
"Ada apa sayang...?"
Melihat wajah pucat Anya membuat Dafa khawatir.
"Ma...masuklah dulu,nanti aku ceritakan"
Anya menerima bunga pemberian kekasihnya di tangannya,bunga mawar merah yang sama persis yang tadi ia terima juga.
"Eh...apa maksudmu ini? bunga ini?",Dafa menunjuk bunga mawar yang sudah tertata rapi dalam vas bunga.
Laki-laki itu mengamati perubahan ekspresi Anya,tahu kalau ada yang tidak beres.
"Aku menemukan itu di ruanganku...ku kira itu pemberian kak Dafa"
"Tidak...bukan aku...",sanggahnya.
Benar-benar bukan aku! lalu siapa yang mau bermain dengan kekasihku? berani sekali orang itu...!
Dengan cepat Dafa mengambil bunga itu dan melemparkannya kedalam tempat sampah yang berada di depan rumah.
Menyusun bunga miliknya kedalam vas kosong itu kembali dan menatanya dengan cantik.
"Mungkin itu dari penggemarmu..?",ucapnya tenang.
Ia tak ingin Anya cemas,biarlah dirinya akan mencari tahu sendiri.
"Aku juga mendapat coklat,bersama bunga itu"
Dafa melirik Anya sebentar,sembari menata bunga miliknya dengan hati-hati.
"Makan saja,tidak baik menolak pemberian orang"
__ADS_1
"Tapi kakak membuang bunga itu tadi.."
"Itu berbeda...tidak boleh ada bunga dalam satu vas dari orang yang berbeda..."
Anya memincingkan matanya heran.Pernyataan macam apa itu?
Tapi ya sudahlah...toh Dafa sudah mengatakan demikian,lagi pula dia juga sudah memakannya satu bungus tadi dijalan hehe..
"Tapi lain kali kalau kau menerima barang lagi,kau harus memberitahuku terlebih dahulu..mengerti?"
Dafa memeluk kekasihnya,membenamkan kepala Anya dalam dadanya,menghitup aroma wanita itu dalam-dalam.
Jujur saja dia cemas,Dafa takut ada orang lain yang menginginkan kekasihnya,meski ia percaya pada Anya,tapi ia tidak bisa menjamin orang yang mengirimnya bunga akan berhenti sampai tahap itu saja.
Besok ia akan menyuruh bawahannya untuk mencari tahu,tidak ada yang boleh merusak hubungan mereka ,apalagi sebentar lagi mereka akan menikah.
"Sudahlah..jangan difikirkan lagi...lusa juga kau sudah cuti...kau harus banyak istirahat sebelum hari pernikahan kita"
"Tentu saja ...aku ingin bertemu calon istriku...",ucapnya menyeringai.
Anya merinding melihatnya...wajah lelaki itu memang tampan,tapi saat mengatakan itu entah mengapa ia merinding sendiri.
"Ish...aku kan tanya benar-benar"
"Haha...aku juga menjawab benar-benar kok..."
Dafa tertawa melihat kekasihnya mamanyunkan bibirnya,Anya terlihat sangat lucu!
Cup..
Kecupan ringan mendarat di bibir Anya,Dafa tidak tahan membiarkan bibir gadisnya itu menganggur begitu saja.
__ADS_1
"Hari ini tidak banyak agenda...dan aku juga ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan istriku",bisiknya lirih di dekat telinga Anya.
Semburat merah terlihat di pipi gadis itu ,seketika wajah Anya merona merasa malu.
Melihat reaksi Anya yang seperti itu tentu saja membuat Dafa ketar-ketir,dia yang menggoda tapi sialnya dia juga lebih tergoda.
Melihat seluruh wajah Anya merah sampai keleher-leher membuat Dafa hampir kehilangan akal.
Cup...
Satu kecupan mendarat lagi,kali ini dileher Anya.
Kecupan seringan bulu itu malah makin membuat Anya merinding.
Tatapan mereka bertemu,suasana dalam ruangan tiba-tiba menjadi panas.
Melihat Anya yang diam saja,tentu saja Dafa tidak menyia-nyiakan kesempatan bukan?
Dengan cepat dia menyambar bibir gadisnya itu,menikmati manisnya rasa yang selalu ia dambakan.
***
Pagi-pagi sekali,Dafa sudah dengan kesibukannya,ia menelpon beberapa bawahannya untuk segera menajalankan misi.
Ya...misi mencari tahu siapa yang telah mengirim bunga kepada kekasihnya.
Semalam ia bahkan tak bisa tidur karena memikirkan itu.
"Cari tahu siapa orangnya,kirimkan foto dan biodata lengkapnya padaku secepatnya" ,ucapnya tegas lalu mematikan telfonya.
Jangan harap orang itu bisa mengganggu kekasihnya,ia tak mau pernikahannya terhambat karena kecoak yang tidak tahu tempat!
__ADS_1