
Motor terpakir dengan sempurna dihalaman depan rumah mereka,mereka berdua segera membuka mantel masing-masing dan meletakannya di cantelan paku yang sudah tertancap ditembok.
Setelah itu Adi langsung mengeluarkan kunci dari dalam sakunya,dibukannya pintu rumah itu kemudian dirinya langsung masuk rumah tanpa sepatah katapun.
Mawar melirik suaminya itu,biasanya Mas Adi akan berkata sepatah atau dua patah kata,atau sekedar menggandeng tanganya saat masuk kedalam rumah ,namun suaminya itu diam saja bahkan langsung masuk kedalam rumah tanpa menengok kepadanya.
Sebenarnya Mawar merasa Mas Adi sedikit aneh,pasalnya setelah pulang dari toko Mas Adinya ini hanya diam saja,wajahnya datar bahkan terlihat seperti orang marah.
Mawar mengikuti langkah suaminya masuk kedalam kamar"Mas..?",dilihatnya suaminya itu duduk diatas tempat tidur,Mas Adi sudah duduk dengan bersender sembari memegang tumpukan kertas kerjanya.
"Hem..",hanya itu jawaban dari mulutnya.
"Apakah mama sudah pulang?,aku tak melihat mama,kamarnya pun terlihat kosong",Mawar melihat pintu kamar mertuanya terbuka dengan lampu yang masih mati tadi sebelum ia masuk kamar mengikuti suaminya.
"Mama pergi kerumah tante Uta,katanya disuruh bantuin soalnya besok ada acara ",Adi menjawab tanpa melihat kearah Mawar.
"Oh..mas mau dibuatkan kopi?",Mawar bertanya lagi.
"Tidak..kau cepat ganti baju saja,sepertinya bajumu sedikit basah",ucapnya.
Mawar tersenyum mendengar kata itu dari Mas Adi,dikiranya Mas Adi mendiamkannya namun nyatanya dirinya masih diperhatikan.
"Baiklah..",Mawar bergegas menuju lemari,dibukanya lemari yang terbuat dari kayu itu,ia memilih-milih baju daster yang akan dipakainya nanti.
Adi melihat Mawar dari arah belakang,dilihatnya setiap gerak-gerik Mawar,namun saat Mawar terlihat berbalik Adi berpura-pura melihat kertas kerjanya lagi.
Setelah Mawar keluar dari kamar,Adi langsung menyenderkan kepalanya,hari ini mood'nya benar-benar kacau.
Beberapa saat yang lalu ibunya teriak-teriak memintanya untuk cerai dari Mawar,tentu saja ia tak mau Mawar adalah cinta pertamanya,ia bahkan sudah menyukai Mawar dari SMA dulu namun dirinya belum punya keberanian untuk mengungkapkannya.
Mawar adalah primadona yang disukai oleh banyak pria baik karena cantik maupun kecerdasannya,dengan sifat yang lembut dan rendah hati pria mana yang tak kepincut?
__ADS_1
Dirinya merasa sangat beruntung memliki Mawar yang kini sudah menjadi istrinya,ia tak mungkin menceraikannya.Padahal dirinya sudah menjelaskan pada mamanya kalau mereka akan mengangkat anak namun ibunya tidak mau,Bu Winar berkata bahwa ia ingin cucu dari keturunannya.
Mereka berdua berdebat hebat bahkan sampai Bu Winar keluar rumah dan mengancam akan pergi dari rumah jika Adi tidak menurutinya.
Ia telah berbohong kepada Mawar bahwa ibunya ada urusan,padahal ibunya pergi karena bertengkar dengannya,tapi Adi tahu pasti mamanya itu pergi kerumah Bu Asih teman baiknya,karena setiap ibunya itu merajuk pasti ia akan pergi kerumah Bu Asih.
Dirinya sangat marah saat ibunya itu berkata seperti itu,Adi langsung pergi ketoko Mawar meskipun hujan sedang turun,ia ingin segera melihat istri tercintanya itu .Entah mengapa malam ini ia ingin berdua dan bermanja dengan Mawar.
Namun setelah ia sampai di depan toko ia melihat Mawar sedang tertawa senang sembari menggendong anak kecil apalagi bersama seorang pria.
Dengan cepat ia masuk kedalam toko itu,dirinya langsung memeluk pinggang Mawar untuk menunjukan bahwa Mawar adalah miliknya,dirinya bisa melihat wajah terkejut dari pria didepannya itu.
Adi dapat mengetahui bahwa pria itu adalah pria berada,dilihat dari tampilannya yang memakai jas mahal,dia juga tahu sebelum pulang bahkan pria itu memperhatikan mereka dari dalam mobil,Adi sengaja bersikap seromantis mungkin didepan toko agar pria itu melihatnya.
