Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Bertamu


__ADS_3

Setelah berbincang beberapa lama dengan Bu Risma,Mawar mendengar suara Akins yang berteriak-teriak memanggil omanya dari arah pintu.


Mungkin karena ia posisinya membelakangi mereka Akins belum sadar kalau dirinya ada disana.


"Oma....! Akins pul...",ucapannya terhenti saat ia melihat Mawar yang tersenyum kearahnya.


Responnya sangat lucu,Akins bahkan mematung sembari menutup mulutnya tak percaya,disisi lain Azka juga nampak terkejut.


"Tante...?!!"


Mawar langsung berdiri saat Akins dan Azka berlari kerahnya,kedua anak itu memeluknya dengan tawa yang keras.


"Ini benel tante cantik kan...?!",tanyanya memastikan,ia belum percaya melihat tante cantiknya ini ada di rumahnya.


Mawar mengangguk memberi jawaban,Akins terlihat sangat antusias,ia bahkan lompat-lompat karena merasa senang.


"Mawar..?",suara berat seseorang memanggilnya dari arah belakang.


Mawar melihat ada Azam yang berdiri disana sembari menatapnya bingung.


Bukan hanya Azam yang terkejut,Mawar sendiri juga merasa sedikit terkejut saat melihat pria itu ada disini,ia lupa kalau Azam adalah ayah dari anak-anak ini.


Hingga akhirnya kunci mobil yang di pegang Azam terjatuh,membuat kesadarannya kembali lagi dan bersikap cool seperti biasanya.


"Ekhem...kamu ada disini?",ucapnya setenang mungkin,lalu ikut duduk disamping mamanya.


"Iya..aku cuma nganter pesanan kue tante Risma"


Azam menengok kearah mamanya,dan tanpa disadari Mawar,Bu Risma mengedipkan matanya kepada Azam.Memberi kode.


Sepertinya lelaki itu tahu apa yang dimaksud mamanya.


"Kalau gitu Azam tolong temenin Mawar sebentar ya,mama tiba-tiba mules",kilah Bu Risma.


"Nggak usah tante,saya mau pamit pulang saja..."


Bu Risma menyenggol lengan Azam,Azam benar-benar tak bisa harus berbuat apa di situasi seperti ini,ia malah terlihat bingung saat disenggol lengannya.


Anaknya benar-benar kolot!


"Jangan pulang dulu tante...!Akins mau main sama tante dulu..",Akins merengek didepan Mawar,anak itu bahkan sudah naik keatas pangkuan tantenya itu.


"Iya kamu main disini saja dulu,kasian anak-anak ...tante mohon ya.."


Melihat Bu Risma memohon seperti itu padanya ,mau tak mau Mawar mengangguk saja,ia juga tak tega meninggalkan Akins yang hampir menangis itu.


"Baiklah...tapi sebenar saja ya Akins,soalnya kasian kakak Anya sendirian di toko"

__ADS_1


"Holee....! tante main sama Akins..",Mawar hanya bisa menghembuskan nafasnya,disini ia serba salah.


Ia tak tega meninggalkan anak-anak tapi disisi lain ia kepikiran dengan Anya di toko.


Setelah Bu Risma pergi meniggalkan mereka,kini diruangan itu hanya ada Azam ,Mawar dan anak-anak.


Sebenarnya Bu Risma tidak benar-benar pergi kebelakang,ia malah benar-benar pergi keluar rumah ditemani sang supir.


Entah kemana wanita yang sudah berumur itu pergi,intinya Bu Risma tidak ingin mengganggu proses pendekatan Azam kepada Mawar.


Ia juga berpesan kepada pelayan agar menghormati Mawar selayaknya nyonya dirumah itu.


Dalam rencana menggaet hati calon mantu,ia harus punya taktik yang jitu,apalagi kalau dilihat dari pengamatannya sepertinya Mawar akan sulit didapatkan.


Di dalam ruangan Azam masih diam mengamati interaksi Mawar dan anak-anaknya,keningnya mulai mengerut saat meihat Akins yang mulai terlihat sangat manja pada Mawar,Azam bahkan memelototkan matanya saat bibir Akins yang mungil menempel di pipi Mawar.


Dengan cepat ia menarik anaknya itu kedalam gendongannya.


"Kamu ganti baju dulu...biar kakak Azka yang nemenin tante Mawar sebentar"


Mawar bahkan belum bereaksi apapun,tapi Azam sudah menaiki tangga membawa Akins di gendongannya.


