Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Mencari Bukti


__ADS_3

Di lantai dua itu,angin berhembus melewati celah-celah jendela yang terbuka.


Gorden berwarna putih melambai-lambai dengan pelannya,sunyi tak terdengar apapun disana.


Ruangan itu masih gelap tanpa ada penerangan dari lampu.


Dari arah balkon,Mawar masih terduduk sembari menatap kosong kearah depan.


Dilihatnya kota metrapolitan yang indah itu,warna kemerlap seperti sebuah lukisan terlihat dari atas sana.


Lampu yang menyala disetiap gedung dan bangunan itu sungguh terlihat indah saat malam hari.


Matanya terlihat sangat sembab dan merah,seharian ini ia sudah menangis tanpa henti.


Sakit di dalam hatinya juga tak kunjung mereda,malah semakin parah saat melihat pemandangan malam yang indah itu.


Suaminya Mas Adi sedang diantara ribuan rumah di kota ini bersama istri barunya.


*W*aktu terus berlanjut meskipun aku sengsara begini..


Dunia akan tetap melakukan kegiatan meskipun ia sangat terpuruk seperti ini.


"Sangat tidak adil...",ucapnya lirih.


Setelah sekian lama ia duduk termenung seperti itu,Mawar beranjak berdiri dan kemudian memutuskan akan pulang.


Saat ia masuk kedalam ruangan dilihatnya ruangan itu sudah sangat berantakan tak karuan.


Pecahan piring dan gelas berserekan dimana-mana,bunga yang mulanya sangat indah kini sudah tak beraturan bentuknya.


Untung saja Anya belum masuk besok ,ia tak tahu apa yang harus dijelaskan jika Anya bertanya tentang itu.


Setelah memesan taksi online,Mawar meminta sang sopir berkeliling sebentar,terserah ia mau di bawa kemana,intinya malam ini ia butuh sekali ketenangan jiwa.


Setelah beberapa lama berputar-putar,akhirnya Mawar memutuskan untuk pulang.


Dilihatnya rumah barunya sekarang,masih gelap dan sangat sepi.


Lama ia melihat rumah itu hanya dengan berdiri saja,kemudian ia memilih masuk dan menyalakan lampu rumah.


Mawar juga mengunci pintunya,entah apa yang akan ia lakukan nanti jika suaminya itu pulang.


Ia merebahkan diri diatas ranjang ,tanpa terasa ait matanya mengalir lagi saat mengingat kejadian tadi pagi.

__ADS_1


*K*ling...


Tiba-tiba suara notifikasi dari hpnya berbunyi,dilihatnya ternyata ada sebuah pesan masuk dari sang suami.


"*S*ayang..mas minta maaf..tapi malam ini mas banyak kerjaan,jadi mungkin mas bakal lembur dan nggak bisa pulang..


*K*amu nggak usah nunggunin mas,langsung tidur saja dan jangan lupa kunci pintu rumahnya.."


"Ha..haha..hahaha.....!!",Mawar tertawa dengan kerasnya,ia memang tertawa namun matanya mengalir air mata yang deras.


"Mas...!! kenapa kamu harus bohong seperti ini...!",tangisnya.


"Aku benci kamu..!! sangat benci mas...!!",ia terkulai lemas diatas ranjang.


"Apa salah aku mas...kamu bahkan lupa hari ini anniversary kita.."


Suaminya itu bahkan tak ingat ini hari ulang tahun pernikahan mereka,hari ini juga hari dimana Mawar akan memberitahukan semuanya,tentang perlakuan Bu Winar dan juga kondisi kandungannya,kalau sebenarnya ia masih bisa hamil.


Semua angan-angan indah tentang hari ini sudah hancur lebur,Mas Adi yang dulu telah hilang.


Lelaki yang sangat menyayanginya kini sudah tidak ada.


"Apa yang harus aku lakukan..?",keinginannya mempunyai rumah tangga yang kecil dan harmonis pupus sudah.


*M*emang sepertinya aku di takdirkan tidak memiliki keluarga..


Ia akan menyuruh suaminya pulang dan menanyakan berbagai hal pada Mas Adi.


Namun telfonya tidak diangakat juga sampai ke tiga kalinya.


