Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Kesempatan


__ADS_3

Mawar membuka kunci pintu rumahnya setelah sampai dari tempat yang ia kunjungi tadi.


Sore ini terasa begitu melelahkan,bukankah benar? jika mental kita sedang sakit maka fisik juga gampang lelah.


Ia menghirup udara dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


Matanya meneliti setiap sudut rumah yang selama ini ia tinggali dengan suaminya,atau lebih tepatnya ia tempati sendiri?


Entah apa yang ia fikirkan,Mawar hanya berdiam diri duduk di sofa dengan melihat foto keluarga mereka dulu.


Ya ..keluarga ...


Itu adalah foto dulu,disaat Bu Winar masih berakting menjadi mertua yang baik.


Setelah lama seperti itu,Mawar beranjak pergi ke dapur,hari ini ia akan membuat makan malam special dengan suaminya.


Ia juga sudah memberi kabar pada Anya dan meminta maaf karena tidak bisa menemaninya malam ini,semua yang ia lakulan ini juga dari nasehat Anya.


"*P*ertahankanlah suami mba untuk terakhir kali,dan jika usaha mba gagal,maka lepaskan..",begitu yang ia ucapkan.


Dibuatnya banyak jenis makanan disana,ia juga menata rapi meja makan tersebut ala restaurant.


Tak lupa Mawar meletakan lilin di tengah-tengah meja.


Melihat itu Mawar tersenyum miris sendiri,ia jadi mengingat bagaimana ia menghancurkan dinner makan malam waktu itu.


Setelah selesai,ia langsung masuk membersihkan diri dan langsung berdandan.


Ia juga sengaja memakai baju yang Mas Adi belikan sewaktu di Jogja.


Ia berusaha tampil secantik mungkin di depan suaminya nanti.


Kemudian ia mengirimkan sebuah pesan kepada suaminya,ia meminta Mas Adi untuk pulang lebih cepat dan makan malam bersamanya.


*U*ntuk hari ini mas..kumohon...


Mawar berharap suaminya itu akan pulang cepat dan dinner bersamanya.


Rencananya ia akan memberitahukan kepada suaminya kalau ia bisa hamil.


Ia ingin tahu bagaimana respon Mas Adi,apakah suaminya bakalan senang?


Mawar sudah tak perduli lagi dengan selingkuhannya itu,jika nanti suaminya itu akan menceraikan selingkuhannya ia juga tidak perduli.


Ia akan senang hati menerima Mas Adi kembali dan memaafkan suaminya itu.


Baiklah..anggap saja ia sangat egois,tapi itu semua demi mempertahankan rumah tangganya!


Sebagai seorang istri yang menemani suaminya dari nol ia tak boleh lemah dan kalah dari pelakor.


Suaminya itu pasti hanya sedang putus asa karena sangat menginginkan anak,jika tahu bahwa dirinya hamil mungkin Mas Adi akan kembali mencintainya seperti dulu.


Ia juga akan membongkar aib sang ibu mertua pada suaminya,ia akan mengadu semuanya..ya semuanya...

__ADS_1


Untuk itulah makan malam ini ia rencanakan.


Namun kenyataanya suaminya itu belum membalas pesan yang ia kirimkan setelah beberapa jam.


Mawar memilih menonton tv di depan sofa sembari memakan cemilan ringan,ia akan menunggu suaminya pulang seperti biasanya.


*K*ling...


Dengan cepat Mawar meraih hp saat mendengar notifikasi pesan masuk.


Ia tersenyum senang saat suaminya mengirimkannya pesan.


"*B*aiklah..tunggu mas ya sayang..mas bakal pulang cepat,mas janji..."


Suaminya sudah berjanji bakal pulang cepat hari ini.


***


Jam menunjukan pukul setengah sembilan malam,Mawar menghembuskan nafas beratnya.


Kenapa Mas Adi belum pulang juga..?


*A*ku sudah lapar...


Ia meraih gelas dan memilih minum sembari duduk di sofa.


Diketiknya pesan dan dikirimkannya pada Mas Adi lagi agar pulang cepat,fikirannya sudah tak karuan memikirkan kalau suaminya itu sedang bersama selingkuhannya.


Namun ia harus tetap tenang dan menunggu suaminya,Mas Adi sudah berjanji dan menyuruhnya menunggu.