"Apa Azka mau kue ini..",tanyanya saat hanya tinggal mereka berdua disana.


Azka menggelengkan kepala,ia mendekat kearah Mawar sembari memegang tangan wanita itu.


Mata Mawar berbinar saat melihat apa yang Azka berikan,anak itu memberikan sebuah gelang dengan inisial huruf M disana.


"Apa ini untuk tante...?"


Azam mengangguk ,ia tersenyum senang melihat tentenya terlihat antusias dengan pemberiannya.


Karena merasa gemas Mawar memeluk Azka kemudian mencium pipi anak itu.


Saat dirinya melakukan itu kebetulan Azam turun bersama Akins dengan sudah mengenakan baju santai.


"Apa yang kalian lakukan?"


"Oh...Azka memberikan hadiah gelang untukku,dia sangat manis"


"Gelang apa?"


Mawar menunjukan gelang yang Azka berikan kepada Azam,disana ia melihat bandul yang bertuliskan huruf M.


Lelaki itu nampak menoleh kearah Azka anaknya


"Gelang itu cocok untukmu",katanya pada Mawar.

__ADS_1


"Benarkah...?bagus sekali kan...Azka benar-benar pintar sekali memilih hadiah buat tante",ucapnya memuji.


Azka tersenyum cerah saat mendengar pujian dari Mawar.


"Akins juga sudah pesan kalung buat tante kok,tapi belum jadi..",katanya tak mau kalah.


"Eh..memangnya kalung mainan harus dipesan dulu ya..?"


*A*pa semua orang kaya seperti itu?,segala seuatunya harus di pesan dulu...?


Ketiga pria disana saling bertatap-tatapan satu sama lain,sepertinya Mawar mengira bahwa gelang yang dipesan Azka adalah gelang mainan.


Padahal Azka sengaja memesan gelang itu dengan omanya spesial untuk Mawar.


"Ka..karena mereka ingin yang spesial buat tante kesayangan mereka",ucap Azam berbohong.


Sebenarnya ia tahu situasi yang sedang terjadi sekarang.


Biarlah anak-anaknya nanti yang menjelaskan,toh memang hadiah itu memang dari anak-anaknya.


"Nggak usah yang susah-susah,tante udah seneng kok walaupun kalian nggak ngasih apa-apa"


Mawar berkata dengan kata yang lirih,ia sangat terharu dengan perlakuan Akins dan Azka.


Sungguh rasanya ia sangat ingin menangis tapi ia tahan,karena tak ingin membuat mereka panik.


Azam tersenyum kecil melihat reaksi Mawar,wanita itu bahkan terlihat sangat bahagia dengan hal kecil seperti itu.


Padahal ia mengatakan pada Mawar kalau gelang itu adalah gelang palsu.


Setelah itu mereka berkumpul bercerita banyak hal sembari terawa bahagia,apalagi Akins yang cerewet membuat suasana mudah mencair.


Para pelayan yang diam-diam mengintip interaksi mereka sangat terharu melihat atmosfir kegembiraan itu.


Mulanya mereka sangat tegang saat Nyonya dari rumah ini mengumpulkan para pelayan dirumah ini.


Bu Risma mengatakan agar mereka memasak dan bekerja semaksimal mungkin karena calon mantunya yang baru akan datang bertamu.


Namun mereka sangat terkejut saat melihat seorang wanita biasa yang keluar dari mobil taksi,dilihat dari berbagai sudut manapun wanita itu terlihat bukan dari kekuarga kaya atau terpandang.


Seorang wanita yang hanya memakai kaos sablon seragam kerja,memakai jins biru dan berkuncir satu.


Meskipun tak dapat dipungkiri wajah wanita itu memang sangat cantik tanpa make up yang menutupi seluruh wajahnya.


Wanita itu terlihat sangat cantik natural,dengan mata berwarna coklat,bulu mata yang lentik,alis yang tebal dan juga kulit yang putih bersih.


Pantas saja majikan mereka Tuan Azam jatuh cinta kepada wanita itu.

__ADS_1


Karena dimata para pelayan,Mawar adalah sosok yang sederhana dan ramah,yang pantas untuk disukai oleh majikannya,berbeda dengan calon nyonyanya dulu yang selalu bersikap arogant dan sombong.


__ADS_2