
Mawar bergegas menghampiri Azam yang masih bergetar itu,kemudian dengan perlahan memeluk lelaki itu dari samping.
Mengelus rambut Azam dengan halus,mencoba mengalirkan ketenangan untuk lelaki itu.
"Semuanya akan baik-baik saja..."ucapnya lirih masih dengan tangan yang mengelus disana.
Azam masih diam,lelaki itu tak merespon sedikitpun,badanya masih saja bergetar.
"Jika...jika kau butuh bantuanku kau bilang saja,usahaku bahkan sudah cukup untuk menghidupi banyak orang..."
Bukannya tenang,getaran ditubuh Azam malah kian bertambah.
*A*pa aku salah bicara...? sepertinya Azam jadi tambah sedih,ia bahkan menangis sampai bergetar hebat begini...
Saat dirinya dilanda kepanikan,tiba-tiba lengan kekat Azam menariknya.
Tubuhnya dengan mudah jatuh diatas pangkuan Azam,badanya sudah terhimpit oleh dada dan lengan Azam.
"A..azam...?!",matanya melotot saat melihat lelaki itu baik-baik saja,bahkan wajahnya terlihat tak ada air mata sedikitpun.
Azam tertawa terbahak-bahak melihat Mawar yang sangat terkejut,wanita itu bahkan masih menatapnya dengan diam karena syok.
Perlahan ia mengeratkan pelukannya dan membawa tubuh Mawar lebih menempel kepadanya.
"A...apa...?"
Lelaki itu hanya tersenyum penuh arti disana,membuat Mawar merasa merinding.
"Aw...!",Mawar berteriak kecil saat dahinya disentil oleh Azam.
"Apasih yang ada dikepala kecilmu ini...?",meskipun menyentil,tapi Azam langsung mengelusnya pelan.
"Kenapa kau berfikir kalau aku bangkrut?"
"I..itu salahmu...sudahlah turunkan aku!"
Mawar meronta minta diturunkan,tapi kekuatan Azam bukan main,lengannya sangat kekar,Mawar bahkan bisa merasakan betapa kerasnya tubuh Azam.
"A..azam...tu..turunkan aku...",bisa gawat kalau seperti itu terus,hatinya bahkan sudah berdebar dengan keras.
Azam tersenyum saat melihat wajah Mawar yang sudah merona,lelaki itu kemudian menaruh wajahnya pundak Mawar,mencoba menghirup aroma tubuh Mawar dalam-dalam.
"Aku tidak mau...!"
"Na..nanti Anya lihat"
"Dia kan sedang kuliah...sudah diam saja atau aku gigit nanti"
"Tapi...."
__ADS_1
Mawar merasa tidak nyaman,apalagi saat nafas dan hidung Azam menempel di lehernya,Mawar jadi kalang kabut sendiri.
Ia menggerak-gerakan tubuhnya karena merasa geli saat Azam mulai menciumi lehernya
"Diam sayang...kau tidak akan mampu menanggungnya nanti..."
Tubuh Mawar mematung saat merasa ada yang aneh dibawah sana,ada sesuatu yang menusuk pahanya,suara Azam juga terdengar rendah di telinganya.
"Mawar....aku mencitaimu...",bisiknya tiba-tiba ditelinga Mawar.
Mawar menatap mata Azam yang tengah menatapnya dengan sendu.
Tangan lelaki itu mengelus wajahnya dengan gerakan sehalus kapas,Mawar masih terpaku,tatapan mereka terpaut satu sama lain cukup lama.
Hingga akhirnya entah apa yang terjadi tiba-tiba bibir mereka sudah saling bertemu.
Azam mengecupnya kecil beberpaa kali disana,setelahnya mencium ujung bibirnya...pipinya...dan menempelkannya lagi dibibir sedikit lama.
Menekan bibirnya dengan milik Mawar,mencoba merasakan sensasi hangat dan manis disana.
Tangannya yang satu menekan tubuh Mawar agar lebih menempel dibadannya,dan tangan satunya menekan kepala Mawar dibelakang sana.
Perlahan dengan lihainya Azam memainkan lidah mencoba menerobos bibir Mawar yang masih tertutup itu.
Ciuman yang awalnya hanya kecupan disana kini berubah menjadi sangat panas,Azam melum*at habis bibir Mawar yang terasa manis itu.
Kepalanya berputar kekiri dan kekanan,mencoba mencari sisa-sisa kenikamatan yang mungkin masih tertinggal disana.
Mawar masih menutup mata menikmati ciuman itu,dirinya tersenyum kecil melihat bahwa Mawar juga ikut menikmatinya.
