
Seperti biasa,Anya masih disibukan dengan berbagai kegiatan magangnya.
Anya magang di suatu rumah sakit ternama di kotanya,meski jaraknya cukup jauh dengan tempatnya tinggal,tapi itu bukan masalah baginya.
Ia senang bekerja disana,karena semua orang berperilaku normal dan memperlakukannya seperti anak magang lainnya.
Beda cerita kalau dirinya berada di lingkungan rumah sakit milik Dafa,semua orang terlalu menghormatinya dan cenderung takut.
Anya sangat menikmati kesibukannya sekarang,mulai ganti sift atau jaga malam itu semua tak masalah,malah Anya merasa sangat senang.
Karena jadwal magang yang padat ia juga jarang pulang ke rumah,kadang seminggu sekali ataupun dua minggu sekali sekedar melihat kondisi rumah di hari liburnya.
Meski tentu selalu saja Dafa yang datang dan menjemputnya,lelaki itu sudah seperti permen karet...
Padahal Anya ingin lebih menikmati me time (waktu sendiri),sebelum akhirnya ia menikah.
Wajar bukan ...Anya hanya ingin menikmati semua hal sebelum akhirnya ia disibukan dengan dunia pernikahan.
Karena ia tahu dunia pernikahan sangat berbeda dengan dunia masa pacaran.
"Huuftt...",terdengar helaan nafas berat dari mulut kecilnya itu.
Entah mengapa tiba-tiba suasana hatinya menjadi galau mengingat sebentar lagi ia akan menikah..
Ditambah cuaca yang mendung dengan angin yang berhembus pelan membuat hatinya merasa tak karuan.
Ia merasa senang karena akhirnya bisa menikah dengan Dafa,lelaki yang baik hati...tapi di sisi lain ia juga sedih karena sebentat lagi melepas masa lajangnya.
Membayangkan betapa posesifnya Dafa nanti setelah ia menikah saja sudah membuatnya merinding,tapi tak kunjung juga bibirnya tertatik keatas,tersenyum.
"Tapi sepertinya lucu juga...",gumamnya lirih.
__ADS_1
Dihisapnya lagi secangkir kopi hangat yang ia bawa tadi saat keatas balkon rumah sakit.
Saat ini Anya sedang beristirahat dan menikmati waktu diatas atap rumah sakit.
Melihat orang berlalu lalang yang terlihat kecil dari atas sana cukup membuat rasa lelah dan penatnya berkurang.
Hingga akhirnya waktu beristirahat sudah habis,Anya segera mengenakan kembali jas berwarna putih itu dan kembali masuk kedalam rumah sakit.
***
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam,Tapi tetap saja Anya masih berada di rumah sakit.
Padahal besok ia akhir pekan dan hari liburnya,besok juga ia mempunyai jadwal bersama Dafa untuk memilih gaun pengantin.
Harusnya laki-laki itu sudah datang ...
Yah mungkin karena macet karena akhir pekan atau karena pekerjaan yang membuat lelaki itu terlambat menjemputnya.
Tapi Anya juga merasa lega karenanya,karena ia juga mendapat tugas tambahan sebelum pulang..
Dokter yang bertugas memeriksa salah satu pasien sedang sakit jadi mau tak mau ia harus melihat kondisi pasien tersebut.
Anya melihat seorang perempuan cantik yang mulai berkeriput,tubuhnya yang sedikit kurus dan wajah yang sayu,jelas terlihat bahwa penyakit yang di derita pasien tersebut mungkin sudah di idap cukup lama.
Anya memeriksa dengan teliti dan cekatan bersama dua perawat yang dibawanya.
Sesekali ia mengajak berbicara dan bergurau dengan pasiennya itu.
Tanpa ia sadari ada sepsasang mata yang mentapnya dari ambang pintu dengan intens
Entah apa yang lelaki itu fikirkan,ia tidak menyapa bahkan terlihat langsung pergi saat Anya sudah bersiap untuk pergi.
__ADS_1
"Tolong nanti kalian cek lagi dalam tiga jam kedepan,lalu laporkan pada saya",ucap Anya pada suster itu.
"Baik dok..."
"Baiklah...aku akan langsung pulang,kalian boleh istirahat dulu...jangan lewatkan waktu tidur",ucapnya ramah.
Para suster tersenyum ramah,mereka senang bertugas bersama dokter Anya.
Anya dikenal sebagai Dokter muda yang baik,ramah dan berprestasi,apalagi wajahnya yang imut dan cantik menambah pesonanya menyebar dikalangan dokter dan pegawai rumah sakit lainnya.
Tak jarang juga Anya mendapat hadiah dari rekan kerjanya dan para suster lainnya.
"Haaah...hari ini cukup melelahkan",ucapnya lirih sembari meregangkan ototnya yang terasa kaku.
Dalam satu hari ini ia sudah mendampingi dua operasi sekaligus.
"Kenapa kak Dafa belum datang juga ya..."
Sudah ditelfon beberapa kali juga tidak menyambung.
"Apa aku pulang sendiri saja...? tapi bagaimana jika aku pulang kak Dafa sampai disini...?"
"Ish...kutunggu saja sebentar lagi deh"
Saat Anya hendak masuk ruangannya,tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah tangan yang menarik lengannya.
Anya yang terkejut hampir saja berteriak ,tapi saat melihat wajah lelaki yang ada di depan matanya ia mengurungkan niatnya.
Tapi tetap saja matanya melotot terkejut melihat wajah lelakk yanh dikenalinya dulu.
"Anya....ini kamu kan..?!"
__ADS_1