Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Obat Rindu


__ADS_3

Anya ternganga saat melihat dekorasi ruangan disekelilingnya,rumah yang sangat megah bahkan terlihat bak istana itu.


Gadis itu kini sedang berada di rumah Azam,karena mba'nya akan menginap disana atas perintah Bu Risma.


Tapi dirinya hanya akan mengantarnya saja,Anya tidak akan ikut menginap disana.


Ia akan tinggal di rumah yang kak Azam beli dulu untuk mereka.


Karena sekarang mba'nya pindah ke Indonesia lagi,jadi Anya bisa masuk kuliah dengan normal kembali.


"Apa benar kau tidak mau menginap saja?",tanya Dafa disampingnya.


"Iya kak...aku akan tinggal ditempat dulu saja,lagipula aku tidak bisa mengganggu mba'ku terus..",ucapnya lirih.


Karena mungkin mba'nya Mawar akan marah kalau mendengar dirinya berkata seperti itu.


Dafa mengangguk setuju,Anya memang gadis yang pengertian.


"Baiklah ...biar kuantar kau pulang nanti"


"Eh...tidak usah kak...kakak sudah mengantar aku kesini,mungkin kakak lelah...aku akan pulang bersama pak supir saja"


Anya tahu Dafa tadi berkata akan menginap disini,tapi kenapa laki-laki itu masih mau mengantarnya pulang?


Bukankah lelaki itu sekarang lelah? dari pagi sampai malam kak Dafa bahkan belum istirahat sama sekali.


" Tidak apa...aku juga ingin sekalian pulang ke apartemen"


"Kakak tidak jadi menginap disini..?!",tanyanya dengan terkejut,karena Dafa berubah fikiran.


"Apa kau mau mengganggu singa yang tengah jatuh cinta...?",ucapnya sembari menengadahkan kepalanya kepada Azam dan Mawar.


Mereka berdua terlihat sangat hangat,terlihat Azam yang berkali-kali mengelus tangan Mawar sembari mengecupnya.


Lelaki itu bahkan tak malu dengan keadaan sekitar,padahal banyak pasang mata dari pelayan yang tengah membawa barang-barang Mawar.


Anya tersenyum saat tahu arti dari ucapan kak Dafa,memang mungkin mereka akan mengganggu dua sejoli yang tengah dimabuk asmara itu.


"Aku akan pulang ke apartemen saja malam ini,lagipula tempatnya dekat dengan tempat kerjaku.."


"Apa jalannya searah...? kalau tidak satu arah lebih baik aku diantar supir saja..."


Tidak enak juga kalau Anya menerima bantuan tapi ujungnya Dafa yang kerepotan,ia tak mau kalau itu tidak satu arah.


"Searah kok...kamu tenang saja"


"Baiklah kak...kalau itu tidak merepotkan kakak..",jawabnya sembari tersenyum.


Senyum di wajah Dafa terlihat tatkala mendengar Anya mau pulanv bersamanya.


Ia sungguh ingin memiliki waktu berdua dengan gadis itu.


...

__ADS_1


"Tuan...semuanya sudah siap",ucap salah satu pelayan kepada Azam.


"Baiklah...aku akan mengantarmu ke kamar,kau harus banyak istirahat supaya cepat sembuh",ucap lelaki itu kepada Mawar.


"Tapi aku ingin disini,aku ingin menunggu anak-anak pulang"


"Mereka akan pulang besok...kakek Abbas tidak akan pernah mengizinkan mama dan anak-anak pulang malam"


"Benarkah...? kukira mereka akan pulang malam ini"


"Kau tidak perlu memikirkan mereka,mereka baik-baik saja bersama oma dan eyangnya"


Mawar mengangguk lemah,ia rindu kepada anak-anak,tapi sekarang mereka malah sedang berada di luar kota.


Kakek Abbas mengajaknya pulang kerumah eyang mereka tinggal dulu,harusnya Azam juga ikut,tapi karena kondisi Mawar yang masih sakit lelaki itu masih ada disini menemaninya.


"Kalau begitu aku mau pamit pulang dulu saja...ada yang harus segera aku lakukan",ucap Dafa tiba-tiba.


"Kenapa kau langsung pulang? bukankah kau mengatakan akan menginap disini?",Azam sungguh heran dengan saudaranya itu.


