Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Terabaikan


__ADS_3

"Nggak..nggak Anya..jangan lakukan itu...",Anya terkejut saat tiba-tiba Mawar berlutut di depannya sembari mengatupkan kekedua tangannya.


"Mba...!"Anya langsung menarik Mawar agar duduk kembali.


"Jangan lakukan itu Anya,aku nggak mau Mas Adi membenciku,aku nggak mau...."


Mawar menangis tersedu-sedu di pelukan Anya,sungguh Anya tak menyangka mba Mawar yang sangat ia sayangi itu begitu melindungi rumah tangga mereka walaupun dirinya sudah disiksa sedemikian rupa oleh mertuanya.


"Iya mba...aku nggak akan laporin,mba tenang saja...",lama mereka berpelukan ,hati Anya merasa pilu dengan keadaan Mba Mawar.


*A*pakah kami anak yatim tak berhak bahagia ...? Kami hanya ingin memiliki sebuah rumah tangga kecil yang bahagia...


*A*ku selalu mendoakan mu mba..semoga kelak hidupmu bahagia....


Setelah melihat Mawar yang sudah tenang Anya mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.


"Aku ada uang sisa gaji kemarin mba..ini bisa buat tambahan modal dulu",katanya.


"Nggak Anya..mba nggak bisa nerima itu...nanti kamu makannya sama apa?",tentu saja Mawar tak mau menerima uang itu,ia tahu keuangan Anya ,gadis itu bahkan membayar kos dan makanan bulanan dari gaji hasil kerja di tokonya.


"Nggak papa mba..lagi pula aku sudah menyisihkan untuk seminggu ini,nanti juga seminggu toko sudah ada hasil lagi,saat itu mba bisa kembaliin uang aku lagi..".


Mawar diam,dia ragu antara menerima atau tidak uang Anya,Mawar memang sangat butuh modal lagi,tapi di sisi lain ia tak mau menyusahkan Anya.


"Gimana mba..? toko kita lagi ramai-ramainya mba,sekarang langganan kita bertambah banyak,minggu depan juga kita dapat pesanan dari perusahaan mba.."


"Aku cuma ingin toko ini bisa bertambah maju mba,nanti kan juga aku yang kena getahnya..hehe.."


Mawar tersenyum mendengar itu,adiknya itu ada-ada saja,tapi yang di katakan Anya juga tidak salah,jika tokonya sudah berkembang pasti Anya juga bisa hidup makmur dengan bertambahnya gaji yang di dapatkan.


"Baiklah..tapi hanya untuk kali ini saja ya..mba nggak mau ngrepotin kamu lagi"


"Kalau ada sesuatu bilang saja sama Anya mba..aku kan adik mba..aku juga akan bercerita kalau aku sedang dalam masalah ke mba.."


"Terimakasih..mba nggak tau lagi kalau nggak ada kamu",Mawar memeluk Anya.


"Aku juga mba...",entah apa nasibnya kini jika ia tak di tolong oleh Mba Mawar,mungkin dirinya sudah jadi gelandangan yang tak punya siapa-siapa.


Anya sangat bersyukur di pertemukan dengan Mawar,ia tak pernah menyesali ia terlahir di dunia ini dengan keadaan yatim piatu,ia tetap mensyukuri hidupnya.

__ADS_1


"Sekarang kamu langsung pulang saja,istirahat banyak-banyak,besok kita belanja bahan bersama"


"Iya mba.."


Anya langsung mengemas barangnya,ia berpamitan pada Mawar untuk pulang terlebih dahulu,apalagi badannya memang terasa sangat letih akibat banyaknya orderan untuk hari ini.


Di dalam ruangan Mawar masih saja berkutik kembali menghitung keuangan tokonya itu,ia harus pintar-pintar mengelolanya karena modal kali ini memang masih kurang meskipun sudah di tambahi uang Anya.


Karena lelah Mawar menyenderkan kepalanya di meja ,hingga badannya yang sudah merasa lelah itu secara otomatis meminta untuk beristirahat,ia tertidur di dalam ruangan itu di temani dinginnya sore hari yang mendung.


***


Jam menunjukan pukul enam sore,Mawar merentangkan badannya yang terasa kaku,ia memutar-lehernya yang terasa pegal.


Mawar berdiam diri sebentar sekedar memulihkan kesadarannya,setelah itu ia mengecek Hp untuk melihat jam.


