
Di tengah malam yang sepi ini Mawar duduk terdiam diatas ranjang sembari menekuk lututnya.
Matanya kosong melamun,ia masih kepikiran tentang yang terjadi hari ini.
Dengan tangan yang gemetar,Mawar mencoba menghubungi suaminya lewat saluran telephone.
"kumohon...angkat mas..."
Lama telephone'nya menyambung tapi Mas Adi tak kunjung mengangkatnya juga.
Hati Mawar sudah merasa tak karuan,apalagi saat telfonnya tak diangkat oleh suaminya,ia mencoba menelfon lagi...
"*H*alo..."
Telfon itu terangkat pada dering ke dua
"Mas..?!"
"*Y*a sayang...ada apa ?"
"Ka..kamu masih kerja kan mas..? di Jogja..?",tanyaya,entah kenapa hatinya takut akan jawaban suaminya,ia takut apa yang ada di fikirannya itu benar.
"*M*asih kok..mas bakal pulang lusa,kamu mau oleh-oleh apa..?"
Mawar diam,meskipun suaminya berbicara seperti itu tapi ia belum sepenuhnya percaya.
*K*ling..
Sebuah pesan gambar dari Mas Adi tiba-tiba masuk ke dalam layar hpnya.
Hatinya sedikit lega,disana terlihat suaminya sedang duduk bersama beberapa orang,sepertinya Mas Adi sedang rapat.
"A..aku ..yang penting Mas pulang dengan selamat"
"*B*aiklah..kalau begitu mas tutup dulu ya telfonnya,mas sedang rapat...kamu jangan tidur kemalaman.."
Mawar mengangguk,kemudian mematikan sambungan telfonya.
Ia merebahkan diri sembari membuang nafas beratnya,mulutnya kini sudah tersenyum lagi.
*H*aah...ternyata cuma prasangka ku saja,mungkin Anya dan Bu Widi juga cuma salah lihat..
Lihatlah..Mas Adi masih ada di Jogja...
*A*ku jadi merasa bersalah...
Malam ini akhirnya ia bisa tidur nyenyak ,Mawar beranjak membersihkan diri kemudian bersiap untuk tidur.
Besok ia akan beres-beres rumah dan mempersiapkan makanan untuk Mas Adi,karena lusa pagi suaminya sudah pulang.
***
Mawar memindahkan bibit sayur yang sudah ia ipuk kedalam polybag yang sudah berisi tanah,kemudian ia tempatkan ke sisi rumah yang masih kosong.
Ia memang sangat suka berkebun,sudah lama sejak ia menyemai bibit sayur dan sekarang sudah tumbuh sedikit besar.
Pagi ini ia berencana berkebun lalu membersihkan rumah dan belanja sayur untuk suaminya.
__ADS_1
Ia akan pergi ke pasar dan membeli beberapa ikan untuk dimasak sesuai kesukaan suaminya.
"Nah selesai...."
Semua sayur telah tertanam dan sudah ia sirami juga,hanya tinggal memberi pupuk dan rajin menyirami saja.
Jika sayurnya sudah besar ,bukankah ia bisa menghemat biaya dapur?
Mawar segera masuk dan mengganti bajunya,ia langsung memesan ojek online ,toko juga sudah ia serahkan kepada Anya.
Selama perjalanan menuju pasar Mawar memperhatikan ada beberapa anak-anak yang berlarian di pinggir jalan.
Ia jadi teringat Akins dan Azka,terakhir mereka bertemu Azka semakin lengket padanya,meskipun anak itu masih malu-malu dan sering jual mahal.
*H*ihi...sangat imut...
Setelah sampai di pasar,Mawar langsung mencari dimana penjual ikan berada,ternyata butuh sedikit waktu mencarinya.
Tentu sjaa karena ia belum pernah ke sana,ia belum terbiasa dengan pasar di Jakarta.
Setelah menemukannya Mawar langsung memilih ikan yang segar dan bersih,meskipun dipasar tapi ia harus cermat memeilih ikan.
"Satu kilo ya pak..",ucapnya setelah selesai memilih.
Saat dirinya hendak pergi tiba-tiba ada seorang yang memegang lenganya.
"Kamu...?",ucap ibu-ibu itu.
Mawar sedikit bingung untuk sesaat,ia merasa terkejut karena tiba-tiba ada seorang yang memegang lengannya.
Hingga akhirnya ia tersenyum karena ingat siapa yang ada di depannya ini.
"Nak Mawar kan..?"