"Aku berubah fikiran,ternyata ada yang harus aku lakukan nanti,dan itu hal yang sangat penting...sekalian juga aku akan mengantar Anya pulang",jawabnya.


"Apa kau benar-benar tidak akan menginap?",tanya Mawar tak suka.


"Iya mba..lagipula tempat kuliahku dekat dengan rumah yang dulu"


"Tapi supir Azam bisa mnegantarmu berangkat setiap hari..ia kan..?",mata Mawar memangdang Azam yang beridiri disampingnya.


"Iya...kalau kau mau kakak akan berikan supir pribadi untukmu"


"Apa kau yakin...?"


"Sangat yakin mba..aku juga sudah besar"


Mawar memandangi Anya yang tersenyum penuh keyakinan berdiri didepannya.


Gadis yang dulu dekil dan sangat kurus itu berubah menjadi sosok gadis yang cantik,bersih dan montok.


Anya kini menjadi gadis yang cantik dan imut dengan badan yang proporsional.


"Baiklah...tapi kau harus mengatakan kalau kau butuh sesuatu dan jaga diri baik-baik.."


"Iya mba'ku tersayang...aku akan jaga diri dengan baik.."


Setelah itu Anya dan Dafa langsung berpamitan dan langsung pulang.


Tinggalah Mawar,Azam dan beberapa pelayan yang setia melayani mereka.


"Kalian istirahatlah...ini juga sudah malam..",ucap Azam setelahnya.


"Baik tuan...kami akan undur diri terlebih dahulu"


Para pelayan langsung pergi setelah Azam mengatakan itu.

__ADS_1


Kini tinggalah mereka berudua dilantai itu.


"Sekarang tinggal kita berudua disini",bisiknya di dekat teling Mawar.


Tubuh Mawar tersentak saat tiba-tiba berbisik ditelinganya.


Apalagi bibir lelaki itu bahkan menempel di telinganya.


Wajah Mawar memerah saat menyadari bahwa tidak ada orang dirumah itu selain mereka berdua.


Para pelayan tinggal di rumah belakang khusus para pekerja,Bu Risma dan anak juga sedang tidak ada di rumah!


Tubuh Mawar meremang seketika saat merasakan tangan lelaki itu menyentuh pundaknya.


"Ayo kita keatas...kau harus segera beristirahat",ucapnya sembari memeluk tubuh Mawar.


Mawar memekik terkejut saat Azam tiba-tiba menggendongnya.


"Kenapa kau menggendongku?",tanyanya heran.


"Kenapa lagi? kakimu masih sakit..."


"Tapi masih ada lift dirumah ini...kau akan merasa keberatan jika menggendongku"


"Tidak sayang...aku ini sangat kuat",sombongnya.


Mawar diam saja...biarlah lelaki itu menggendongnya,toh Azam tidak keberatan.


Mawar mengerutkan kening ketika sampai di kamar,apakah benar ini ruangan untuk kamarnya?


Dekorasi di ruangan ini dominan dengan warna hitam dan putih,bau parfum khas milik Azam juga tercium di hidungnya.


"Apa benar ini kamarku..?"


Azam tersenyum kemudian menutup pintu kamarnya rapat-rapat.


"Kenapa dikunci?",Mawar sudah merasa heran dengan tingkah lelaki itu yang sedikit aneh.


"Tentu saja kita harus istirahat...aku juga butuh refresing dan istirahat",ucapnya sembari tersenyum lalu mendudukan Mawar diatas ranjang.


Mata Mawar melotor saat melihat ada foto Azam dan anak-anak di atas meja.


Dirinya baru menyadari kalau sekarang ia ada di kamar Azam...ini bukanlah kamar tamu yang sudah dikatakan pelayan tadi!


"I..ini bukan kamarku...",tubuh Mawar merinding saat mendapat pelukan Azam dari arah samping.


Lelaki itu kini sudah mulai menciumi pipinya gemas.


"A..Azam...aku ingin beristirahat" ucapnya.


Mawar sudah tahu apa yang akan terjadi jika diam saja,dari pagi lelaki itu sudah menempel padanya.


Apalagi dirumah ini hanya ada mereka berdua!

__ADS_1


"Sebentar sayang ...aku sangat merindukanmu..."


Bisiknya di telinga Mawar,dan sebelum wanita itu menolak,Azam sudah menciumnya dengan penuh kerinduan disana.


__ADS_2