Betapa terkejutnya ia melihat angka yang tertera di layar,Mawar menengok ke tokonya yang gelap dan belum disinari lampu.


Dengan cepat Mawar menyalakan lampu dan bergegas menutup tokonya,Ia berjalan melewati grobak-grobak jajanan sore yang sudah buka itu.


Hatinya berdegup kencang,pikirannya juga kacau,ia khawatir Mas Adi mencarinya atau belum makan,ia belum memasak untuk mertuanya dan suaminya,ia sungguh terlambat!


Saat sampai depan rumah Mawar melihat lampu teras rumahnya yang sudah menyala,Mas Adinya pasti sudah pulang,begitu pikirnya.


Bu Winar berjalan cepat,menutup pintu rumah kemudian menarik rambut Mawar dengan keras menuju dapur.


"Dasar menantu tidak berguna...! sudah jam berapa ini kamu baru pulang hah..?!!", dilemparnya Mawar hingga tubuhnya terhempas menabrak meja,bahkan kini dahinya meneteskan darah akibat terbentur ujung meja.


Mawar meringis kesakitan,namun mertuanya itu tak menghiraukannya sama sekali.


"Cepat masak..mama susah lapar sedari tadi..!",Bu Winar langsung keluar tanpa rasa kasihan sama sekali.


Mawar berdiri menahan nyeri,bagaimanapun juga luka ditubuhnya belum sembuh total,tapi luka itu bertambah akibat perlakuan Bu Winar tadi.


Karena tak ingin di siksa lagi oleh mertuanya,Mawar bergegas memasak mie rebus dengan toping telur tentunya,karena hanya itu masakan yang paling cepat saji.


Setelah selesai,Mawar langsung membawanya ke depan Bu Mawar yang sedang duduk di depan televisi.


"Ini mah makanannya..",Bu Winar hanya melirik Mawar tanpa berucap terimakasih sama sekali.

__ADS_1


Mawar tak mau ambil repot,ia cepat-cepat pergi sebelum mertuanya itu mengamuk lagi,Mawar takut.


Ia bergegas ke kamar lalu membawa handuk dan juga baju ganti,ia akan mandi air dingin malam ini,ia tak mungkin memasak air untuk mandi selama ada mertuanya itu.


Selama mandi Mawar menahan perih di dahinya,air di bawah kakinya terlihat keruh akibat campuran darah yang masih mengalir.


*A*h...aku sungguh lelah...


Air matanya yang turun melewati kulitnya tak terlihat akibat tercampur dengan air mandi yang sudah membasahi kulitnya terlebih dahulu.


Lama Mawar merenungkan diri di dalam kamar mandi,setelah itu ia mengemas diri dan menuju kamar tidur,Mawar berniat langsung tidur saja.


Sebenarnya ia belum makan malam,namun entah mengapa nafsu makannya sudah hilang saat melihat mertuanya itu.


Saat membuka pintu kamar Mawar terkejut sudah ada Mas Adi yang duduk di atas ranjang sembari memangku buku.


"Mas sudah pulang?"


"Hem...",Mas Adinya menjawab sangat singkat,bahkan ia tak melihat Mawar di ujung pintu.


Mawar menatap suaminya yang sepertinya masih sibuk walaupun sudah di rumah,ia menutup pintu lalu membereskan tas dan baju kerja suaminya yang kotor.


"Mas mau makan..?",tanyanya lagi.


"Nggak usah..mas sudah makan tadi di sekolah",katanya.


Mawar mengangguk diam,ia melirik Mas Adi'nya lagi,suaminya itu benar-benar tak meliriknya sama sekali.


Padahal jika suaminya itu melihatnya sekali saja,Mas Adi akan melihat luka di dahinya.


"Tidur mas..sudah malam...",Mawar langsung membaringkan badannya memunggungi Mas Adi yang masih berkutat dengan bukunya itu.


Mawar menangis tanpa suara,hatinya sangat sakit merasakan Mas Adi yang mengabaikannya,suaminya itu bahkan tak melihat luka yang ada di dahinya.


*K*amu sudah berubah mas...


Hingga akhirnya karena lelah Mawar tertidur dengan membawa seluruh kesedihan di hatinya...


...~~~...

__ADS_1


...Terimakasih sudah mampir dan membaca novelku...


...Aku sayang kalian🤗...


__ADS_2