
"Apa kakimu sakit sekali...?",tanya Dafa dengan nada yang sangat halus.
"Tidak...hanya sedikit lelah"
"Huh..harusnya tak usah memaksakan memakai high heels,cukup pakai sandal saja.."
Anya melirik laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu,posisinya sekarang ia sudah duduk diatas ranjang,dan Dafa kini sedang berlutut melepas high heels'nya sembari mengomel.
Anya cekikian menahan tawanya,sungguh Dafa terlihat lucu sedang mengomel sendiri.
"Ish...ana ada menikah memakai sandal.."
"Memang kenapa..? toh itu akan tertutup gaun",jawabnya enteng.
Plak...
Tangan Anya menampar punggung Dafa kecil,kebiasaan wanita ringan tangan.
"Laki-laki mana tahu...kami wanita kan ingin terlihat sempurna..dihari pernikahan...",jawab Anya.
Dafa tersenyum mendengarnya,ia tentu tahu tapi ia juga tak ingin istrinya kesakitan karena memakai sandal yang terlalu tinggi itu.
"Kamu sudah sempurna...dan sangat cantik...",jawabnya sembari mulai memijat ringan kaki Anya.
Karena terkejut kakinya dipijat Anya reflek menarik kakinya,menekuk keatas ranjang.
"Kenapa...?",yang memijit kebingungan.
"Ja..jangan...aku tidak apa-apa...tidak usah memijit kakiku...",tidak sopan pikir Anya.
"Bukankah kakimu sakit? sini biar aku pijitkan...",Dafa sudah duduk di atas ranjang,tanganya terulur siap menggapai kaki istrinya.
Namun tak disangka Anya malah menjauh darinya,Dafa mengerutkan alisnya.
Kenapa istrinya bersikeras tidak ingin ia pijat...atau....
Senyum nakal mulai terlihat diwajahnya,tapi Anya tidak melihatnya karena sibuk menarik diri dari lelaki itu.
__ADS_1
"Sebenarnya hari ini aku juga lelah sekali sayang...makannya sini aku pijitkan kakimu dulu,nanti gantian..." ucapnya tiba-tiba dengan wajah yang dibuat-buat.
"Keburu malam,kita juga harus mandi dan cepat istirahat,besok masih ada acara keluarga kan...?",tambahnya lagi.
Hening sesaat,Anya masih ragu-ragu,ia masih merasa tidak sopan jika suaminya menyentuh kakinya,disamping itu ia juga masih risih dengan sentuhan dari laki-laki,terlebih lagi ia masih takut.
Diliriknya lelaki yang sudah duduk didepannya itu,Dafa memang terlihat lelah,wajar saja laki-laki itu masih bekerja sampai kemarin sebelum hari pernikahan mereka.
"Ba..baiklah...tapi aku akan mandi dulu..aku sudah tidak nyaman memakai ini" ,tunjuknya pada gaun pernikahan yang masih menempel.
"Baiklah...kamu mandi dulu saja,aku juga akan keluar sebentar ...ada sesuatu yang harus aku urus".
Tanpa curiga atau berprasangka Anya langsung berjalan menuju kamar mandi,ia memang sudah ingin cepat-cepat mengganti bajunya.
...
Ceklek...
"Ada apa..?",tanyanya dengan wajah tak suka.
"Ada orang asing yang mencoba menyelinap masuk tuan..",ucap salah sati bodyguard yang berjaga di lorong lantai itu.
"Antar aku kesana...",ucapnya dingin.
Tiga laki-laki bertubuh kekar itu memandu Dafa menuju ruangan dimana mereka menangkap seorang yang mencoba masuk kelantai atas,lantai dimana hanya ada ruangan untuk kamar pengantin itu.
"Bagaimana bisa dia sampai disini...?",tanyanya dingin menatap seorang yang sudah terikat di dalam gudang.
"Maaf tuan kami lalai...dia menculik salah satu pelayan dan berpura-pura menjadi pelayan itu",jawabnya sedikit takut.
