Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Menuju Happy Ending 1


__ADS_3

"Kamu yakin...?",tanya Mawar kepada adiknya,wanita dengan tiga anak itu kini tengah memastikan apa yang telah didengarnya.


Suasana hening yang tercipta di kamar tidur milik Mawar membuat dirinya harus berkata dengan sangat lirih.


Takut apabila ada yang mendengar ucapannya.


Anya mengangguk-angguk yakin ,tekatnya sudah sangat bulat.


"Apa Dafa tahu? suamimu?"


"Belum mba...aku mau minta izin dan saran mba Mawar dulu"


Mawar sedikit terkejut mendengarnya,bukan masalah tidak mau,tapi kehidupan adiknya itu bukan sepenuhnya miliknya lagi.


Anya sudah mempunyai suami,dan Mawar takut bila sarannya nanti menimbulkan masalah.


"Mba cuma bisa dukung kamu dan doakan kamu,semua keputusan kamu yang berhak memilih...tapi kembali lagi,sekarang kamu sudah punya suami...jadi keputusan besar seperti ini kamu juga harus mendiskusikannya dengan Dafa...",hanya itu yang bisa Mawar berikan,jika adiknya itu sudah memutuskan,dia hanya bisa berdoa agar semuanya berjalan dengan baik.


"Iya mba...makasih ya mba...mba selalu menjadi ibu dan kakak untuk Anya,makasih untuk semuanya..."

__ADS_1


"Iya sayang...mba yakin Dafa akan senang mendengarnya.."


"Aku akan mengatakannya malam ini mba ,hari ini kan anniversary pernikahan kami yang ke dua tahun,aku akan mengatakannya...kedua kabar ini..."


Mawar memeluk adiknya ,terlihat senyum bangga dan haru menghiasi wajahnya.


***


"Kalian benar-benar akan pulang..? bukankah baiknya menginap dulu?",Tanya Azam kepada Dafa dan Anya yang tengah berjalan beriringan keluar dari mansion Azam.


"Tidak kak...kami pulang saja,apalagi besok Anya berangkat pagi",bohongnya.


"Ck...istrimu sangat disiplin Dafa...lihatlah anakku sudah rewel gara-gara kalian.." ,Azam menengadahkan wajahnya menunjuk Zahra yang sedang menangis diruang tamu.


Lihatlah sekarang,anak itu menangis karena ingin ikut pergi Anya,tapi tentu saja Mawar tidak mengizinkan,karena ia tahu Anya punya hal yang lebih penting.


"Sudahlah mas...biarkan saja mereka pulang,kasihan Anya juga pasti lelah ditempeli Zahra terus",bujuk Mawar.


Azam melirik Mawar dengan curiga "Tumben sekali...biasanya kau yang kukuh ingin Anya menginap disini..aww...!",ucapannya belum berakhir tapi pinggang Azam sudah dicubit Mawar.

__ADS_1


Lelaki itu langsung kicep,tidak berani mengatakan apapun lagi,apalagi melihat kode mata Mawar,seketika Azam paham.


"Aku ikut saja dengan istriku...besok-besok kami akan menginap lagi,oh ya...berikan hadiah dan salamku pada Akins dan Azka,dan katakan padanya jangan terlalu posesif dengan adiknya...",ucapnya dengan tawa.


Memang Dafa senang sekali menjahili kedua ponakannya itu,seringkali dia bermain dan menggoda Zahra yang membuat kedua lelaki posesif itu marah-marah tidak senang.


"Baiklah..akan kuberikan nanti setelah mereka pulang sekolah,hati-hatilah kalian dijalan...",jawab Azam.


Mobil bergerak keluar dari halaman depan mansion,Mawar masih diam berdiri melihat sampai mobil Anya benar-benar menghilang dari pandangan matanya.


"Ada apa...?",tanya Azam yang sudah hafal dengan gelagat istrinya.


"Masuk dulu yuk mas...nanti Mawar ceritakan",ucapnya dengan senyum sumringah.


Tanpa bertanya lebih banyak lagi Azam mengikuti langkah istrinya,merangkul pinggang istrinya dan sesekali mengecup pipi Mawar karena gemas istrinya itu senyum-senyum sendiri.


***


Jam memnujukan pukul sepuluh malam,Anya yang sedari tadi didalam kamar ,mondar-mandir kesana-kemari merasa gelisah.

__ADS_1


"Aduhh...gimana ini..kenapa rasanya aku deg-degan sekali..."


Saat dirinya tengah merasa bingung,suara pintu terbuka ,membuat Anya terkejut bahkan sampi terlonjak jatuk duduk diatas ranjang.


__ADS_2