Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Jaga Dia Untukku


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Mawar dirawat di rumah sakit,selama itu juga anak-anak dan keluarga Azam mengujunginya.


Karena Mawar sudah menyetujui akan bersama Azam lagi,kini Bu Risma terlihat sangat senang.


Beliau bahkan sudah memamerkan pada teman arisannya kalau dirinya akan segera punya menantu baru.


Semua kesalahfahaman sudah terselesaikan,Mawar juga sudah bertemu dengan kakek Abbas.


Tentu saja dirinya diizinkan bersama Azam,lelaki itu juga cucu kakek Abbas.


Apa lagi Azam adalah cucu pertama di keluarga itu,semua orang sangat senang dan menyetujuinya.


Hanya saja tentu masih asa Charle yang berusaha menekan perasaannya.


Rasa sukanya kepada Mawar bukan main-majn,dirinya kini juga sedang mencoba sekuat tenaga untuk bisa melepaskan wanita kesayangannya itu.


Mawar terlihat banyak tersenyum semenjak bersama Azam dan anak-anak,tidak seperti di Amerika dulu.


Wanita itu terlihat dingin dan jarang tersenyum,Mawar hanya menenggelamkan dirinya kedalah pekerjaan saja.


"Apa kau yakin akan pulang hari ini..?"


"Iya...ini sudah waktunya aku pulang,disana sudah banyak pekerjaan yang menanti"


"Apa kau tak bisa disini bersama Bella? kita bahkan belum bisa bermain bersama"


"Maafkan aku...tapi aku harus pulang,tapi kau tenang saja...aku akan pulang ke Indonesia jika kalian menikah nanti",ucap Charle sembari mengelus kepala Mawar dengan lembut.


"Huft...baiklah...kuharap kau akan menepati janjimu"


Charle tersenyum mendengar Mawar masih menginginkannya,meski Mawar menolak cintanya,tapi wanita itu tidak menjauhinya.


Ini lebih baik daripada Mawar menjauhinya dan tak mau berhubungan lagi dengannya.


Tak apa jika sekedar teman biasa,yang Charle inginkan wanita itu tetap berada dalam pandangannya dan hidup bahagia.


Dan ia tahu Azam bisa melakukan semua itu untuk Mawar.


"Cepatlah...kau akan terlambat jika disini terus",ucap Azam yang sedari tadi menunggu di depan pintu.


"Baiklah...kalau begitu aku akan pergi...jaga dirimu baik-baik..",ucap Charle kepada Mawar.


Mawar melambaikan tangannya saat melihat Charle dan Azam keluar dari ruangan rawat inapnya.


Karena keadannya dirinya tidak bisa mengantar Charle dan Bella pergi ke Amerika.


Bella bahkan hanya berpamitan lewat telepon saja,karena wanita itu ada di luar kota dan langsung menuju bandara.


...


Charle dan Azam duduk berdampingan dikursi belakang dalam keadaan diam.


Aura diantara sungguh sangat mencekam,bahkan sang supir tidak beranj membuka suara sama sekali.


Setelah kerja sama mereka telah disepakati satu sama lain,mereka jarang bertemu dalam situasi pribadi.

__ADS_1


Kalau bukan karena Mawar mungkin mereka hanya bertemu satu atau dua kali saja.


Kesibukan membuat mereka jarang berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain,tapi persaudaraan mereka tetaplah erat.


Buktinya mereka berdua tidak saling bermusuhan karena masalah wanita.


Tapi mungkin karena sifat pecemburu yang besar pada diri masing-masing,membuat mereka kadang beragumen dalam hati masing-masing merutuki satu sama lain.


Charle yang cemburu dengan Azam,dan Azam yang posesif kedapada Mawar.


"Kuharap kau membuatnya bahagia...",ucap Charle ditengah ketegangan yang terjadi.


"Tentu saja...dia akan menikah denganku",jawab Azam tegas.


Charle melirik saudaranya yang ada disebelahnya itu.


"Aku akan merebutnya kembali jika kau tidak bisa membuatnya bahagia...apalagi membuatnya memangis lagi..."


"Itu tidak akan pernah...!"


Senyum di wajah Charle terbit tatkala mendengar ketegasan Azam.


Sepertinya ini adalah keputusan terbaiknya untuk melepaskan Mawar.


Dirinya kini sudah tidak ada kesempatan lagi bagi wanita itu.


"Baiklah...aku akan percaya padamu...aku pergi dulu,tolong jaga dia untukku..",


Setelah mengatakan itu Charle langsung keluar dari mobil ketika mobil itu berhenti karena sudah sampai.