Bagaimana tidak..? bisa-bisanya mereka kecolongan ,apalagi hari ini adalah hari terpenting bossnya.
"Ck...kenapa kau bodoh sekali...",gerutunya.
Para bodyguard itu sudah gemetar ketakutan,mereka tidak tahu bossnya itu sedang mengumpat untuk mereka atau untuk si pelaku.
"Zio...kenapa kau tidak menyerah juga?"
__ADS_1
Zio menatap Dafa penuh dengan kebencian,meronta tapi tak bisa lepas dari ikatan tali itu,apalagi mulutnya disumpal dengan kain.
"Lepaskan kainnya,sepertinya dia ingin mengucapkan selamat kepadaku...",ucap Dafa tersenyum.
"Breng*ek....! kau tak pantas untuk Anya..! Anya juga tidak menyukaimu dengan tulus..!dia hanya ingin hartamu saja! hanya aku yang bisa bersaa....!"
Buuughh..!!!
Suara pukulan keras menggema digudang tersebut.
Zio tersungkur saat mendapat pukulan keras dari Dafa,wajahnya kini terlihat lebam dan ujung bibirnya terlihat ada tetesan darah yang muali mengalir.
"Itu untuk mulutmu yang kotor...",uvapnya santai,kemudian mengelap tangannya dengan sapu tangan yang ada disaku jas pernikahannya.
"Dengarkan baik-baik ...aku tidak perduli jika istriku memang memanfaatkanku...dan aku tidak juga tidak perduli dengan masalalunya...tidak ada satupun yang aku sesali darinya..jadi menjauhlah kalau kau ingin usaha keluarga angkatmu selamat...",ucapnya lamat-lamat menatap Zio.
"Apapun yang kau lakukan tidak akan pernah bertahan lama..!karena Anya sudah mencintaiku dari dulu...! hanya aku yang ada sewaktu dia susah! kau hanya pelampiasan sementara untuknya...!"
Dafa tertawa mendengarnya..apa? menemaninya saat dia susah?
"Apa kau sedang melawak..? lucu sekali..!kau kira aku tidak tahu..? kau yang meninggalkannya dulu,Anya bahkan hidup sendiri dalam waktu yang lama dengan kesengsaraan!",jawabnya dengan penuh tekanan.
Sepertinya emosi Dafa mulai tinggi,kesal sekali ia mendengar ocehan itu dari mulut laki-laki mejijikan seperti Zio.
Laki-laki besar kepala bodoh yang menginginkan istrinya.
"Kau tidak ada saat ia sangat membutuhkan...dan kau itu cuma masa lalu..masalalu yang ingin Anya pendam...sekarang dia sudah bahagia bersamaku..jadi jangan pernah merusak kebahagiaannya kalau kau memang benar-benar perduli padanya..."
Zio terdiam mendengar perkataan Dafa,seperti tertampar petir karena apa yang diucapkan Dafa benar...dulu ia memang sangat bodoh karena meninggalkan Anya.
Dafa menatap Zio yang menundukan kepalanya tanpa berkata lagi,sepertinya laki-laki itu sudah sedikit paham.
"Bereskan dia..ck !..waktuku terbuang sia-sia hanya untuk ini..",padahal ada gadis kecilnya yang menunggunya di kamar.
"Baik tuan..." ,jawab bodyguard serentak sembari menundukan kepalanya.
Namun sebelum benar-benar keluar,Dafa membalikan badanya lagi,menatap laki-laki yang sedang mengalami penyesalan.
__ADS_1
"Kuharap ini pertemuan buruk terakhir kita Zio...aku berharap jika kita bertemu kedepannya kau dan aku sudah bahagia dengan pilihan sekarang...dan terimakasih telah meninggalkan Anya dulu...",ucapnya kemudian melenggang pergi.
Bagaimanapun ia sedikit berterimakasih karena Zio pernah hadir dalam kehidupan Anya yang sebatang kara,selebihnya ia berterimakasih karena lelaki itu juga meninggalkan Anya sehingga ia bisa mendapatkannya sekarang.