Mawar mengangguk,ia terseyum senang sekali,ia tak menyangka bertemu ibu-ibu yang pernah ia bantu di bus dulu.
"Iya bu.."
"Kenapa kamu ada di di Jakarta..?"
"Saya sudah pindah bu..jadi saya sudah tidak tinggal di Jogja.."
"Wah kebetulan sekali,mungkin ini takdir biar kita bisa ketemu..",ucapnya sembari tersenyum.
Mawar mengerutkan keningnya,ia masih bingung dengan ucapan ibu itu.
"Bukannya ibu tinggal di Jogja..?"
"Haha..tidak kok,saya aslinya dari sini,Jakarta.."
Bukannya paham dan maksud ,tapi Mawar tambah bingung dengan penjelasan Bu Nisa.
Melihat Mawar yang melongo membuat Bu Nisa tersenyum gemas.
"Di Jogja cuma perusahaan cabang saya,kebetulan saya ikut kasana saat anak saya ada kerjaan di Jogja,sekalian mau lihat perkembangannya.."
*T*ernyata seperti itu..aku bertemu banyak orang yang aslinya dari Jakarta...
__ADS_1
Entah itu Dafa,Azam,Akins dan Azka,kalau di fikir-fikir itu memang kebetulan yang tak di sangka.
"Apa nak Mawar juga buka toko roti di sini?"
"Iya bu..tapi toko saya masih kecil-kecilan..",ucapnya malu-malu.
"Ibu jadi ingin pergi main kesana..bolehkan kalau kapan-kapan ibu mampir ke tokomu?"
"Boleh kok bu..saya malah jadi senang"
Setelah itu mereka berbincang sembari berbelanja,pagi ini rasanya menyenangkan berbelanja dengan Bu Nisa.
Mawar juga sesekali merekomendasikan dan mengajarkan bagaimana memilih sayur dan bahan makanan kepada Bu Nisa.
Semua itu karena Bu Nisa yang memilihnya,beliau mengatakan kalau dirinya jarang sekali memebeli sayur di pasar,karena pekerjaannya mengurus perusahaan ia jadi jarang belanja dan memasak.
Hari ini Bu Nisa berniat membeli ikan juga di pasar,ia akan memasak ikan kesukaan anaknya ,karena hari ini adalah ulang tahun putra pertamanya.
Setelah selesai berbelanja Mawar berniat pamjt dan segera pulang ke rumah,masih banyak hal yang harus ia selesaikan.
Tapi Bu Nisa malah tak mau melepaskannya,malah menggandengnya dengan erat.
"Jangan pulang sendiri..biar ibu yang antarkan..",katanya.
"Saya bisa pulang sendiri kok bu,saya juga nggak mau ngrepotin..",ucapnya tak enak hati.
"Nggak kok..anak saya bentar lagi sampai,saya udah kirm pesan tadi.."
Akhirnya Mawar mwnyerah,melawan ibu-inu pasti tak akan menang,sepertinya juga Bu Nisa tak berniat melepaskannya sama sekali.
"Nah itu anak ibu sudah datang.."
Terlihat sebuah mobil putih berhenti di sisi jalan tak jauh dari mereka berdiri.
Bu Nisa berjalan menggandengnya menuju mobil itu berada.
Hingga saat mereka sudah dekat dengan mobil itu,tiba-tiba seorang laki-laki keluar dari dalam mobil.
Mawar terkejut tak percaya,begitu pula dengan lelaki itu,ia juga terlihat terkejut bukan main.
"Dafa...?"
"Mawar...??! kok..",ia melihat Mawar sedang di gandeng oleh mamanya.
Sedari tadi di dalam mobil Dafa memperhatikan mamanya yang sedang menarik seorang perempuan,karena posisi mobilnya membelakangi ia jadi hanya bisa melihatnya dari kaca spion.
Tapi saat ia keluar dan ingin menyapa mamannya ia tak menyangka ternyata perempuan itu adalah Mawar!
Bagaimana mamanya bisa mengenal Mawar..?
Apalagi sepertinya mamanya sangat akrab dengannya,terlihat bagaimana mamanya meggandeng tangan Mawar dengan erat.
Padahal mamanya jarang seperti itu,apalagi seorang gadis..
"Kalian saling kenal...?!"
Tiba-tiba Bu Nis berkata dengan semangatnya,membuat Mawar terkejut karena Bu Nisa berteriak
__ADS_1
Dafa menutup matanya dengan telapak tanangannya karena merasa malu,ia tahu apa yang akan terjadi.
*a*h..mulai lagi...