannya tergantung.
Mawar terkejut saat melihat seorang yang ia kenal masuk kedalam tokonya.
Wanita itu juga terlihat sama sangat terkejutnya.
"Mama...?!",kenapa mertuanya datang ke tokonya..?! ia sengaja datang kesini atau hanya kebetulan..?!
Mawar melihat wanita yang sedang berdiri di samping mertuanya itu.
Ia sangat paham dan tentu saja sangat mengenalnya.
__ADS_1
Dialah Rosi,sang wanita yang pernah dilihatnya beberapa kali.
Pertama saat menjemput Bu Winar di rumahnya dan yang kedua bersama suaminya saat mengecek kandungan di rumah sakit.
*W*anita selingkuhan Mas Adi...
Dilihatnya Bu Winar berjalan mendekat ke arahnya sembari tersenyum mengejek,matanya melihat mengitari seluruh isi toko seperti seorang yang sedang menilai.
"Kamu kerja disini sekarang...?"
"Tidak ma...",jawabnya singkat.
Saat ini ia lebih fokus melihat wanita disamping mertuanya,wanita yang telah membuat rumah tangganya hancur.
"Ini toko aku yang baru...",setelah ia mengatakan itu Bu Winar tertawa sangat keras.
"Huh..kamu mau sombong sama saya..?? kamu nggak tahu aja..wanita disamping mama ini bahkan punya resto yang jauh lebih besar daripada toko kamu yang buluk ini...",Mawar diam tanpa menanggapi cemoohan mertuanya itu.
"Oh ya...tadinya mama mau nyoba pesan kue disini,tapi sepertinya nggak jadi deh...kebetulan lah ketemu kamu disini,mumpung udah ketemu begini ada yang mau mama omongin sama kamu..",dirangkulnya Rosi dengan hangatnya.
Tangan Bu Winar mengelus lembut lengan wanita itu dengan tersenyum lebar.
"Ini menantu mama yang baru...istri Adi..! oh..bahkan sekarang ia sedang ha..mi..l..!",katanya menekankan kata hamil di depannya.
Mawar mengepalkan tangannya di bawah meja menahan amarah.
Ia juga memegang tangan Anya ,anak itu terlihat lebih marah daripada dirinya.
Kalau dibiarkan Anya pasti tak akan segan memukuli kedua orang itu,dan Mawar tidak mau semua itu terjadi.
"Aku udah tahu kok..",jawabnya setenang mungkin.
Bu Winar dan Rosi terlihat sangat terkejut,mereka tak menyangka Mawar akan bereaksi seperti itu.
Mereka mengira Mawar akan berteriak histeris dan menangis tersedu-sedu.
Mawar melihat rosi dari ujung kaki sampai ujung rambutnya,ia tersenyum kecil disana.
Membuat Bu Winar dan Rosi merasa sangat marah.
"Lumayan lah...tapi sayang...pendek..",ucapnya sembari menutup mulutnya dengan seanggun mungkin.
"Oh...mungkin cuma sebahuku...?"katanya lagi sembari mengangkat tangannya seperti sedang mengukur.
"Kau...?!!",Bu Winar terlihat sangat geram ,begitu juga dengan Rosi.
__ADS_1
Mawar dapat melihat amarah Rosi sepertinya sudah di ujung tanduk.
*S*epertinya ia akan segera menyerang balik...