Beberapa saat setelahnya Mawar terbangun dan melihat jam di dinding,yang sekarang menunjukan pukul setengah sepuluh malam.


Dilihatnya pesan yang ia kirimkan belum dibaca sama sekali oleh suaminya.


Mawar kembali memposisikan diri diatas sofa,ia akan tidur sebentar menunggu suaminya.


*P*asti nanti Mas Adi membangunkan aku kan...?


Namun hingga pagi menjelang Mawar terbangun masih berada di atas sofa sendirian.


Ia bahkan sangat terkejut melihat cahaya yang sudah masuk melewati celah jendela.


Mawar langsung berdiri dan membuka pintu kamar,namun suaminya tidak ada disana,selanjutnya ia membuka setiap ruangan yang ada di rumahnya itu namun hasilnya tetap sama.


Terakhir ia membuka pintu utama ,Mawar terduduk lemas ,bahkan dihalaman rumahnya tak ada mobil suaminya sama sekali...suaminya tidak pulang!


Ia segera masuk rumah dan menangis disana, Mas Adi lupa akan janjinya...padahal ia sudah menyuruhnya menunggu!


Pesan yang ia kirimkan belum di baca juga.


Setelah menenangkan diri Mawar beranjak ke kamar,ia memeilih membersihkan diri dan membuang make'up yang dikenakannya.


Ia juga membuang baju yang ia pakai ke pojok kamar,dan menggantinya dengan daster biasa.

__ADS_1


Mawar menatap dirinya di cermin begitu lama


"Menyedihkan...",ucapnya dengan suara kecil.


Kemudian ia beranjak ke dapur dan langsung makan sendiri disana.


Ia seperti orang kesetanan,semua makanan ia makan dengan cepat ,ia akan menghabiskan makanan yang ia buat kemarin malam.


Lilin yang ia sediakan sudah ia buang ke tempat sampah.


Dirinya kini sedang makan dengan lahap,namun air mata tak berhenti mengalir dari pipinya.


Ia menangis sembari mengunyah makanan di mulutnya dengan berat.


Setelah itu Mawar duduk diam saja di dalam kamar ,menunggu suaminya pulang.


Hingga akhirnya ia mendengar sebuah suara mobil terparkir di halaman rumahnya.


Mawar memejamkam mata sejenak saat mendengar suaminya perlahan melangkah medekatinya sembari berteriak memanggil namanya ,ia sengaja tak menjawab dan diam saja.


Saat Mas Adi masuk ke dalam kamar pandangan mereka berdua bertemu.


Mawar dapat melihat gurat letih di wajah suaminya itu.


"Mas pulang..." katanya.


*A*pa..? hanya itu..?!!


*A*pa Mas Adi lupa perkataanya kemarin malam..?!


Mawar tersenyum miring..ternyata Mas Adi tak ingat sama sekali akan janjinya itu.


Ia yakin seratus persen,bahwa suaminya pasti menginap di rumah selingkuhannya kemarin malam.


"Mandi dulu mas...aku akan menunggu di sofa,ada yang ingin aku bicarakan..",katanya.


Setelah itu Mawar melenggang pergi melewati Mas Adi yang terlihat bingung.


Namun tak urung menurutinya juga,suaminya itu langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah itu kini suaminya sudah duduk di depannya.


Mawar masih diam menatap suaminya yang masih terlihat santai tanpa merasa bersalah itu.


"Sayang ada apa..?",sembari tersenyum hangat.


*A*h ..melihatnya saja aku sudah marah,dan apa ..?! sayang...?!


Untuk pertama kalinya ia sedikit geli mendengar kata itu dari suaminya.


Mawar meberikan berkas yang ia ambil tadi ke atas meja,menyodorkannya ke depan sang suami.


"Apa ini...?",Mawar bisa melihat dengan jelas raut wajah Mas Adi yang sangat terkejut ketika membuka map yang ia berikan,bahkan matanya sampai melotot.

__ADS_1


"Mawar..! apa-apaan ini...?!!",melemparkan berkas itu dengan keras.


"Ya mas..aku mau kita cerai...",ucapnya mencoba setenang mungkin,padahal tangannya sudah saling meremas dan bergetar di bawah meja.


__ADS_2