Saat dirinya tengah menikmati wajah Mawar saat itu,mata Mawar juga ikut terbuka,wanita itu terlihat terkejut kemudian mencoba melepaskan ciuman mereka.
Namun usahanya sia-sia...
Bukannya lepas,Azam malah menggigit bibir bawahnya kecil kemudian semakin memperdalam ciuman itu.
Suara decapan terdengar begitu keras dan pantri dapur,oh...mungkin jika ada Anya mereka bisa ketahuan.
Lenguhan seksi Mawar dan suara decapan keras itu terdengar begitu sangat erotis.
Mawar yang hampir kehabisan nafas mencoba mendorong Azam,ia kewalahan karena Azam benar-benar sangat buas.
"A...azam...mmf.."
Ucapannya tenggelam karena Azam menciumnya lagi,Azam benar-benar mempermainkan lid*hnya dengan sangat lihai.
Tangan lelaki itu kemudian beranjak mengelus-elus punggung Mawar dengan tak beraturan disana,membuat Mawar yang tadinya meronta minta dilepaskan akhirnya diam karena lemas tak berdaya.
Wanita itu kini berusaha diam dan merelakan Azam menciumnya dengan buas,karena usahanya tetap sia-sia melawan kekuatan Azam.
__ADS_1
Ciuman mereka berlangsung begitu lama dan menggairahkan,Azam benar-benar menciumnya tanpa ampun.
"Haahh....aku bisa gila Mawar...",bisik Azam saat ciuman mereka terlepas,lelaki itu langsung memeluk wanitanya dengan erat disana.
Mawar yang masih terengah-engah hanya diam,ia sedang mencoba menetralkan nafasnya yang masih tak beraturan.
Padahal dirinya masih seperti itu,tapi tiba-tiba Azam mulai bertingkah lagi,lelaki itu kini sudah menggigit dan menyesap lehernya,membuat Mawar merintih kecil disana.
"Azam...! su...sudah...",Azam masih melakukan aksinya,ia seperti tak mendengarkan ucapan Mawar.
Hingga Mawar merintih untuk kedua kalinya karena ulah Azam.
Kemudian dengan cepat lelaki itu mencium Mawar kembali dan menekan kepala Mawar dengan kuatnya,membuat Mawar berteriak tertahan disana.
Setelah cukup puas ia melepaskan Mawar,menempelkan keningnya di kening wanitanya,pautan bibir mereka sudah terlepas,tapi bibir mereka masih bersentuhan disana.
"Mawar...i love you...love you...",ucapnya lagi.
Mawar hanya diam mendengar Azam mengungkapkan cintanya beberapa kali,kepalanya kosong karena ulah Azam.
"Kau benar-benar membuatku gila...kau harus tanggung jawab..."
"A...apa...?",yang dirugikan disini adalah dirinya,Azam telah meciumnya dengan buas membuatnya kewalahan,yah...meski sebenarnya benar-benar tidak rugi,ia juga menikmati momen itu.
"Menikahlah denganku..."
Mawar menatap mata Azam dalam-dalam,ia terkejut saat tiba-tiba Azam mengajaknya menikah,padahal masalah pacaran saja belum ia jawab.
"Me...menikah...?! kita bahkan belum mulai pacaran..."
"Sekarang kita sudah pacaran,mulai saat ini kau sudah jadi pacarku"
"Sejak kapan? aku bahkan belum memberimu jawaban"
"Sejak kau menerima ciumanku,sekarang kau adalah pacarku",ucapnya sembari menyeringai.
"Ta...tapi kau sudah berjanji akan menungguku...",Mawar sangat malu,karena dia benar-benar menikmati ciuman Azam.
"Untuk apa...?toh kita sudah seperti ini,sekarang kau adalah kekasihku dan itu tidak akan berubah"
Mawar menatap Azam yang tengah tersenyum itu,akhirnya ia mengangguk saja,toh untuk apa juga menundanya.
Melihat Mawar mengangguk Azam langsung berdiri dan mengangkat Mawar dalam gendongannya.
Lelaki itu terlihat sangat bahagia,Azam tertawa sembari memutar-mutar Mawar yang ada dalam gendongannya.
Mawar tertawa mendapat perlakuan seperti itu,ia tak menyangka akan membuka hatinya untuk Azam.
Ia senang dan terharu saat melihat Azam yang sangat bahagia setelah dirinya menerima cintanya.
__ADS_1
Mawar merasa sangat berarti dan sangat dicintai oleh Azam,baru kali ini ia benar-benar merasa sangat berharga karena merasa dicintai begitu dalam oleh seseorang.