Mawar merasa frustasi,mungkin sekarang suaminya sedang merayakan kehamilan selingkuhannya itu.


Setelah lama duduk sembari menangis ,Mawar beranjak berdiri dan langsung membuka lemari saat mengingat sesuatu.


Diambilnya tas dan koper yang pernah suaminya bawa ke Jogja dulu,dibukanya tas dan koper itu ,kemudian ia tumpahkan semua isinya di atas lantai.


Disana terdapat barang berukuran kecil seperti obat-obatan yang pernah ia masukan dan beberapa carik kertas.


Dibukanya satu persatu kertas itu,ada beberapa struk belanjaan yang masih ada di sana.


Mawar meneliti dengan cermat barang apa saja yang suaminya itu beli,terlihatnya memang ada nama barang yang bukan miliknya.


Mas Adi hanya memberikan tiga setel baju,sepasang sepatu ,dan juga tas ,apa yang difikirannya ternyata benar.

__ADS_1


Mas Adi juga membeli beberapa pakaian dan barang lainnya untuk wanita itu,disana tertera ada make'up dan jumlah baju yang tak pernah ia dapat.


Tidak hanya itu Mawar juga menemukan hal yang begitu mengejutkan,ia juga menemukan kartu hotel yang dipakai suaminya,kapan suaminya itu cek'in dan kapan suaminya itu keluar.


Disana tertulis suaminya keluar setelah empat hari menginap,kemungkinan memang benar suaminya itu sudah pulang setelah tiga hari kedepannya.


Pantas saja Anya dan juga Bu Widi melihatnya bersama wanita itu.


"Astaga..!Anya...!",Mawar sangat terkejut saat mengingat Anya,Anya masih di rumah sakit!


Ia lupa akan Anya,karena kejadian hari ini membuatnya lupa bahwa ia meninggalkan Anya sendirian di rumah sakit.


Diraihnya hp miliknya kemudian ia mengetikan sesuatu disana.


Mawar terpaksa meminta tolong kepada Dafa dan menanyakan kabar Anya.


Ia tak bisa pergi kerumah sakit dengan keadaan seperti itu,matanya sudah bengkak dan sepertinya ia sudah tidak punya tenaga lagi.


Setelah selesai,kemudian Mawar menyimpan kertas itu dan mengembalikan semua tas pada posisinya.


Ia juga mengambil beberapa barang miliknya yang berharaga kemudian ia simpan di dalam tas dan ia sembunyikan di bawah kolong ranjang.


Ia duduk kembali di atas ranjang,diliriknya sisi ranjang yang kosong milik Mas Adi.


Matanya yang sedari tadi memancarkan kesedihan dan ketidakberdayaan kini bertambah sorot amarah.


Lalu ia merebahkan diri menatap bantal yang biasa di pakai suaminya.


Malam yang dingin ini bahkan tak ia rasakan,fikirannya merancau kemana-mana,matanyapun tak bisa ia tutup,sialnya...air mata itu juga tak mau berhenti.


Hingga akhirnya Mawar tertidur karena kelelahan,hati dan fikirannya sungguh lelah.


Tak apa jika mertuanya tidak menyukainya lagi,tak apa jika Mas Adi tak mengijinkannya bekerja ,tak apa jika suaminya itu kurang dalam memberikannya nafkah.


Mawar akan menerima semua itu dengan lapang dada,satu yang membuatnya bisa bertahan selama ini yaitu karena cintanya pada Mas Adi.


Lelaki yang sudah pernah bersumpah saat mereka menikah akan selalu membuatnya bahagia dan bersamanya sampai akhir hayat.


Lelaki yang menjajikan sebuah rumah tangga yang ia impikan,rumah tangga kecil yang bahagia.


Tapi apa?! sekarang suaminya itu telah melanggar sumpah yang diucapkannya sendiri,suaminya telah merusak pernikahan mereka.


Dan Mas Adi juga yang telah merusak cintanya,cinta yang ia limpahkan seluruhnya untuk suaminya.

__ADS_1


Apa aku harus bercerai darimu mas...


Meskipun sudah tertidur,Mawar masih saja mengelurkan air mata dengan memeluk erat boneka kelinci yang di berikan Akins untuknya.


__ADS_2