Sebagai lelaki tentunya ia tahu tatapan ketertarikan,apalagi dulu ia sering melihat tatapan seperti itu yang tertuju pada Mawar semasa SMA.
*C*eklek...
Mawar masuk setelah selesai dengan urusannya dari kamar mandi,Adi dapat melihat wajah putih nan ayu Mawar yang basah,anak-anak rambut dengan nakalnya bergelayutan diarea wajah Mawar membuat wajah wanita itu semakin cantik dimatanya.
Mawar berjalan menuju meja kecil yang terdapat beberapa bedak dan krim malam,disana ia duduk sembari berkaca dan menempelkan krim malam pada wajahnya,Adi hanya diam melihat ritual malam yang dilakukan istrinya itu.
"Mas belum tidur?"Mawar bertanya namun matanya masih terpaku pada cermin didepannya.
"Hem",dia hanya bergumam,setelah itu lenggang tak ada percakapan lagi.Mawar langsung menidurkan dirinya disamping Adi yang masih duduk,dia menarik selimut dan memposisikan badanya membelakangi Adi.
Melihat itu Adi tidak suka,ia meletakan kertas kerjanya diatas nakas kemudian ia ikut berbaring disamping istrinya.
Dirinya langsung memeluk pinggang Mawar dengan erat,wajahnya sudah ia letakan diceruk leher Mawar memberikan kecupan-kecupan ringan disana.
Mawar yang memang belum benar-benar tidur merasa kaget sekaligus geli mendapat perlakuan seperti itu dari Mas Adi
__ADS_1
"Mas..",Mas Adi kini sudah berada diatas tubuhnya,selimut yang tadi mereka pakai bahkan sudah teronggok diatas lantai begitu saja.
Adi langsung saja mencium istrinya itu dengan rakus,tangannya sudah berkeliaran kemana-mana merambat kearea sensitif Mawar,hal itu membuat Mawar mendes*ah dalam ciuman Mas Adi.
Dengan lihainya Adi bahkan sudah melepaskan semua pakaian Mawar,ia mencumbu Mawar dengan kasar,bahkan Adi membuat tanda merah kepemilikan dimana-mana.
Mawar mendesis mendapat perlakuan kasar dari suaminya
"Mas ada apa..?",Mawar melihat Mas Adi melepaskan semua pakaiannya,matanya tak ada kelembutan sama sekali ,wajah Mas Adi datar dan tanpa senyuman disana.
Adi langsung menindih Mawar lagi,menciumnya dengan rakus"aku tidak suka kau dekat dengan pria lain",ucapnya disela-sela ciuman itu.
Mawar bingung dengan ucapan suaminya itu"Pria mana..?",ia memang tidak tahu,bahkan ia tak sempat mengingat kejadian hari ini karena sentuhan-sentuhan Mas Adi membuatnya kehilangan akal.
"Ini milikku..",ucapnya sembari mencium Mawar lagi,lidahnya kini sudah masuk dan mengeksplor seluruh mulut Mawar,kemudian ia menghentikan aksinya saat merasa Mawar yang sudah gelagapan.
Diturunkannya ciuman itu sampai pada kedua bukit kesukaannya,ia lalu menciumnya dan menyed*t seperti bayi membuat Mawar kalang kabut.
"Ini juga milikku..!",setelah mengatakan itu Adi melakukan penyatuan dengan Mawar,ia menghentak kuat dan mendorongnya dengan kasar membuat Mawar berteriak keras.
Untung saja rumahnya berjarak dengan tetangga sebelah jika tidak mungkin tetangganya itu akan mendengar teriakan dan desah*an Mawar.
Malam ini Adi melakukannya berkali-kali dengan permainan yang kasar.
Ia bahkan tak mempedulikan Mawar yang merintih kesakitan dan meminta untuk berhenti,dirinya sungguh dibakar dengan api cemburu.
Suara dikamar itu terdengar sangat berisik dengan suara ******* Mawar dan suara decitan tempat tidur,Adi melakukannya dengan leluasa karena malam ini tidak ada mamanya dirumah.
Malam semakin larut ,dalam permainan yang kesekian kalinya Mawar bahkan sudah merasakan pelepasan 4 kali namun suaminya itu belum juga ada tanda-tanda keluar.
Hingga akhirnya ia merasakan lelah yang teramat ,kepalanya pusing dan matanya sangat berat,Mawar pingsan namun Adi tetap meneruskan kegiatannya.
__ADS_1