Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Hangat-hangatnya


__ADS_3

Anya mengerjapkan matanya beberapa kali,kesadarannya yang belum sepenuhnya penuh membuat tingkat kepekaannya juga menurun.


Dia menguap beberapa kali sembari mengucek matanya yang terasa berat.Menarik selimut dan memposisikan badannya senyaman mungkin.


Matanya masih menutup,meski sudah ada tanda-tanda ingin bangun tapi wanita itu enggan membuka mata dan berniat beranjak dari tempat tidurnya yang nyaman.


sepuluh menit lagi...sebentar lagi dia berniat bangun.


Anya mencoba membalikan badannya mencari tempat senyaman mungkin.


"Aaw.. ssshh"


Pinggangnya terasa sangat nyeri!


"Uhh...tulangku rasanya seperti akan patah...",gumam-gumam sendiri.


Kini dia sudah sadar seratus persen,akibat pergerakannya badannya terasa sangat linu.


Ini gara-gara semalam....


"Kau sudah bangun....?"


Anya menengok dengan cepat mendengar arah suara yang mendekat.


Tangannya dengan reflek menarik selimut hingga menutupi lehernya,yah...karena sekarang posisinya sedang telanj*ng.


Anya tak menjawab,bola matanya mengikuti arah lelaki itu berjalan .


Cup..


Kecupan kecil dikening yang hangat sebagai ucapan selamat pagi hari ini.

__ADS_1


Bau wangi sabun yang segar masih menempel di tubuh Dafa yang baru saja selesai mandi menyeruak kedalam penciuman Anya .


"Tidurlah lagi kalau masih mengantuk sayang",ucapnya lembut sembari mengelus-elus rambut istri kecilnya.


"Ti..tidak...aku sudah tidak ngantuk",geleng-geleng kepala.


Dafa tersenyum tipis mendengar jawaban Anya,dia tahu Anya masih mengantuk,tapi istri kecilnya itu masih malu-malu.


Lihatlah cara dia menggenggam selimut itu rapat-rapat,seperti menjaga sesuatu yang tidak boleh Dafa lihat.


Padahal dia tak perlu malu-malu begitu...aku bahkan sudah hafal semua lekuk tubuhnya.


"Baiklah..aku akan membawakanmu makanan..apa masih ada yang kamu butuhkan?"


"Apa kak Dafa tidak makan?",kenapa hanya aku yang dibawakan makanan?


"Haha..aku sudah sarapan tadi...lihatlah sekarang jam berapa",tunjuknya pada jam electronik di atas nakas.


Anya memicingkan matanya mencoba melihat dengan jelas.


"Aku pergi dulu mengambil makanan yang lezat untuk istri tercintaku..",ucap Dafa sembari tertawa di setiap langkahnya.


...


"Gila....!"


Anya mengusap-usap bagian tubuhnya yang terdapat bercak merah.


"Aku seperti habis dipukuli..."


Hampir seluruh tubuhnya ada tanda c*pang,bahkan ada bekas gigitan dibahunya.

__ADS_1


Wajah Anya memerah kembali mengingat kejadian tadi malam.


Sungguh Anya tak pernah berfikir ternyata Dafa lelaki yang sangat bergairah dan sangat kuat.


Mereka melakukan itu dari sore hari hingga hampir subuh!


Setelah melakukannya untuk yang pertama kali,mereka berhenti sebentar karena Anya terlihat kelelahan,namun Dafa meminta jatah lagi sampai tiga kali setelah itu.


Lagi..ditengah malam saat Anya bangun ingin ke kamar mandi laki-laki itu malah mengikutinya,dan mereka melakukannya lagi disana.


Setelah solat subuh,Dafa menyerangnya lagi,kali ini bahkan sampai dia tak sadarkan diri!


"Kekuatannya bukan main..."


Anya bergegas membersihkan diri walaupun sesekali meringis kecil,rasa linu masih terasa begitu nyata,tapi ia takut kalau Dafa meminta jatah lagi sebelum ia selesai mandi.


Dafa tersenyum saat melihat istrinya tengah berdandan didepan cermin.


Ia meletakan makanan yang dibawanya tadi di meja,kemudian bergegas menghampiri istrinya ,memeluknya dari belakang kemudian mengecup leher Anya .


"Selamat siang...?",ucapnya menggoda Anya.


"Ish...ini juga gara-gara kakak..."


"Haha maafkan aku...kamu tahu itu karena aku sangat bahagia..."


Anya hanya tersenyum,yah tidak salah juga...Kak Dafa sekarang memang suaminya,dan itu juga kewajibannya.


"Sekarang kamu makan dulu..kalau kamu masih kuat kita akan berangkat sekarang.."


"Kemana...?",menatap dari cermin.

__ADS_1


"Kemana lagi...kita akan bulan madu ke negeri orang..."


"Apa ...?!"


__ADS_2