Azam diam memandangi saudaranya yang mulai berjalan memasuki jet pribadinya.


Baik Azam maupun Charle keduanya tidak ada yang menyapa satu sama lain.


Azam yang tetap diam didalam mobil dan Charle yang terus berjalan tanpa berniat melambaikan tangan pada saudaranya sendiri ataupun sekedar menengok.


Meskipun mereka tidak terlihat seperti orang yang bermusuhan,tapi hati tetaplah tidak bisa berbohong.


Ada rasa cemburu dan tidak suka di hati Azam ketika Charle begitu perhatian pada kekasihnya.


Begitupun Charle yang sebenarnya belum rela melepaskan Mawar untuk orang lain.


Mereka berdua hanya perlu waktu sendiri.


"Apa kau baik-baik saja...?",tanya Bella yang sudah duduk di kursi penumpang terlebih dahulu.


Matanya yang jernih itu mengikuti kemana arah Charle berjalan.


Lelaki itu langsung masuk kedalam ruang kamar dan tidak menghiraukan ucapannya.


Meskipun begitu Bella tidak marah,ia tahu Charle tidak baik-baik saja sekarang.


Lelaki itu sedang merasa sangat sedih,dan Bella paling tahu itu.


Charle adalah seorang pria yang ceria dan suka bicara,dia akan diam jika sedang marah ataupun sedih seperti sekarang ini.

__ADS_1


Namun Bella hanya bisa membuang nafas beratnya,dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk pria itu sekarang.


Charle bahkan tak menanggapi ucapannya,sepertinya lelaki itu sangat sedih dan terpukul.


Wanita yang dicintainya akan menikah dengan saudaranya sendiri.


***


"Apa kau lapar sayang..?",tanya Azam pada Mawar.


Lelaki itu kini sudah sampai di rumah sakit setelah mengantar Charle kembali ke Amerika.


"Ti..tidak...aku hanya bosan saja..",Mawar meringis saat Azam mulai menciumi pipinya dari arah belakang.


Lelaki itu kini sedang bermanja-manja dengan Mawar,nanti sore Mawar sudah diperbolehkan pulang...dan mungkin kesempatan mereka berdua akan berkurang karena ada anak-anak.


Mawar akan tinggal di rumahnya untuk sementara sampai wanita itu sembuh total.


Itu adalah keputusan Bu Risma,dan tentu saja keputusan itu tidak bisa diganggu gugat.


Tentu saja Azam sangat senang ...kekasihnya akan tinggal dirumahnya.


"Baumu sangat enak..."


Pipi Mawar memerah mendengar ucapan ambigu Azam,lelaki itu masih menciumi pipi dan rambutnya .


Padahal sudah dua hari dirinya belum keramas,tapi Azam masih menciuminya.


"Aku belum mandi...",ucapnya lirih.


Azam tertawa mendengar ucapan Azam,kemudian tangannya menekan dagu Mawar akan menengok kearahnya dan segera mengecup bibir wanita itu.


"Aku tidak sabar ingin menikah denganmu..",ucapnya sembari tersenyum.


"Tapi aku masih sakit...aku bahkan belum bisa berdiri sendiri.."


Karena kakinya mengalami luka yang cukup parah,kakinya belum bisa digunakan untuk berdiri saat ini.


"Kita akan menikah setelah kau sembuh..."


Mawar menganggukan kepalanya,ia juga senang dengan apa yang dikatakan oleh Azam.


"Aku akan merayakan pernikahan kita dengan sangat megah,dan aku akan mengumunkan kepada seluruh dunia kalau kamu hanya milikku..."


"A..apa tidak sebaiknya kita melalukan pernikahan dengan sederhana saja?",ucap Mawar ragu-ragu.


"Tidak bisa...mamaku bahkan sudah menyiapkan semuanya mulai dari sekarang..",ucapnya sembari tersenyum.


Mawar sangat terkejut mendengarnya..apa benar Azam dan Bu Risma sudah menyiapkan pernikahannya? Padahal Mawar sendiri belum keluar dari rumah sakit dan tak tahu kapan bisa sembuh !


.


.


...Hai para pembaca tersayaang ...! Maaf baru bisa up karena author ada banyak acara keluarga...jadi mungkin bakal telat upnya☺...

__ADS_1


...Tapi jangan lupa tetap dukung author ya...karena author bakal seneng banget kalau kalian tetap baca novel author dan kasih dukungan terus..πŸ˜†πŸ˜†...


...Aku sayang kalian..😘😘😘😘...


__ADS_2